Kamis, 17 Mei 2018
Trimoelja D. Soerjadi, Sang Pengacara Pedesaan Itu Tutup Usia
Selamat jalan Pak Tri! Semoga diterima dengan damai di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Norman Edwin Elnizar
1
Trimoelja D. Soerjadi, Sang Pengacara Pedesaan Itu Tutup Usia
Trimoelja D. Soerjadi berjalan di koridor kantor hukumnya di Surabaya akhir tahun 2017 lalu. Foto: NEE

Advokat senior Trimoelja D. Soerjadi  meninggal dunia pagi ini Kamis (17/5) pukul 6.32 WIB di Surabaya. Setelah berjuang menghadapi sakit infeksi paru-paru, Pak Tri-begitu sapaan akrabnya- yang lahir pada 7 Januari 1939 ini menghembuskan napas terakhir di usianya yang ke-79 tepat di hari pertama bulan puasa Ramadhan 1439 H.

 

Berdasarkan keterangan yang hukumonline peroleh dari Retno, Sekretaris di Kantor Hukum Trimoelja D. Soerjadi, almarhum sejak 5 Mei 2018 lalu telah masuk RS Mitra Keluarga Surabaya. “Di ICU beberapa hari ini,” kata Retno kepada hukumonline melalui sambungan telepon.

 

Trimoelja adalah satu dari sedikit advokat kawakan Indonesia yang kiprahnya dikenal dan dikenang di pentas nasional. Salah satu kasus besar yang melambungkan namanya adalah pembelaan terhadap pembunuhan aktivis buruh bernama Marsinah. Keteguhannya menangani kasus Marsinah yang menarik perhatian nasional dan internasional kala itu membuatnya mendapat Anugerah Yap Tiam Hien sebagai penghargaan atas komitmen membela hak-hak asasi manusia.

 

Keberaniannya menghadapi berbagai ancaman dan tekanan dalam menegakkan hukum tercatat dalam sejumlah kasus lainnya. Ia pernah membela kasus-kasus yang menimpa kalangan pers. Salah satunya saat mengadvokasi gugatan terhadap keputusan Menteri Penerangan Harmoko. Di lain waktu, ia tak menolak mewakili tentara untuk menggugat media massa asing yang telah menjatuhkan fitnah kepada Panglima TNI.

 

Kasus besar terakhir yang ditangani Pak Tri adalah pembelaan terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk dakwaan penodaan agama. Di usia senjanya, ia memimpin Tim Advokasi Bhineka Tunggal Ika di Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang bersidang di auditorium Kementerian Pertanian. Kasus ini juga menjadi awal menurunnya kondisi kesahatan Pak Tri. Kelelahan menangani kasus besar ini membuatnya harus keluar masuk menjalani perawatan di Rumah Sakit.

 

Tulisan Berseri tentang Sosok Trimoelja D. Soerjadi:

 

Sosok advokat senior ini kerap kali menyebut dirinya dengan bangga sebagai advokat pedesaan. Pak Tri lebih memilih berkarier dari kota kelahirannya di Surabaya selama 50 tahun lebih meskipun berbagai tawaran dan kesempatan pernah mampir mengajaknya ke Jakarta.  “Saya ini kan dilahirkan dan dibesarkan di Surabaya. Saya ini bonek asli. Ah itu yang saya tidak ingin saya tinggalkan. Saya tidak boleh lupa asal usul saya. Gitu aja,” katanya pada hukumonline dalam sesi wawancara khusus kami November 2017 tahun lalu.

 

Wafatnya Pak Tri adalah sebuah kehilangan yang  berbekas mendalam atas perginya sosok teladan dalam dunia penegakan hukum Indonesia. Tak banyak advokat besar yang mampu bertahan di jalan lurus seperti dirinya dalam menegakkan keadilan hingga ajal menjemput. Di tengah muramnya dunia penegakan hukum Indonesia, rekam jejak Pak Tri menjadi barang langka yang dirindukan.

 

Dalam catatan hukumonline saat mewawancarai Pak Tri, masih terkenang bagaimana dengan tegas  ia menolak menghalalkan segala cara dalam menangani perkara. Ia berani mengusir para klien yang datang dengan permintaan untuk menyuap hakim atau pihak manapun untuk memenangkan kasus. Bagi Pak Tri uang bukanlah segalanya. Ada kehormatan yang harus dijaga dalam menjalani profesi advokat.

 

“Rezeki itu datangnya dari Allah. Kalau kita di jalan yang lurus, semuanya apa yang kita dapat itu kan barokah. Tapi kalau nyuap, itu kan haram, ya kan,” katanya saat wawancara bersama hukumonline di kantornya di Jalan Embong Sawo, Surabaya.

 

Berdasarkan informasi Retno, jenazah Pak Tri akan dimakamkan siang ini di Surabaya. “Mungkin sekitar jam 1-an, nunggu kakaknya datang dari Jakarta, dimakamkan di Keputih, Sukolilo,” kata Retno.

 

Selamat jalan Pak Tri! Semoga damai di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Amin.

terima kasih
 - dwi dewanto
21.05.18 18:24
trims utk semua kerja baiknya,termasuk membela pak ahok
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.