Rabu, 17 January 2018
Pasar Modal Diharapkan Bentuk Aturan Unicorn IPO
M. Agus Yozami
0

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengharapkan otoritas pasar modal Indonesia membentuk aturan bagi perusahaan rintisan (startup) yang menyandang status "unicorn" untuk dapat melaksanakan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).



"Kalau mereka mau go public di sini, aturannya harus dibuat karena sementara ini tidak ada aturan khusus untuk model bisnis seperti ini. ini kan perusahaan rugi, tapi di luar negeri bisa listed dan tambah bagus. Sementara di Indonesia maunya berinvestasi di perusahaan untung. Padahal, game-nya kan dari apresiasi harga saham," ujar Rudiantara dalam seminar "Indonesia Outlook: How We Strive in Sharing Economy Era" seperti dilansir Antara di Jakarta, Rabu (17/1).

 

Maka itu, lanjut dia, semua ekosistem yang terkait dengan pasar modal, baik masyarakat atau investor, pengelola dana, serta pemangku kepentingan di pasar modal Indonesia harus memiliki pandangan yang sama.

 

Ia mengatakan bahwa salah satu faktor yang menjadi kendala bagi unicorn melakukan IPO yakni mengenai valuasi harga saham. Penilaian perusahaan unicorn yang mayoritas bidang digital ada pada ekosistemnya yang bisa meningkatkan ekspektasi masyarakat.

 

"Saya harap kita segera menyiapkan ekosistem, apalagi kita sudah punya empat unicorn, jangan sampai IPO di luar yang memberi insentif lebih banyak," katanya.

 

Saat ini, lanjut dia, pihaknya fokus untuk menambah jumlah unicorn di Indonesia. Pada 2019 mendatang, pihaknya meyakini akan ada lebih dari lima perusahaan di Indonesia yang bakal menyandang status unicorn. "Sekarang kan ada empat, pada 2019 ada lima. Dengan strategi yang tepat akan lebih dari lima unicorn," ucapnya.

 

Sebagai upaya menambah jumlah unicorn, Rudiantara mengatakan bahwa pihaknya memiliki program "next Indonesia unicorn". Dengan program itu, diharapkan perusahaan startup di Indonesia dapat meraih modal dari investor.

 

"Perusahaan startup kalau mencari investor kan tidak mudah. Yang dilakukan adalah menjadi penengah antara startup di Indonesia, dilakukan penyeleksian, diinkubasi, lalu ajak roadshow ketemu investor, baik dalam maupun luar negeri," katanya. (ANT)

 

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.