Rabu, 21 Pebruari 2018
Mau Jadi Lawyer Capital Market? Ini Gambaran yang Perlu Diketahui Lulusan Hukum
Mulai dari terminologi umum dan hierarki peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal, organ perusahaan terbuka, penawaran umum, RUPS hingga pelaporan dan keterbukaan informasi publik baik secara teori maupun praktik.
CR-25
0
Mau Jadi Lawyer Capital Market? Ini Gambaran yang Perlu Diketahui Lulusan Hukum
Partner Assegaf Hamzah & Partners (AHP), Mohammad Renaldi Zulkarnain, memberikan gambaran kepada peserta talkshow dalam kegiatan Days of Law Career (DOLC 2018). Foto: CR-25

Meningkatnya aktivitas jual beli saham pada bursa saham tentu membuat semakin meningkatnya angka kebutuhan terhadap jasa lawyer di bidang pasar modal. Selain merupakan spesialisasi yang menarik untuk digeluti, capital market atau pasar modaljuga merupakan spesialisasi yang cukup menggiurkan dalam profesi corporate lawyer.

 

Namun untuk menjadi seorang lawyer di bidang capital market, tentu lulusan hukum harus mampu memahami berbagai aturan dan kebijakan di bidang hukum pasar modal, baik secara teori maupun praktik. Sehingga saat terjun sebagai lawyer capital market, mereka sudah tidak asing lagi dengan transaksi-transaksi yang akan djumpai di bidang capital market tersebut.

 

Pada kegiatan Days of Law Career (DOLC 2018), Partner Assegaf Hamzah & Partners (AHP), Mohammad Renaldi Zulkarnain, memberikan gambaran kepada peserta talkshow yang berminat pada spesialisasi capital market. Mulai dari pemahaman terkait terminologi-terminologi umum di bidang pasar modal, hierarki peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal, organ perusahaan terbuka, penawaran umum, rapat umum pemegang saham (RUPS) hingga pelaporan dan keterbukaan informasi kepada publik harus diketahui oleh lulusan hukum.

 

Menurut Renaldi, secara hierarki aturan terdapat dua undang-undang yang menjadi rujukan di bidang pasar modal, yakni UU No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal dan UU No. 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Di bawah hierarki UU tersebut, terdapat 2 peraturan pelaksana (PP) yang terdiri dari PP No. 45 Tahun 1995 tentang Penyelenggaraan Kegiatan di Bidang Pasar Modal dan PP No. 46 Tahun 1995 tentang Tata Cara Pemeriksaan di Bidang Pasar Modal.

 

Di samping pada tingkatan undang-undang dan peraturan pelaksana, seorang lawyer capital market juga perlu tahu lembaga apa saja yang mengeluarkan aturan terkait pasar modal. Sebagai lembaga yang bertugas mengawasi aktivitas pasar modal, OJK memiliki wewenang untuk mengeluarkan aturan di bidang pasar modal. Sebelum lahirnya OJK, lembaga yang bertugas mengawasi aktivitas pasar modal adalah Bapepam-LK. Sehingga pasca berubahnya Bapepam-LK menjadi OJK, maka banyak peraturan Bapepam-LK yang kemudian berubah menjadi peraturan OJK.

 

Selain OJK, juga terdapat tiga SRO (Self Regulatory Organization) yang terdiri dari BEI (Bursa Efek Indonesia), KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia) dan KPEI (Kliring Penjaminan Efek Indonesia) yang masing-masing dapat mengeluarkan peraturannya tersendiri, sehingga bagi perusahaan publik atau terbuka juga harus mematuhi ketentuan dari tiga SRO tersebut.

 

(Bacalah: Perbedaan Komisaris Independen dengan Komisaris Utusan)

 

Terkait organ perusahaan, Renaldi menjelaskan bahwa antara organ perusahaan terbuka dengan perusahaan tertutup sebenarnya tidak jauh berbeda. “Pada perusahaan tertutup biasanya terdiri dari organ yang sifatnya standar seperti RUPS, Direksi dan Komisaris,” jelasnya.

 

Sedangkan berdasarkan ketentuan OJK/IDX, suatu perusahaan terbuka harus memiliki organ perusahaan yang lebih banyak dan spesifik seperti komisaris independen yang diatur secara khusus, adanya kewajiban memiliki corporate secretary, direktur tidak terafiliasi, unit audit internal, komite audit, komite remunerasi dan nominasi serta komite lainnya.

 

“Keharusan adanya komisaris independen maupun direktur tidak terafiliasi dalam suatu perusahaan terbuka adalah karena mereka dianggap mewakili kepentingan dari pemegang saham publik” ujar Renaldi.

 

Hal lain yang penting diperhatikan calon lawyer capital market adalah mekanisme penawaran saham perdana yang dikenal juga dengan initial public offering (IPO) dan penawaran umum lanjutan dengan penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). IPO merupakan salah satu mekanisme dalam pasar modal yang digunakan sebagai jalur alternatif untuk memperbesar atau menambah modal perusahaan tanpa harus melakukan pinjaman dari bank atau pihak lain.

 

Sebelumnya, pernah dibahas dalam klinik hukumonline, bahwa IPO merupakan kegiatan penawaran efek yang dilakukan oleh emiten untuk menjual efek kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur dalam undang-undang. Namun emiten yang dapat melakukan penawaran umum hanyalah emiten yang telah terdaftar pada OJK.

 

(Bacalah: Perubahan Status Perusahaan Menjadi Go Public)

 

Renaldi melanjutkan, untuk bisa IPO ada step-step tertentu yang harus dilalui perusahaan antara lain; emiten harus melakukan pernyataan pendaftaran kepada OJK sekaligus memasukkan aplikasi listing kepada bursa. Kemudian, dalam proses pendaftaran harus memenuhi persyaratan seperti harus ada prospektus, harus ada legal opini dari konsultan hukum, harus ada audit laporan keuangan dari kantor akuntan publik independen yang semuanya itu akan di review oleh OJK.

 

Selanjutnya, OJK akan memberikan tanggapan terhadap pernyataan pendaftaran yang di submit untuk diberikan jawaban oleh konsultan hukum, akuntan dan dibantu juga oleh penjamin pelaksana untuk menjawab terkait aspek keterbukaan (prospektus).

 

Setelah jawaban terhadap pernyataan pendaftaran dianggap cukup oleh OJK, maka OJK akan melakukan izin publikasi (Pra Efektif). Kemudian, masuk ke dalam tahapan book building, di mana pada tahapan tersebut bertujuan untuk mencari harga saham dan jumlah saham yang akan di perjual belikan hingga sampai pada kesepakatan antara underwriter dan emiten terkait harga per-saham.

 

Setelah diketahui harga per saham maka kembali di ajukan kepada OJK berapa saham yang akan ditawarkan ke publik. “Kemudian barulah OJK mengeluarkan pernyataan efektif. Emiten baru boleh menawarkan sahamnya ke publik pasca pengeluaran pernyataan efektif ini,” jelas Renaldi.

 

Namun bagi Renaldi, pemahaman sebatas teori-teori saja tidaklah cukup untuk menjadi seorang lawyer capital market. “Untuk memahami betul penerapan aturan di bidang pasar modal, lulusan hukum harus terjun langsung menganalisa kasus per kasus yang berkaitan dengan pasar modal,” katanya.

 

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.