Selasa, 23 Januari 2018
OJK Bali Optimis SLIK Cegah Kredit Bermasalah
Agus Sahbani
0

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis sistem layanan informasi keuangan (SLIK) dapat mencegah kredit bermasalah hingga kredit macet. Sebab, aplikasi ini akan memudahkan perbankan atau lembaga jasa keuangan lain saat melakukan analisis kepada calon debitur sebelum menyalurkan pinjaman.

 

"Melalui SLIK, akan meningkatkan kehati-hatian perbankan untuk memberikan kredit. Bank jadi tahu kualitas calon debiturnya," kata Kepala OJK Regional Bali dan Nusa Tenggara Hizbullah di Denpasar, Selasa (23/1/2018) seperti dikutip Antara.

 

Menurut dia, dalam aplikasi tersebut perbankan dapat melihat rekam jejak calon debitur yang mengajukan aplikasi kredit.

 

Dalam layanan itu, lanjut dia, akan terlihat kode tertentu yang menyajikan keterangan kualitas kredit baik yang sedang dijalani calon debitur maupun kualitas kredit yang sebelumnya pernah dilakukan.

 

Misalnya, apabila calon debitur pernah menunggak pembayaran kewajiban kredit, maka dalam SLIK akan tertera bahwa calon debitur itu kualitasnya diragukan hingga kredit macet.
 

Namun, apabila calon debitur itu selama proses kredit berjalan lancar dan tidak pernah mengalami macet, maka bank dapat dengan mudah memproses pengajuan kredit karena perilaku nasabah dinilai baik.

                

"Dalam SLIK itu hanya disebutkan kualitas kredit saja. Kalau penyebab kredit menjadi diragukan atau sampai macet itu tidak disebutkan," lanjutnya. Baca Juga: OJK Wajibkan Fintech Peer to Peer Lending Laporkan Kredit Macet   

 

Saat ini, SLIK baru meliputi perbankan dan perusahaan pembiayaan dengan data yang lebih lengkap. Rencana SLIK ini dilakukan secara bertahap mencakup informasi di pegadaian dan asuransi yang semuanya dilakukan secara terintegrasi.

 

OJK Bali telah membuka layanan SLIK itu kepada masyarakat sejak peralihan sistem informasi debitur (SID) yang dikelola Bank Indonesia (BI) menjadi SLIK sejak Januari 2018 yang dikelola OJK. Baca Juga: Sistem ‘BI Checking; Resmi Beralih ke OJ Mulai 2018

 

Hizbullah menambahkan setiap hari rata-rata lima orang bertandang ke OJK untuk mengetahui kualitas kreditnya sebelum mereka mengajukan (pinjaman) kepada lembaga jasa keuangan.  

 

Pihaknya juga mengapresiasi masyarakat yang sadar datang ke OJK untuk mengetahui kualitas kreditnya.

 

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui kualitas kreditnya, Hizbullah menjelaskan mereka dapat datang ke OJK dengan membawa KTP asli dan mengisi formulir.

 

OJK Bali mencatat selama periode Januari-Oktober 2017, angka kredit bermasalah (NPL) seluruh perbankan di Bali mencapai 3,77 persen. Angka ini dinilai masih di bawah batas maksimal sebesar 5 persen.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.