Jumat, 17 Pebruari 2012
Dibaca: 24557
Pertanyaan :
Desain Pakaian yang Dilindungi UU Hak Cipta
Saya mempunyai perusahaan clothing independent di Bandung. Dalam produksi clothing kami setidak-tidaknya dalam satu minggu kami mengeluarkan rata-rata 5 design untuk diproduksi, saya khawatir salah satu design yang saya buat diambil/dicopy oleh orang lain. Kami berniat untuk mendaftarkan permohonan hak cipta, tetapi proses tersebut dinilai terlalu lama (3 bulanan). Apakah terdapat solusi lain yang diberikan oleh UU Hak Cipta?  
Jawaban :

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

 

Berbeda dengan bidang hak kekayaan intelektual (“HKI”) lainnya (seperti paten untuk penemuan, hak merek dan hak desain industri) yang mensyaratkan pendaftaran di Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM RI (“Ditjen HKI”) untuk memperoleh hak eksklusif dan perlindungan hukum, perlindungan hak cipta diberikan secara otomatis pada saat suatu karya cipta lahir atau terwujud (tanpa kewajiban mendaftarkan lebih dahulu). Namun demikian, pendesain sebagai pencipta, atau pihak lain sebagai pemegang hak cipta yang sah, dapat mendaftarkan hak ciptanya di Ditjen HKI, agar kepemilikan hak tersebut tercatat secara resmi, hal mana akan memudahkan pemilik hak dalam pembuktian pada saat terjadi sengketa apabila suatu saat pihak lain atau kompetitor mencuri karyanya dan mengklaim sebagai pemiliknya.

                                          

Sertifikat pendaftaran hak cipta biasanya diterbitkan oleh Ditjen HKI dalam waktu sekitar 1 (satu) tahun sejak diajukannya permohonan pendaftaran (bukan 3 bulan). Ada tahapan-tahapan yang harus dilalui oleh Ditjen HKI sehingga tidak memungkinkan pemberian pendaftaran dalam waktu yang singkat, di antaranya adalah pemeriksaan formalitas oleh Ditjen HKI. Namun, sebagaimana telah disebutkan, pendaftaran bukan merupakan syarat desain Anda mendapatkan perlindungan hukum berdasarkan hak cipta (Penjelasan Pasal 35 Ayat 4 UU No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta/UUHC). Untuk mengetahui siapa Pencipta dapat  juga melalui suatu pembuktian.

 

Apabila sertifikat pendaftaran hak cipta belum dimohonkan atau belum diperoleh, untuk membuktikan bahwa Anda adalah Pencipta yang berhak, dapat dengan cara menunjukkan dokumen-dokumen dan hal-hal lain terkait proses penciptaan desain, mulai dari sejarah dan inspirasi yang melatarbelakangi penciptaan, sketsa, blueprint, penggunaan desain dan portofolio foto-foto desain yang memuat keterangan jelas mengenai tanggal-tanggal pembuatan dan publikasi (misalnya, saat desain ditawarkan atau ditunjukkan pertama kali kepada pihak ketiga). Dokumen-dokumen tersebut sebaiknya  disimpan dengan baik untuk mendukung pembuktian kepemilikan hak cipta, terutama jika terjadi sengketa.

 

Desain pakaian yang dilindungi UUHC

 

Hak Cipta, merupakan hak eksklusif yang diberikan Negara kepada pencipta atas karya orisinal-nya di bidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra (Pasal 12 UUHC). Secara rinci Pasal 12 UUHC menentukan jenis-jenis ciptaan yang dilindungi UUHC*. Berkaitan dengan pendaftaran hak cipta atas desain pakaian,  perlu diperhatikan ketentuan Pasal 12 UUHC ini karena hanya desain-desain yang termasuk dalam  lingkup Ciptaan sesuai Pasal 12 UUHC tersebut yang dianggap sebagai obyek perlindungan hak cipta dan dapat didaftarkan hak ciptanya.

 

Dalam praktik, desain pakaian dapat memiliki dua pengertian. Pengertian yang pertama mengacu kepada desain bentuk pakaiannya sendiri (fungsional), dan pengertian yang lain mengacu pada desain-desain yang bersifat hiasan (ornamental) yang diaplikasikan pada pakaian.

