Selasa, 30 Januari 2018
Strategi Bisnis Law Firm 2018, Mulai dari Merger Hingga Regenerasi Partner
Regenerasi pengelolaan law firm hingga ekspansi bisnis jasa hukum.
Norman Edwin Elnizar
0
Strategi Bisnis Law Firm 2018, Mulai dari Merger Hingga Regenerasi Partner
Ilustrasi: HGW

Di tengah persaingan yang semakin ketat di antara firma hukum, beragam strategi diupayakan oleh berbagai firma hukum kenamaan di Indonesia. Misalnya, merger yang belum lama ini dilakukan firma hukum Roosdiono & Partners dengan Kandar & Partners.

 

Sementara itu, firma hukum SSEK Indonesian Legal Consultants mengangkat Managing Partner baru serta menambah jumlah partnernya. Hal yang sama dilakukan oleh firma hukum Makarim & Taira dengan mengangkat partner baru.

 

Roosdiono & Partners memutuskan melakukan merger dengan Kandar & Partners yang terdiri dari tujuh orang lawyer. Nama Roosdiono & Partners, yang merupakan anggota afiliasi ZICO Law network menjadi nama yang digunakan untuk firma hasil merger ini.

 

Sebagaimana dikutip dari laman legalbusinessonline, sekaligus diangkat dua partner dari Kandar & Partners sebagai partner baru dari Roosdiono & Partners pasca merger. Fadjar Widjaksana Kandar sebagai partner pendiri Kandar & Partners kini diangkat menjadi co-executive partner di Roosdiono & Partners.

 

“Partner di Kandar & Partners sebelumnya, Barryl Rolandi juga diangkat sebagai partner baru Roosdiono & Partners untuk bidang keahlian perbankan dan jasa keuangan,” tulis laman tersebut.

 

(Baca Juga: Ekspansi Size of Business ke Level Global Lewat Merger Law Firm)

 

Kandar & Partners sendiri terbilang baru berdiri sejak tahun 2013 dengan spesialisasi praktik perbankan dan keuangan, energi, investasi asing, M&A, sumber daya alam serta infrastruktur. Namun corporate law firm ini digawangi para pemain senior.

 

Sebelumnya, Fadjar Widjaksana Kandar telah berpengalaman sejak 1991 sebagai associate di firma hukum Mochtar Karuwin & Komar. Kariernya berlanjut di Freshfields Bruckhaus Deringer’s Singapore office sebelum bergabung sebagai partner di Soemadipradja & Taher.

 

Sedangkan Barryl Rolandi selain pernah bergabung sebagai Senior Associate di Soemadipradja & Taher juga berpengalaman sebagai in house counsel di Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ, Jakarta.

 

Roosdiono & Partners yang didirikan sejak 1999 oleh lawyer senior Anangga Wardhana Roosdiono tampaknya menjadikan merger ini sebagai strategi merekrut mitra andal untuk memperkuat firma hukum yang satu ini dalam menghadapi berbagai tantangan bisnis jasa hukum ke depan.

 

Sementara itu, firma hukum SSEK Indonesian Legal Consultants mengangkat Denny Rahmansyah sebagai Managing Partner baru menggantikan Rusmaini Lenggogeni. “Iya, awal Januari, menggantikan Maini yang sudah 5 tahun,” kata Ira Andara Eddymurthy, pendiri SSEK dari London saat dikonfirmasi hukumonline via sambungan telepon Selasa (23/1).

 

(Baca Juga: Dua Hal yang Perlu Diperhatikan Bila Merger Antar Firma Hukum)

 

Denny bergabung di SSEK sejak tahun 2001 setahun setelah menuntaskan studinya di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Lawyer yang pernah dinobatkan sebagai Asialaw Recommended Lawyer dalam Asialaw Profiles 2011 ini memiliki spesialisasi pada persoalan migas, pertambangan, real estate dan property, anti-korupsi, telekomunikasi, kehutanan, investasi asing serta berbagai area hukum korporasi lainnya.

 

SSEK juga mengangkat partner baru yaitu Fransiscus Rodyanto sejak Januari 2018 ini. Frans sebelumnya berpraktik dalam tim bidang energi dan sumber daya alam di SSEK, dengan spesialisasi hukum migas, industri geotermal dan proyek sumber daya.

 

Bergabung di SSEK pada 2011, Frans memiliki gelar sarjana hukum dan sarjana ekonomi dari Universitas Indonesia serta Master of Laws in international business law di Leiden University. Ketika ditanya soal penambahan partner dan pergantian Managing Partner ini, Ira mengakui sebagai upaya meregenerasi kalangan muda untuk berperan lebih besar dalam mengelola firma yang didirikannya sejak 1992 itu.

 

“Regenerasi ya, kita harus memudakan law firm kita, jangan sampai nggak ‘bergerak’,” jelasnya lagi.

 

Tak ketinggalan, firma hukum Makarim & Taira mengangkat Frederick Bonar Simanjuntak sebagai partner barunya di tahun 2018 ini. Makarim & Taira didirikan pada 1980 oleh Nono Anwar Makarim dan Frank Taira Supit dengan area praktik hukum bisnis. Kedua pendiri ini dikenal sebagai sedikit dari orang Indonesia jebolan Harvard Law School.

 

Melalui surat elektronik yang diterima hukumonline, Frederick memberikan jawaban tertulis tentang pengangkatannya sebagai partner baru di Makarim & Taira. “Saya efektif menjadi Partner di Makarim & Taira S. (M&T) sejak tanggal 1 Januari 2018,” jawabnya saat dikonfirmasi.

 

Pengangkatan ini bukan sekadar promosi rutin dalam sistem M&T. Ada kualifikasi tertentu sehingga layak menduduki posisi Partner di M&T. Dan tentunya dalam rangka meningkatkan performa dan daya saing firma hukum di tengah jagat bisnis layanan jasa hukum.

 

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.