Sabtu, 07 Oktober 2017
Foto Essay
“Rumah Baru” Para Tersangka Korupsi
Standar yang diterapkan pada Rutan baru tersebut sudah sesuai yang ditetapkan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM.
Resa Esnir
Dibaca: 4008 Tanggapan: 0
“Rumah Baru” Para Tersangka Korupsi
Peresmian Rutan baru KPK. Foto: RES
Ketua KPK Agus Rahardjo meresmikan ‘rumah baru’ bagi para tahanan KPK. Rumah tahanan (Rutan) yang terletak di Jalan Kuningan Persada Kavling K4 yaitu persis berada di bagian belakang Gedung Merah Putih KPK.


 
Rutan tersebut dibangun bersamaa dengan pembangunan gedung baru KPK. Namun, untuk penyelesaiannya baru dirampungkan beberapa waktu belakangan. Ucapan syukur atas terbangunnya Rutan milik KPK tersebut terucap dari mulut Sang Ketua.


 
“Ucapkan syukur bukan karena punya rutan cabang, kita syukur karena kesehatan kita. Peresmian ini sebagai pengingat, kalau bisa jangan sampai kita jadi salah satu penghuni, karena kebebasan akan dibatasi,” tutur Agus.


 
Standar yang diterapkan pada Rutan baru tersebut sudah sesuai yang ditetapkan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM. Standar tersebut mencakup fasilitas bagi tahanan dan pelayanan bagi pengunjung Rutan.


 
Luas Rutan baru KPK tersebut 834,9 meter persegi, yang terdiri dari dua lantai. Lantai dasar dan Mezzanine. Sedangkan kapasitasnya, Rutan tersebut sanggup menampung 37 tahanan, terdiri dari 29 tahanan pria dan 8 tahanan perempuan.


 


Di dalam rutan terdapat ruang isolasi untuk orientasi tahanan baru. Masing-masing sel terdiri dari tiga sampai lima tahanan.


 
Bagi pengunjung Rutan, KPK mengingatkan ada aturan perlu diperhatikan saat melakukan kunjungan di rumah sementara para tahanan yang menjadi tersangka di KPK.


 
Tur singkat kepada awak media ke Rutan baru KPK ini dipimpin oleh Kepala Biro Umum KPK Syarief Hidayat. Terdapat simulasi kunjungan di sela tur singkat tersebut.


 
Syarief menyatakan, setiap pengunjung yang ingin bertemu tersangka harus mendapat izin dari penyidik yang menanganinya.


 
Para pengunjung wajib memberikan kartu identitas yang masih aktif. Setelah itu, petugas akan memberikan surat izin kunjungan dan kartu identitas kunjungan.


 
Syarief menjelaskan, setiap pengunjung nantinya wajib difoto dan diminta sidik jari saat berada di loket kunjungan. Kemudian, pengunjung akan diperiksa, kemudian barang bawaan harus masuk ke mesin x-ray.


 
Dalam simulasi ini, Kapolsek Setia Budi AKBP Rachmat Sumekar yang berperan menjadi pengunjung tahanan. Sementara itu, tahanan KPK yang dikunjungi adalah tersangka korupsi e-KTP Andi Agustinus alias Andi Narogong.




 
Setelah selesai diperiksa petugas KPK, pengunjung kemudian menyerahkan kartu kunjungan ke petugas yang ada di dalam. Pengunjung pun langsung dapat bertemu dengan tahanan di ruang bertemu keluarga.


 
KPK membatasi jumlah pengunjung pada setiap sesi kunjungan bagi keluarga, yakni setiap Senin dan Kamis. Hanya lima orang yang diperbolehkan berkunjung setiap sesinya. Waktu kunjungan antara pukul 10.00 WIB sampai 12.00 WIB.
 


Dari ruang bertemu keluarga, Syarief kemudian mengajak rombongan media masuk ke dalam, untuk melihat setiap sel yang ada.


 
Dari pengamatan hukumonline.com, sel berwarna abu-abu sudah siap ditempati. Sudah ada kasur yang lengkap dengan sprei, bantal serta perlengkapan mandi. Ada kamar mandi yang berada di dalam masing-masing kamar.


 
Setiap sel tahanan tampak dilengkapi dengan kipas angin dan juga blower. Kamar mandi bersebelahan dengan tempat tidur para tahanan.Ruangan lainnya adalah ruang berkumpul para tahanan yang dilengkapi dengan telvisi serta meja dan bangku panjang.
 


Sedangkan untuk sel isolasi, yang hanya muat untuk satu orang. Sel tersebut juga dilengkapi kasur seperti sel lainnya. Tahanan yang baru masuk akan ditempatkan di sel isolasi itu.
 


Sementara itu, sel untuk tahanan perempuan tak berbeda dengan sel tahanan laki-laki. Namun, sel tahanan laki-laki dan perempuan dipisah, sehingga para tahanan tak memungkinkan untuk saling bertemu.
 


Di dalam rutan baru ini juga ada juga ruang makan bersama dan berolahraga untuk para tahanan. Di pintu setiap sel tahanan juga dilengkapi alat untuk memanggil penjaga tahanan. Alat tersebut dipasang guna menghindari tahanan dan pejaga berbicara langsung.


 
"Jadi ketika tahanan membutuhkan sesuatu, atau sakit bisa memanggil petugas lewat alat ini," kata Syarief sambil menunjuk alat yang terpasang di tembok saat memandu awak media.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.