Jumat, 03 November 2017
Apa Beda Legal Officer dan In-house Counsel? Ini Penjelasannya
Perbedaan rentang tanggung jawab berdasarkan jenjang karier.
Kartini Laras Makmur
Dibaca: 5482 Tanggapan: 0
Apa Beda Legal Officer dan In-house Counsel? Ini Penjelasannya
Ilustrasi: BAS

Jika kita mengamati penyebutan staf pada bagian hukum di perusahaan-perusahaan di Indonesia, tak ada yang seragam. Ada yang menyebut legal officer atau legal staff, ada yang menggunakan istilah in-house counsel, ada pula yang menggunakan bahasa Indonesia seperti staf bagian hukum.

 

PT Jababeka Tbk., PT Bumiputera BOT Finance, PT Pharamsolindo, Agung Sedayu Group, PT Ciputra Graha Mitra, dan PT Union Sampoerna misalnya, menggunakan istilah legal staff. Sementara itu, PT Pacific Fiber Indonesia, PT Bank KEB Hana Bank, PT Somagede Indonesia, PT Lippo Malls Indonesia, dan anak usaha Bakrie Grup, PT Multi Kontrol Nusantara, menggunakan istilah legal officer. Adapun penggunaan bahasa Indonesia dengan menyebut divisi hukum biasanya digunakan oleh BUMN, seperti BNI dan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia.

 

Sebenarnya, apa perbedaan di antara posisi-posisi tersebut? Presiden Indonesian Corporate Counsel Association (ICCA), Yudhistira Setiawan, menjelaskan sebenarnya tidak ada perbedaan yang mendasar di antara kedua posisi tersebut. Menurutnya, perbedaan penyebutan terjadi hanyalah lantaran preferensi masing-masing perusahaan saja.

 

“Itu hanya perbedaan nomenklatur saja, bagaimana perusahaan menyebut posisi bagian hukum di dalam perusahaannya. Intinya tugas dan pekerjaannya sama, yaitu memastikan bagaimana operasional perusahaan bisa berjalan sesuai dengan tujuan perusahaan, tetapi tetap dalam koridor ketaatan terhadap hukum yang berlaku,” jelas Yudhistira kepada hukumonline, Jumat (3/11).

 

Lebih lanjut, Yudhistira memastikan bahwa di tingkat global pun penyebutan legal staff, legal officer, maupun in-house counsel sama jamaknya. Jenis pekerjaan semua staf bagian hukum yang disebut berbeda itu tidak berbeda. Semua mengerjakan hal yang sama.

 

(Baca Juga: In House Counsel dan Lawyer Bisa Prediksi Kapan Perusahaan Akan Bangkrut)

 

Perbedaan jenis pekerjaan hukum bagi staf hukum perusahaan pun, menurut Yudhistira, tak banyak berbeda jika ditilik dari jenis industri. Ia mengatakan, jenis-jenis industri yang berbeda banyak. Perbedaan itu, kata Yudhistira, hanya kekhususan saja.

 

“Jadi dari segi jenis industri perusahaan pun tak berbeda. Semua mengerjakan hal yang sama, hanya saja perbedaan itu merupakan kekhususan masing-masing industri,” tambahnya.

 

Perbedaan tugas menurut jenjang karier

Kendati secara umum tidak ada perbedaan dalam hal pekerjaan yang dilakukan oleh legal staff, legal officer, in-house counsel, maupun staf divisi hukum, Yudhistira mengakui tetap ada perbedaan yang muncul dalam dunia divisi hukum perusahaan. Namun, menurut Yudhistira, perbedaan yang ada adalah rentang tanggung jawab berdasarkan jenjang karier.

 

Ia menjelaskan, biasanya jenjang karier divisi hukum dimulai dari legal staff, senior legal staff, manager atau legal head, dan jika ada, legal director. Penyebutan lain yang biasa digunakan juga in-house counsel, senior legal counsel, general manager legal counsel atau general counsel, dan legal head. Atau, dalam bahasa Indonesia umumnya staf hukum, kepala seksi hukum, dan kepala divisi hukum.

 

(Baca Juga: Corporate Lawyer dan In House Counsel, Serupa Namun Tak Sama)

 

Meskipun berbeda-beda penyebutan dan tingkatan dalam jenjang karier, menurut Yudhistira ada kesamaan yang umum. Ia mengungkapkan, biasanya ada tiga klasifikasi jenjang yaitu level junior staf, level senior staf, dan level manajer.

 

Bagi level junior staf, Yudhistira menuturkan, tanggung jawabnya terkait dengan pekerjaan yang bersifat operasional. Misalnya, melakukan riset aturan-aturan yang berkaitan dengan aktivitas bisnis perusahaan. Kemudian, menganalisis aturan mana yang harus diterapkan dan apa konsekuensinya jika tidak menerapkan aturan tersebut. Selanjutnya, membuat memo apa saja yang harus dilakukan agar perusahaan taat terhadap aturan yang berlaku.

 

Sementara itu, bagi level senior staf, rentang tanggung jawabnya adalah mereview pekerjaan junior staf. Hasil pekerjaan junior staf dibuat lebih matang lagi untuk bisa dipresentasikan kepada manajer atau direktur.

 

Oleh karenanya, untuk level manajer rentang tanggung jawabnya adalah bersifat strategis. Manajer bertanggung jawab membuat rencana jangka panjang terkait operasional perusahaan. Termasuk, menyusun budget yang diperlukan berkaitan dengan aspek hukum perusahaan.

 

“Pada intinya, pekerjaan sebagai legal officer atau in-house counsel ini sangat menarik dan penuh tantangan. Sebab, seperti pengalaman saya, berbeda sekali dengan pekerjaan yang dilakukan corporate lawyer. Kita tidak hanya menjadi sumber untuk menyelesaikan permasalahan perusahaan. Akan tetapi, kita terlibat mengawal semua aktivitas perusahaan dari a sampai z,” pungkasnya.

 

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.