Rabu, 04 April 2018
Kresna Panggabean Jadi Partner di TNB & Partners, Nadia Soraya Pindah Jadi Partner ke HHP
Dinamika lazim dalam firma hukum. Datang dan perginya partner termasuk founding partner.
Normand Edwin Elnizar
0
Kresna Panggabean Jadi Partner di TNB & Partners, Nadia Soraya Pindah Jadi Partner ke HHP
Nadia Soraya Pindah menjadi Partner ke HHP Law Firm dan Kresna Panggabean menjadi Partner di TNB & Partners.

Dua tahun Norton Rose Fulbright menjalin kemitraan dengan TNB & Partners, para partner dari firma hukum ini masih sebatas para founding partner yaitu Tasdikiah Siregar, Nadia Soraya dan Benny Bernarto. Namun sejak 14 Maret 2018 lalu, salah satu associate yang telah lama bergabung untuk tim Norton Rose Fulbright di Jakarta diangkat sebagai partner baru TNB & Partners. Dua minggu berselang, Nadia Soraya diumumkan berpindah ke HHP Law Firm sebagai partner.

 

Kresna Panggabean tercatat sebagai salah satu corporate lawyer yang bergabung di TNB & Partners sejak didirikan Januari 2016. Saat itu, TNB & Partners langsung menjalin kemitraan dengan jaringan firma hukum asing Norton Rose Fulbright. Namun, Kresna sendiri bukan orang baru bagi Norton Rose Fulbright karena sejak tahun 2006 ia tercatat selalu menjadi bagian dari firma hukum afiliasi Norton Rose Fulbright di Indonesia.

 

Meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia pada tahun 1999, Kresna juga seorang Konsultan Hak Kekayaan Intelektual tersertifikasi. Pertama kali terjun dalam praktik hukum sebagai paralegal di tahun 1999, Kresna kini telah berpengalaman lebih dari 18 tahun sebagai corporate lawyer.

 

Bidang yang menjadi spesialisasinya antara lain pertambangan, sumber daya, dan agribisnis. Ia juga kerap menangani merger dan akuisisi, joint venture, permasalahan ketenagakerjaan, termasuk di dalamnya penyusunan kontrak kerja dan pemutusan hubungan kerja.

 

Kresna yang sebelumnya menampati posisi special counsel telah menangani beragam transaksi perusahaan nasional dan multinasional pada sektor industri energi dan sumber daya, teknologi dan layanan kesehatan, serta beragam pelaksanaan kepatuhan hukum oleh perusahaan terhadap regulasi pemerintah.

 

(Baca Juga: Kiat Partner Law Firm Ternama Bertahan Puluhan Tahun Sebagai Corporate Lawyer)

 

Managing partner TNB & Partners, Tasdikiah Siregar, dalam rilis TNB & Partners menyambut baik promosi Kresna sebagai partner barunya. Lawyer wanita yang akrab disapa Yaya ini mengakui keahlian mumpuni Kresna dalam praktik korporasi dan meyakini peran Kresna akan menjadikan TNB sebagai firma hukum yang kian diperhitungkan.

 

“Saya ucapkan selamat atas capaian Kresna di titik tolak penting dalam kariernya ini. Kresna akan berperan besar dalam layanan kami untuk korporasi dan M&A, baik lingkup Indonesia maupun Asia Pasifik, juga akan mengembangkan bidang praktik penyelesaian sengketa oleh TNB,” katanya.

 

Atas promosinya ini Kresna mengaku sangat bersemangat dan optimis memberikan layanan terbaik bagi kebutuhan klien mereka di tingkat domestik dan internasional. “Saya siap untuk berperan mengembangkan peluang yang ada, berkerjasama lebih jauh lagi dengan para kolega di TNB & Partners dan jaringan Norton Rose di Australia dan Asia Pasifik,” pungkasnya.  

 

Sementara itu, baru saja pada Senin (2/4) kemarin HHP Law Firm mengumumkan pengangkatan partner barunya melalui rilis di situsnya yaitu Nadia Soraya. (Baca Juga: Maurice Maulana Situmorang, Partner Baru HPRP di Ulang Tahun ke-28)

 

Founding partner TNB & Partners ini selanjutnya menjadi partner dalam Finance & Projects Practice Group di HHP Law Firm. Nadia Soraya dikenal memiliki fokus pada bidang perbankan dan jasa keuangan. Sektor industri yang banyak ditanganinya terkait energi, pertambangan, dan infrastruktur.

 

Nadia menangani berbagai permasalahan pembiayaan dan transaksi korporasi termasuk di antaranya project finance hingga merger dan akuisisi. Nadia juga memiliki keahlian khusus dalam menangani sektor ketenagalistrikan dan sumber daya alam, di mana Nadia kerap memberikan nasehat hukum terkait pembiayaan proyek tersebut.

 

Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang tersebut, Nadia telah menangani beragam perkara energi, pertambangan, infrastruktur, restrukturisasi hingga merger dan akuisisi.

 

Managing Partner HHP Law Firm, Timur Sukirno, menyambut baik bergabungnya Nadia dalam HHP Law Firm. “Pengalaman signifikan Nadia menjadi cerminan komitmen untuk fokus dalam spesialisasi kami,” katanya.

 

Atas sambutan ini, Nadia menyatakan siap memperkuat tim HHP Law Firm. “Saya sangat bersemangat menjadi bagian dari HHP Law Firm yang selalu dicari klien untuk menangani kompleksitas perkara mereka di sektor energi dan infrastruktur. Sudah tidak sabar lagi memperkuat tim dengan pengalaman saya,” ujarnya.

 

Koreksi

 

1. Quotes untuk Timur Sukirno pada Paragraf 13

Tertulis: “Pengalaman signifikan Nadia menjadi cerminan komitmen untuk fokus dalam spesialisasi kami,” katanya.

 

Revisi: “Kami sangat senang atas bergabungnya Nadia dengan HHP Law Firm. Kami fokus untuk memperkuat spesialisasi sektor energi dan infrastruktur. Dengan penambahan pengalaman Nadia yang signifikan dalam project dan project finance di sektor energi, infrastruktur dan sumber daya mineral, komitmen kami tersebut terefleksikan dengan lebih baik,” katanya.

 

2. Quotes untuk Nadia Soraya pada Paragraf 14

Tertulis: “Saya sangat bersemangat menjadi bagian dari HHP Law Firm yang selalu dicari klien untuk menangani kompleksitas perkara mereka di sektor energi dan infrastruktur. Sudah tidak sabar lagi memperkuat tim dengan pengalaman saya,” ujarnya.

 

Revisi: Saya sangat senang dapat bergabung dengan HHP Law Firm dan menjadi bagian dari tim yang secara konsisten dipilih untuk mendampingi klien dalam transaksi kompleks di sektor energi dan infrastruktur. Saya berharap dapat membagi pengalaman saya untuk memperkuat tim di HHP Law Firm dalam transaksi penting yang merupakan market-leading transactions,” ujarnya.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.