 

Desain ornamental yang diaplikasikan pada pakaian pada umumnya merupakan ciptaan  yang termasuk dalam kategori seni rupa, seni batik atau karya-karya fotografi. Menurut Pasal 12 ayat (1) huruf f UUHC, yang termasuk lingkup seni rupa yaitu seni lukis, gambar, seni ukir, seni kaligrafi, seni pahat, seni patung, kolase dan seni terapan. Menurut Penjelasan pasal tersebut, yang dimaksud dengan gambar antara lain meliputi motif, diagram, sketsa, logo dan bentuk huruf indah, dan gambar tersebut dibuat bukan untuk tujuan desain industri. Sementara kolase, adalah komposisi artistik yang dibuat dari berbagai bahan (misalnya dari manik-manik, batu-batuan, kain, kertas, kayu) yang ditempelkan pada permukaan gambar. Dijelaskan pula bahwa seni terapan yang berupa kerajinan tangan, sejauh tujuan pembuatannya bukan untuk diproduksi secara massal, merupakan suatu Ciptaan.

 

Berdasarkan penjelasan di atas, pakaian sebagai sebuah barang fungsional (useful article), yang juga diproduksi secara industri (dan dalam jumlah masal), tidak dikategorikan sebagai obyek perlindungan hak cipta menurut Pasal 12 UUHC. Karenanya perlu diperhatikan bahwa pada saat pengajuan permohonan pendaftaran hak cipta, spesimen dari ciptaan  yang diajukan dalam permohonan adalah berupa  blueprint (model/prototype atau sketsa) dari desain yang termasuk dalam Pasal 12 UUHC tersebut di atas. Misalnya, gambar motif bunga, gambar motif batik atau  gambar logo-logo dengan bentuk huruf indah, tanpa menyebut/menyertakan barang di mana motif tersebut akan diaplikasikan (apakah pada pakaian, wall paper, kertas kado, dan lain sebagainya).

 

Berkaitan dengan perlindungan desain ini, Hak cipta melindungi pendesain atau pemegang hak cipta atas desain, dari pengumuman atau perbanyakan ciptaannya oleh pihak lain tanpa ijin pendesain atau pemegang hak cipta atas desain (Pasal 1 Butir 5 dan 6 UUHC**). Bukan merupakan pelanggaran hak cipta manakala kompetitor atau pihak lain hanya terinspirasi dari desain Anda dan menciptakan sendiri sebuah karya desain baru  (inspired-by design), karena hak cipta tidak melindungi sebuah ide, melainkan ekspresi yang dituangkan dari ide tersebut.

 

Demikian, semoga bermanfaat.

 

Catatan:

*   Pasal 12 Ayat (1) UUHC:

(1) Dalam Undang-undang ini Ciptaan yang dilindungi adalah Ciptaan dalam bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra, yang mencakup:

a.      buku, Program Komputer, pamflet, perwajahan (lay out) karya tulis yang diterbitkan, dan semua hasil karya tulis lain;

b.      ceramah, kuliah, pidato, dan Ciptaan lain yang sejenis dengan itu;

c.       alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan;

d.      lagu atau musik dengan atau tanpa teks;

e.      drama atau drama musikal, tari, koreografi, pewayangan, dan pantomim;

f.        seni rupa dalam segala bentuk seperti seni lukis, gambar, seni ukir, seni kaligrafi, seni pahat, seni patung, kolase,

1.      dan seni terapan;

g.      arsitektur;

h.      peta;

i.         seni batik;

j.        fotografi;

k.       sinematografi;

l.         terjemahan, tafsir, saduran, bunga rampai, database, dan karya lain dari hasil pengalihwujudan.

 

**  Yang dimaksud dengan Pengumuman dan Perbanyakan sesuai Pasal 1 Butir 5 dan 6 UUHC adalah:

1.      Pengumuman adalah pembacaan, penyiaran, pameran, penjualan, pengedaran, atau penyebaran suatu Ciptaan dengan menggunakan alat apa pun, termasuk media internet, atau melakukan dengan cara apa pun sehingga suatu Ciptaan dapat dibaca, didengar, atau dilihat orang lain.

2.      Perbanyakan adalah penambahan jumlah sesuatu Ciptaan, baik secara keseluruhan maupun bagian yang sangat substansial dengan menggunakan bahan-bahan yang sama ataupun tidak sama, termasuk mengalihwujudkan secara permanen atau temporer.

 

 

Dasar hukum:

Undang-Undang No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.