hukumonline
RUBRIK KLINIK
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline, silakan login, atau Daftar ID anda.

Senin, 14 Pebruari 2011
Pertanyaan:
Poin-poin dalam Perjanjian
Saya ingin menanyakan mengenai hal-hal apa saja yang harus ada dalam menyusun draf perjanjian? Serta apa saja poin penting yang harus diperhatikan dalam me-review perjanjian, mengingat dalam perjanjian antar perusahaan, klausul perjanijan selalu menjadi perdebatan antara legal officer masing-masing perusahaan? Terima kasih.
Triandrian
Jawaban:
http://images.hukumonline.com/frontend/lt4d37c414e08df/lt4fa7a38cd5387.jpg

1.      Perjanjian merupakan suatu perbuatan di mana satu orang atau lebih mengikatkan diri terhadap orang lain sehingga timbul perjanjian dari perikatan tersebut. Dalam pembuatan perjanjian ini berlaku asas kebebasan berkontrak sebagaimana diatur dalam Pasal 1338 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata atau disebut juga Burgerlijk Wetboek (“BW”).

 

Jadi, pada dasarnya suatu perjanjian dibuat secara bebas di antara para pihak yang mengikatkan diri. Namun tetap harus sesuai dengan norma dan hukum yang berlaku.

 

Menurut advokat Brigitta Imam Rahayoe, poin-poin yang pada umumnya ada dalam suatu perjanjian antara lain meliputi (namun tidak terbatas pada):

·   Para pihak;

·   Pendahuluan;

·   Definisi;

·   Pernyataan dan Jaminan;

·   Isi Kontrak;

·   Harga;

·   Ketentuan Pembayaran;

·   Metode Pembayaran;

·   Kewajiban pembayaran;

·   Waktu;

·   Penyerahan;

·   Hak/title;

·   Tanggung jawab;

·   Ganti rugi;

·   Perpajakan;

·   Keadaan memaksa /kahar/force majeur;

·   Jangka waktu berlakunya perjanjian;

·   Wanprestasi;

·   Akibat dari wanprestasi;

·   Pengalihan;

·   Pengujian inspeksi dan Sertifikasi;

·   Kerahasiaan;

·   Litigasi/Arbitrasi /Alternative Dispute Resolution;

·   Hukum yang Berlaku;

·   Yurisdiksi;

·   Pengesampingan;

·   Lampiran;

·   Penutup.

 

Demikian sebagaimana kami kutip dari materi Brigitta Imam Rahayoe yang disampaikan pada Legal Roadshow Peradi-hukumonline dengan tema “Teknik Pembuatan Kontrak Tanpa Celah dan Tahan Gugatan” pada Kamis, 10 Februari di Surabaya.

 

2.      Dalam me-review suatu perjanjian, yang harus diperhatikan adalah poin-poin yang dapat menimbulkan kerugian bagi para pihak dalam proses penyelesaian perjanjian. Hal inilah yang seringkali menjadi perdebatan di antara para pihak yang membuat perjanjian (dalam hal ini perusahaan). Masing-masing pihak tidak mau ada kepentingannya yang dirugikan. Sehingga dalam pembuatan suatu perjanjian (terutama perjanjian komersial) seringkali terjadi tarik-menarik kepentingan dalam proses penyusunan perjanjiannya.

 
Demikian jawaban dari kami, semoga dapat dipahami.
 
Dasar hukum:

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek,Staatsblad 1847 No. 23)

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

http://images.hukumonline.com/frontend/lt4b46e0113e026.jpg

24207 hits
Di: Hukum Perdata
sumber dari: Bung Pokrol
Share:

Pernyataan Penyangkalan / Disclaimer