Rabu, 19 Oktober 2011
Dibaca: 15718
Pertanyaan :
Melaporkan Pelecehan Seksual di Tempat Kerja
Apakah seorang karyawati dapat melakukan pengaduan atau tuntutan atas peristiwa pelecehan seksual yang pernah dialaminya pada waktu lalu? Pada saat terjadi peristiwa, karyawati tersebut tidak berani bertindak karena takut dipecat bos. Saat ini dia sedang dalam proses PHK, dan dari rekan kerja lainnya diperoleh informasi ternyata bosnya memang suka berlaku kurang ajar terhadap para karyawatinya.  
Jawaban :

Sebenarnya UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (“UUK”) telah memberikan perlindungan bagi tenaga kerja yaitu dalam Pasal 86 ayat (1) UUK menyebutkan bahwa setiap buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas (a) keselamatan dan kesehatan; (b) moral dan kesusilaan; dan (c) perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai agama.

 

Namun, memang ketentuan yang secara spesifik mengatur mengenai pelecehan seksual di tempat kerja belum ada. Dalam salah satu artikel hukumonline, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofyan Wanandi mengatakan bahwa peraturan yang membahas pelecehan seksual di tempat kerja tidak jelas. Menurutnya, perangkat hukum tentang pelecehan seksual terbatas pada KUHP (Kitab UU Hukum Pidana, ed.). Sedangkan peraturan yang mengulas tentang bentuk-bentuk pelecehan seksual, sanksi maupun cara untuk menanggulangi pelecehan seksual khususnya di tempat kerja belum ada. Lebih jauh simak artikel Belum Jelas, Aturan Pelecehan Seksual di Tempat Kerja.

 

Istilah pelecehan seksual mengacu pada sexual harrasment yang diartikan sebagai unwelcome attention (Martin Eskenazi and David gallen, 1992) atau secara hukum didefinisikan sebagai "imposition of unwelcome sexual demands or creation of sexually offensive environments".

 

Dengan demikian, unsur penting dari pelecehan seksual adalah adanya ketidakinginan atau penolakan pada apapun bentuk-bentuk perhatian yang bersifat seksual. Sehingga bisa jadi perbuatan seperti siulan, kata-kata, komentar yang menurut budaya atau sopan santun (rasa susila) setempat adalah wajar. Namun, bila itu tidak dikehendaki oleh si penerima perbuatan tersebut maka perbuatan itu bisa dikategorikan sebagai pelecehan seksual sebagaimana diatur dalam pasal percabulan (baca Pasal 289 s.d. Pasal 296 KUHP). Baca juga Jerat Hukum dan Pembuktian Pelecehan Seksual.

 

Mengenai perbuatan cabul di tempat kerja, terutama bila dilakukan oleh atasan (bos) dapat kita temui ketentuannya dalam Pasal 294 ayat (2) angka 1 KUHP yaitu diancam dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun pejabat yang melakukan perbuatan cabul dengan orang yang karena jabatan adalah bawahannya, atau dengan orang yang penjagaannya dipercayakan atau diserahkan kepadanya. Namun, saat Anda melaporkan perbuatan pidana tersebut setidaknya Anda harus menyiapkan bukti-bukti, antara lain saksi-saksi atau visum et repertum yang dapat mendukung laporan Anda untuk kemudian ditindaklanjuti oleh penyidik Polri.

 

Pasal 294 ayat (2) angka 1 KUHP merupakan delik biasa (tindak pidana biasa) dan bukan delik aduan, maka yang berlaku adalah daluarsa penuntutan sebagaimana diatur dalam Pasal 78 ayat (1) angka 3 KUHP. Dan ancaman pidana yang berlaku adalah 7 (tujuh) tahun, sehingga dalam kasus ini daluarsanya adalah 12 (dua belas) tahun. Oleh karena itu, karyawati tersebut masih dapat melakukan penuntutan (dengan melaporkannya ke kepolisian) dalam jangka waktu 12 (dua belas) tahun sejak tindak pidana tersebut dilakukan.

 

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

 

Dasar hukum:

1.      Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (Wetboek van Strafrecht, Staatsblad 1915 No 73);

2.      Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

 

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Saat ini sudah tidak bekerja di Hukumonline. Namun dulu pernah bergabung di Divisi Klinik.