Kamis, 19 Oktober 2017
Dibaca: 18094
Pertanyaan :
Bisakah Mendaftarkan Nama Usaha yang Mirip Nama Band Terkenal?
Saya mau tanya, saya punya nama usaha yang mau di-franchise-kan. Nama itu terdiri dari 3 kata, tetapi 1 katanya adalah nama band Indonesia. Bagaimana menurut Anda? Apakah saya bisa memakai nama itu dan bisa didaftarkan di HKI?
Jawaban :

Artikel di bawah ini adalah pemutakhiran dari artikel dengan judul sama yang dibuat oleh Diana Kusumasari dan Irbar Susanto, S.H., M.H. dan pernah dipublikasikan pada Selasa, 19 Juli 2011.

 

Intisari:

 

 

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis telah memberikan arahan yang jelas bagi Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM agar menolak permohonan pendaftaran merek yang mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan:

a.    Merek terdaftar milik pihak lain atau dimohonkan lebih dahulu oleh pihak lain untuk barang dan/atau jasa sejenis;

b.    Merek terkenal milik pihak lain untuk barang dan/atau jasa sejenis;

c.    Merek terkenal milik pihak lain untuk barang dan/atau jasa tidak sejenis yang memenuhi persyaratan tertentu; atau

d.    Indikasi Geografis terdaftar.

 

Apabila merek dagang yang akan didaftarkan termasuk dalam salah satu kategori di atas, maka besar kemungkinan merek dagang yang didaftarkan akan ditolak. Namun perlu diketahui bahwa penolakan permohonan pendaftaran merek yang mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya, salah satunya, adalah dengan merek terdaftar milik pihak lain atau dimohonkan lebih dahulu oleh pihak lain untuk barang dan/atau jasa sejenis.

 

Akan tetapi, kembali lagi, pada dasarnya pemeriksa di Kantor Direktorat Merek pada Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (Ditjen HKI) yang akan melakukan pengecekan atau pemeriksaan substantif terhadap setiap permohonan pendaftaran merek dan memutuskan apakah nama tersebut mengandung persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya atau tidak dengan nama band yang telah didaftarkan.

 

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.

 

 

 

Ulasan:

 

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

 

Karena Anda menanyakan mengenai nama usaha, kami asumsikan yang Anda maksud adalah terkait dengan merek. Merek merupakan tanda yang dapat ditampilkan secara grafis berupa gambar, logo, nama, kata, huruf, angka, susunan warna, dalam bentuk 2 (dua) dimensi dan/atau 3 (tiga) dimensi, suara, hologram, atau kombinasi dari 2 (dua) atau lebih unsur tersebut untuk membedakan barang dan/atau jasa yang diproduksi oleh orang atau badan hukum dalam kegiatan perdagangan barang dan/atau jasa.[1]

 

Menurut UU Merek, Kementerian Hukum dan HAM akan menolak permohonan pendaftaran merek yang mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan:[2]

a.    Merek terdaftar milik pihak lain atau dimohonkan lebih dahulu oleh pihak lain untuk barang dan/atau jasa sejenis;

b.    Merek terkenal milik pihak lain untuk barang dan/atau jasa sejenis;

c.    Merek terkenal milik pihak lain untuk barang dan/atau jasa tidak sejenis yang memenuhi persyaratan tertentu; atau

d.    Indikasi Geografis terdaftar.

 

Permohonan ditolak jika Merek tersebut:[3]

a.    merupakan atau menyerupai nama atau singkatan nama orang terkenal, foto, atau nama badan hukum yang dimiliki orang lain, kecuali atas persetujuan tertulis dari yang berhak;

b.    merupakan tiruan atau menyerupai nama atau singkatan nama, bendera, lambang atau simbol atau emblem suatu negara, atau lembaga nasional maupun internasional, kecuali atas persetujuan tertulis dari pihak yang berwenang; atau

c.    merupakan tiruan atau menyerupai tanda atau cap atau stempel resmi yang digunakan oleh negara atau lembaga Pemerintah, kecuali atas persetujuan tertulis dari pihak yang berwenang.

 

Persamaan pada pokoknya yang dimaksud adalah kemiripan yang disebabkan oleh adanya unsur yang dominan antara Merek yang satu dengan Merek yang lain sehingga menimbulkan kesan adanya persamaan, baik mengenai bentuk, cara penempatan, cara penulisan atau kombinasi antara unsur, maupun persamaan bunyi ucapan, yang terdapat dalam Merek tersebut.[4]

 

Apabila merek dagang yang akan didaftarkan termasuk dalam salah satu kategori di atas, maka besar kemungkinan merek dagang yang didaftarkan akan ditolak.

 

Misalkan nama usaha yang akan di-franchise-kan tersebut terdiri dari 3 (tiga) kata dan 1 (satu) kata adalah nama band di Indonesia, seperti yang Anda sebutkan, contohnya:

 

Nama band              : Vierra

Nama usaha             : Green Vierra House

 

Pada dasarnya, secara teori persamaan kata “Vierra” dapat disebut memiliki persamaan pada pokoknya karena “Green” dan “House” dapat dikatakan hanya sebagai sifat atau yang melengkapi saja. Namun perlu diketahui bahwa penolakan permohonan pendaftaran merek yang mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya, salah satunya, adalah untuk barang dan/atau jasa sejenis.

 

Kriteria penentuan barang dan/atau jasa sejenis ini dapat berupa barang dengan barang, barang dengan jasa, atau jasa dengan jasa dengan ditentukan berdasarkan:[5]

a.    sifat dari barang dan/atau jasa;

b.    tujuan dan metode penggunaan barang;

c.    komplementaritas barang dan/atau jasa;

d.    kompetisi barang dan/atau jasa;

e.    saluran distribusi barang dan/atau jasa;

f.     konsumen yang relevan; atau

g.    asal produksi barang dan/atau jasa.

 

Akan tetapi, kembali lagi, pada dasarnya pemeriksa di Kantor Direktorat Merek pada Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (Ditjen HKI) yang akan melakukan pengecekan atau pemeriksaan substantif terhadap setiap permohonan pendaftaran merek dan memutuskan apakah nama tersebut mengandung persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya atau tidak dengan nama band yang telah didaftarkan.

 

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

 

Dasar hukum:

1.    Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis;

2.    Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 67 Tahun 2016 tentang Pendaftaran Merek.

 



[2] Pasal 21 ayat (1) UU MIG

[3] Pasal 21 ayat (2) UU MIG

[4] Penjelasan Pasal 21 ayat (1) UU MIG

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Justika.com adalah terknologi terbaru hukumonline yang bekerja sebagai pusat informasi yang mempertemukan antara pencari bantuan hukum dan para profesional hukum dibidangnya masing-masing.

Temukan profesional hukum sesuai dengan permasalahan anda didalam jaringan justika.com
MITRA : Bung Pokrol
Tri Jata Ayu Pramesti mendapatkan gelar sarjana hukum dari Universitas Indonesia pada 2011 dengan mengambil Program Kekhususan IV (Hukum tentang Kegiatan Ekonomi).