Jumat, 13 May 2011
 
Pertanyaan :
Syarat Kepailitan (2)
Apakah permohonan pailit tidak dapat diajukan terhadap termohon pailit yang sedang berperkara dengan pihak lain di tingkat Mahkamah Agung?
Jawaban :

Bagi saya pertanyaan Saudara tidak jelas. Apakah Termohon Pailit yang dimaksud dalam pertanyaan sedang berperkara di Mahkamah Agung dalam perkara kepailitan juga ataukah di luar perkara kepailitan?

 

Namun, pada prinsipnya permohonan pailit dapat diajukan dengan dua syarat yang sangat sederhana yaitu dalam hal seseorang atau suatu badan:

1.      mempunyai dua kreditor atau lebih; dan

2.      tidak membayar lunas sedikitnya satu utang yang telah jatuh tempo dan dapat ditagih.

(Lihat Pasal 2 ayat [1] UU No. 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang - UUK).

 

Catatan editor: Mengenai syarat pengajuan permohonan pailit, dalam Pasal 8 ayat (4) UUK juga diatur bahwa permohonan pernyataan pailit harus dikabulkan apabila terdapat fakta atau keadaan yang terbukti secara sederhana bahwa persyaratan untuk dinyatakan pailit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) telah dipenuhi.

 
Demikian jawaban kami, semoga bermanfaat.
 
Dasar hukum:

Undang-Undang No. 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Justika.com adalah terknologi terbaru hukumonline yang bekerja sebagai pusat informasi yang mempertemukan antara pencari bantuan hukum dan para profesional hukum dibidangnya masing-masing.

Temukan profesional hukum sesuai dengan permasalahan anda didalam jaringan justika.com