Rabu, 18 April 2018
Dody Waluyo Resmi Dilantik Jadi Deputi Gubernur BI
Agus Sahbani
0

Dody Budi Waluyo resmi dilantik jadi Deputi Gubernur Bank Indonesia periode 2018-2023 setelah mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Ketua Mahkamah Agung (MA).

 

"Tidak memberikan atau menjanjikan apapun kepada siapapun juga dalam memangku jabatan Deputi Gubernur Bank Indonesia. Saya bersumpah akan menjalankan tugas sebagai Deputi Gubernur BI sebaik-baiknya. Saya bersumpah akan setiap kepada konstitusi dan haluan negara," kata Dody saat mengucapkan sumpah jabatan yang dipimpin Ketua MA Hatta Ali di Gedung MA Jakarta seperti dikutip Antara, Rabu (18/4/2018).

 

Pengangkatan Dody sebagai Deputi Gubernur BI sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 69/P/2018. Dody, bankir karir Bank Sentral resmi menggantikan seniornya Perry Warjiyo yang habis masa jabatan. Namun, Perry akan kembali ke BI pada 23 Mei 2018 sebagai orang nomor satu di Bank Sentral.

 

Perry akan dilantik menjadi Gubernur BI menggantikan Agus Martowardojo. Dody sebelumnya menjabat sebagai Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI.

 

Dody telah mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk periode 2018-2023 di Komisi XI DPR RI. Dalam fit and proper test tersebut, Dody memaparkan visi misinya apabila terpilih sebagai Deputi Gubernur BI.

 

"Visi kami adalah memperkuat peran strategis BI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan dan inklusif," kata Dody pada 27 Maret 2018 lalu.

 

Sementara misi yang akan diusung, yakni menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, menjaga sistem stabilitas keuangan, meningkatkan peran sistem pembayaran untuk perekonomian, serta memperkuat sinergi kebijakan dengan pemangku kepentingan terkait.

 

Kemudian, Dody dinyatakan lolos fit and proper test pada 28 Maret 2018. "Kami putuskan secara musyawarah dan mufakat dari 10 fraksi memutuskan Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI dan Dody Budi Waluyo sebagai Deputi Gubernur BI," kata Ketua Komisi XI DPR RI, Melchias Markus Mekeng.

 

Mekeng mengatakan, keputusan tersebut diambil karena Dody dan Perry dinilai memiliki rekam jejak yang mumpuni, khususnya di bidang moneter. "Keduanya ini memiliki rekam jejak yang sangat mumpuni, dua-duanya dulu bidang moneter," kata dia.

 

DPR mengharapkan ke depan keputusan ini bisa membuat Bank Sentral memiliki tim kerja yang hebat, khususnya dalam mengeluarkan kebijakan baik di moneter maupun makroprudensial.

 

"Ini saja yang dapat kami sampaikan dan Pak Dody dulu bawahan Pak Perry, dan menurut hemat saya ini suatu kombinasi team work yang bagus dengan deputi gubernur yang lain," ujar dia.

 

"Harapan kami, BI bisa jaga stabilitas rupiah dan inflasi agar lebih baik lagi. Karena di kurs ada gangguan, kita langsung panik. Padahal ekonomi kita sedang sehat. Saya harap demikian," kata Mekeng. (ANT)

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.