Selasa, 22 May 2018
Pertanyaan :
Produk Impor yang Wajib Mencantumkan Manual Berbahasa Indonesia
1. Produk barang/jasa impor apa saja yang harus menggunakan instruksi (petunjuk penggunaan) dalam Bahasa Indonesia? 2. Apakah produk senter impor, baterai impor, dan sejenisnya harus mencantumkan petunjuk penggunaan/manual berbahasa Indonesia?
Jawaban :
Intisari:
 
 
Mengenai pencantuman informasi dan/atau petunjuk penggunakan barang dalam Bahasa Indonesia, secara umum dapat dilihat ketentuannya pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (“UU Perlindungan Konsumen”). Sedangkan untuk produk telematika dan elektronika dapat dilihat lebih lanjut dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 19/M-DAG/PER/5/2009 tentang Pendaftaran Petunjuk Penggunaan (Manual) dan Kartu Jaminan/Garansi Purna Jual dalam Bahasa Indonesia Bagi Produk Telematika dan Elektronika (“Permendag 19/2009”).
 
Pada dasarnya, UU Perlindungan Konsumen mewajibkan pelaku usaha (termasuk importir) yang akan memperdagangkan barang-barang di Indonesia mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam Bahasa Indonesia. Akan tetapi, untuk baterai yang Anda sebutkan, barang tersebut tidak termasuk barang yang wajib dilengkapi dengan petunjuk penggunaan berdasarkan Permendag 19/2009.
 
Meski demikian, karena dalam UU Perlindungan Konsumen mewajibkan pelaku usaha untuk mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam bahasa Indonesia, maka kami menyarankan agar importir tetap mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan baterai atau senter tersebut.
 
Sebagai tambahan informasi, jika baterai yang Anda maksud adalah baterai/aki kendaraan bermotor, barang tersebut termasuk dalam barang yang wajib dicantumkan label berbahasa Indonesia berdasarkan Lampiran III Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 73/M-DAG/PER/9/2015 Tahun 2015 tentang Kewajiban Pencantuman Label Dalam Bahasa Indonesia Pada Barang.
 
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.
 
 
 
Ulasan:
 
Terima kasih atas pertanyaan Anda.
 
Importir Merupakan Pelaku Usaha
Guna menyederhanakan jawaban, karena Anda menanyakan mengenai barang impor, maka kami akan mengulas tentang kewajiban importir mencantumkan petunjuk penggunaan barang yang diimpornya dalam Bahasa Indonesia.
 
Importir adalah orang perorangan atau badan usaha yang berbentuk badan hukum atau bukan badan hukum yang melakukan kegiatan impor. Demikian definisi importir yang dinyatakan dalam Pasal 1 angka 1 dan angka 3 Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 70/M-DAG/PER/9/2015 Tahun 2015 tentang Angka Pengenal Importir (“Permendag 70/2015”).
 
Dari definisi importir di atas dapat kita ketahui bahwa importir merupakan pelaku usaha. Importir sebagai pelaku usaha ini juga dinyatakan dalam Pasal 1 angka 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (“UU Perlindungan Konsumen”) yang berbunyi:
 
Pelaku usaha adalah setiap orang perseorangan atau badan usaha, baik yang berbentuk badan hukum maupun bukan badan hukum yang didirikan dan berkedudukan atau melakukan kegiatan dalam wilayah hukum negara Republik Indonesia, baik sendiri maupun bersama-sama melalui perjanjian menyelenggarakan kegiatan usaha dalam berbagai bidang ekonomi.
 
Berdasarkan Penjelasan Pasal 1 angka 3 UU Perlindungan Konsumen, pelaku usaha yang termasuk dalam pengertian ini adalah perusahaan, korporasi, koperasi, BUMN, koperasi, importir, pedagang, distributor, dan lain-lain.
 
Kewajiban Pelaku Usaha Mencantumkan Petunjuk Penggunaan Barang dalam Bahasa Indonesia Berdasarkan UU Perlindungan Konsumen
Sehubungan dengan pencantuman petunjuk penggunaan barang dalam Bahasa Indonesia oleh importir, Pasal 8 ayat (1) huruf j UU Perlindungan Konsumen mengatur sebagai berikut:
 
Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang: tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
 
Pelaku usaha yang melanggar ketentuan ini dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Rp 2 miliar.[1]
 
Berdasarkan ketentuan ini, dapat kita ketahui bahwa pelaku usaha (termasuk importir) yang akan memperdagangkan barang-barang di Indonesia, harus mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam Bahasa Indonesia.
 
Kewajiban Pencantuman Petunjuk Penggunaan dalam Bahasa Indonesia Bagi Produk Telematika dan Elektronika
Bagi produk elektronika dan telematika, ada produk-produk yang diwajibkan menggunakan petunjuk penggunaan (manual) berbahasa Indonesia yang diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 19/M-DAG/PER/5/2009 tentang Pendaftaran Petunjuk Penggunaan (Manual) dan Kartu Jaminan/Garansi Purna Jual dalam Bahasa Indonesia Bagi Produk Telematika dan Elektronika (“Permendag 19/2009”).
 
Dalam Permendag 19/2009 tersebut diatur bahwa setiap produk telematika dan elektronika yang diproduksi dan/atau diimpor untuk diperdagangkan di pasar dalam negeri wajib dilengkapi dengan petunjuk penggunaan dan kartu jaminan dalam Bahasa Indonesia.[2]
 
Mengenai produk telematika dan elektronika apa saja yang harus dilengkapi dengan manual berbahasa Indonesia, dapat dilihat dalam Lampiran I Permendag 19/2009 tersebut.
 
Terkait pertanyaan Anda, kami ambil contoh barang berupa baterai, berdasarkan penelusuran kami baterai tidak termasuk dalam barang-barang yang harus mencantumkan petunjuk penggunaan/manual berbahasa Indonesia sebagaimana disebutkan dalam Lampiran Permendag 19/2009.[3]
 
Ketentuan Mencantumkan Label Dalam Bahasa Indonesia
Akan tetapi, sebagai tambahan informasi, salah satu barang yang Anda sebutkan, yaitu baterai, termasuk sebagai barang yang wajib mencantumkan label dalam Bahasa Indonesia.
 
Berdasarkan Lampiran III Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 73/M-DAG/PER/9/2015 Tahun 2015 tentang Kewajiban Pencantuman Label Dalam Bahasa Indonesia Pada Barang (“Permendag 73/2015”), baterai yang wajib mencantumkan label dalam Bahasa Indonesia adalah baterai/aki kendaraan bermotor.
 
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya UU Perlindungan Konsumen mewajibkan pelaku usaha untuk mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam bahasa Indonesia, maka kami menyarankan agar importir tetap mencantumkan petunjuk penggunaan baterai tersebut.
 
Sedangkan untuk baterai/aki kendaraan bermotor, barang tersebut termasuk dalam barang yang wajib dicantumkan label berbahasa Indonesia berdasarkan Lampiran III Permendag 73/2015.
 
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.
 
Dasar hukum:
 
 

[1] Pasal 62 ayat (1) jo. Pasal 8 UU Perlindungan Konsumen
[2] Pasal 2 ayat (1) Permendag 19/2009
[3] Pasal 4 jo. Pasal 2 ayat (1) Permendag 19/2009


Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
MITRA : Bung Pokrol
Made Wahyu Arthaluhur, S.H. mendapatkan gelar sarjana hukum dari Universitas Indonesia pada 2018 dengan mengambil Program Kekhususan I (Hukum tentang Hubungan Antar Sesama Anggota Masyarakat)