Selasa, 23 Mei 2017
Dibaca: 77617
Pertanyaan :
Ketentuan Jam Kerja Selama Bulan Ramadhan
Saya ingin menanyakan mengenai jam kerja selama bulan Ramadhan (Puasa) atau pada hari keagamaan lainnya apakah masih tetap sama waktu kerjanya yaitu 8 jam/hari atau 40 jam/minggu? Dan mohon diberikan dasar peraturannya. Saya mohon penjelasannya segera dan terima kasih banyak.
Jawaban :

Artikel di bawah ini adalah pemutakhiran dari artikel dengan judul yang sama yang dibuat oleh Diana Kusumasari, S.H., M.H. dan pernah dipublikasikan pada Rabu, 18 Juli 2012.

 

Intisari:

 

 

Mengenai waktu kerja, pada dasarnya tidak ada ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (“UU Ketenagakerjaan”) yang secara tegas mengatur perbedaan waktu kerja pada bulan Ramadhan atau hari keagamaan lainnya dengan hari-hari biasa lainnya.

 

Akan tetapi, jam kerja selama bulan Ramadhan dapat ditentukan lebih lanjut dalam suatu keputusan Gubernur atau surat edaran bagi PNS dan SK Direksi bagi pegawai swasta.

 

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak artikel

 

 

 

Ulasan:

 

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

 

Waktu Kerja Menurut UU Ketenagakerjaan

Mengenai waktu kerja, pada dasarnya tidak ada ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (“UU Ketenagakerjaan”) yang secara tegas mengatur perbedaan waktu kerja pada bulan Ramadhan atau hari keagamaan lainnya dengan hari-hari biasa lainnya. Waktu kerja karyawan mengacu pada ketentuan Pasal 77 ayat (2) UU Ketenagakerjaan, yaitu:

a.    7 (tujuh) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu; atau

b.    8 (delapan) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu.

 

Akan tetapi, pada prinsipnya, setiap pengusaha wajib memberikan kesempatan yang secukupnya kepada pekerja untuk melaksanakan ibadah yang diwajibkan oleh agamanya.[1]

 

Yang dimaksud kesempatan secukupnya yaitu menyediakan tempat untuk melaksanakan ibadah yang memungkinkan pekerja/buruh dapat melaksanakan ibadahnya secara baik, sesuai dengan kondisi dan kemampuan perusahaan.[2]

 

Waktu Kerja Selama Bulan Ramadhan 

Meski demikian, pada praktiknya, khususnya Pegawai Negeri Sipil ("PNS") di lingkungan instansi pemerintah tertentu, ada kebijakan-kebijakan terkait waktu kerja pada bulan Ramadhan yang tertuang dalam surat keputusan pimpinan lembaga yang bersangkutan.

 

Salah satu contohnya adalah dengan dikeluarkannya Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 911 Tahun 2017 tentang Pengaturan Jam Kerja Selama Bulan Suci Ramadhan Tahun 2017 M/1438 H (“Kepgub DKI Jakarta 911/2017”) yang mengatur jam kerja dalam Bulan Suci Ramadhan Tahun 2017/1438 H bagi pegawai yang bekerja di lingkungan Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, kecuali para Guru/Penjaga Sekolah dengan ketentuan sebagai berikut:

 

Hari

Jam Kerja Selama Bulan Suci Ramadhan

Istirahat

 

Senin s.d. Kamis

 

Pukul 07.00 s.d.

Pukul 14.00

 

Pukul 12.00 s.d.

Pukul 12.30

     

Jumat

Pukul 07.00 s.d.

Pukul 14.30

Pukul 11.30 s.d.

Pukul 12.30

     

 

Untuk pelaksanaan jam kerja bagi Guru/Penjaga Sekolah pengaturannya dilakukan tersendiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.[3]

 

Contoh lain adalah sebagaimana yang diatur dalam Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 20 Tahun 2017 tentang Penetapan Jam Kerja ASN, TNI, dan Polri Pada Bulan Ramadhan (“SE MENPAN 20/2017”) mengenai ketentuan jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN), Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian RI (Polri) yaitu sebagai berikut:

 

-    Bagi instansi pemerintah yang memberlakukan 5 (lima) hari kerja, jadwal Senin sampai Kamis pukul 08.00-15.00 dengan waktu istirahat pukul 12.00-12.30. Sementara pada Jumat, jam kerja pukul 08.00-15.30 dengan waktu istirahat pukul 11.30-12.30.

 

-    Bagi instansi pemerintah yang memberlakukan 6 (enam) hari kerja, jadwal Senin hingga Kamis, dan Sabtu pukul 08.00 hingga 14.00 dengan waktu istirahat pukul 12.00-12.30. Sementara pada Jumat, jam kerja pukul 08.00-14.30 WIB dengan waktu istirahat pukul 11.30 hingga 12.30.

 

-    Jumlah jam kerja efektif bagi instansi pemerintah pusat dan daerah yang melaksanakan lima atau enam hari kerja selama Ramadhan, minimal 32,50 jam per minggu. Ketentuan lebih lanjut pelaksanaan mengenai jam kerja, diatur oleh pimpinan instansi pemerintah pusat dan daerah masing-masing dengan menyesuaikan situasi dan kondisi setempat.

   

Sementara itu, dalam praktik di perusahaan-perusahaan swasta tertentu juga ada yang mengeluarkan kebijakan terkait dengan waktu kerja di bulan Ramadhan, misalnya jam kerja yang biasa berlaku adalah mulai pukul 09.00 s.d. 18.00 WIB (untuk hari kerja Senin-Jumat). Sementara, selama bulan Ramadhan jam kerja adalah mulai pukul 08.00 s.d. 16.00 WIB. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan para pekerja yang berpuasa akan membutuhkan waktu untuk perjalanan pulang maupun menyiapkan buka puasa.

 

Jadi, pada dasarnya tidak ada ketentuan mengenai waktu kerja pada bulan Ramadhan dalam UU Ketenagakerjaan. Akan tetapi, jam kerja selama bulan Ramadhan dapat ditentukan lebih lanjut dalam suatu keputusan Gubernur atau surat edaran bagi PNS (seperti contoh di atas) dan SK Direksi bagi pegawai swasta.

 

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

 

Dasar hukum:

1.    Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan;

2.    Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 911 Tahun 2017 tentang Pengaturan Jam Kerja Selama Bulan Suci Ramadhan Tahun 2017 M/1438 H;

3.    Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 20 Tahun 2017 tentang Penetapan Jam Kerja ASN, TNI, dan Polri Pada Bulan Ramadhan.

 



[1] Pasal 80 UU Ketenagakerjaan

[2] Penjelasan Pasal 80 UU Ketenagakerjaan

[3] Bagian Ketiga Kepgub DKI Jakarta 911/2017

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Justika.com adalah terknologi terbaru hukumonline yang bekerja sebagai pusat informasi yang mempertemukan antara pencari bantuan hukum dan para profesional hukum dibidangnya masing-masing.

Temukan profesional hukum sesuai dengan permasalahan anda didalam jaringan justika.com
MITRA : Bung Pokrol
Tri Jata Ayu Pramesti mendapatkan gelar sarjana hukum dari Universitas Indonesia pada 2011 dengan mengambil Program Kekhususan IV (Hukum tentang Kegiatan Ekonomi).