Jumat, 09 Desember 2011
Dibaca: 8494
Pertanyaan :
Aturan Pemberian Ucapan Selamat oleh Notaris
Bagaimana jika seorang notaris memberi selamat kepada sahabatnya yang baru saja mendapatkan gelar doktor, dengan cara memberikan karangan bunga disertai nama dan jabatannya sebagai notaris. Apakah hal ini melanggar kode etik notaris?  
Jawaban :

Menurut Pasal 83 ayat (1) UU No. 30 Tahun 2004 Tentang Jabatan Notaris (“UU Jabatan Notaris”), Organisasi Notaris menetapkan dan menegakan Kode Etik Notaris. Berdasarkan Pasal 1 Angka 13 Keputusan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia No.M-01.H.T.03.01 Tahun 2003 tentang Kenotarisan, Organisasi Notaris satu-satunya yang diakui oleh Pemerintah adalah Ikatan Notaris Indonesia (INI).

 

Kemudian, Kode Etik Notaris yang berlaku saat ini adalah Kode Etik Notaris berdasarkan Keputusan Kongres Luar Biasa INI tanggal 27 Januari 2005 di Bandung (“Kode Etik Notaris”).

 

Pasal 4 ayat (3) Kode Etik Notaris menyatakan, notaris dan orang lain yang memangku dan menjalankan jabatan notaris dilarang melakukan publikasi atau promosi diri, baik sendiri maupun secara bersama-sama, dengan mencantumkan nama dan jabatannya, menggunakan sarana media cetak dan/atau elektronik, dalam bentuk:

a.      Iklan;

b.      Ucapan Selamat;

c.      Ucapan belasungkawa;

d.      Ucapan terima kasih;

e.      Kegiatan pemasaran;

f.       Kegiatan sponsor, baik dalam bidang sosial, keagamaan, maupun olahraga.

 

Terhadap larangan yang terdapat pada Pasal 4 Kode Etik Notaris sebenarnya terdapat pengecualiannya. Pasal 5 Kode Etik Notaris mengatur pengecualian tersebut diberikan karena dianggap tidak termasuk suatu pelanggaran kode etik, di antaranya: “Memberikan ucapan selamat, ucapan berdukacita dengan mempergunakan kartu ucapan, surat, karangan bunga ataupun media lainnya dengan tidak mencantumkan Notaris, tetapi hanya nama saja.”

 

Jadi, pengaturan Kode Etik Notaris sudah memberikan batasan yang jelas mengenai seorang notaris yang hendak memberikan ucapan selamat menggunakan karangan bunga, yaitu hanya diperbolehkan selama tidak disertai dengan pencantuman jabatannya sebagai notaris, melainkan hanya menggunakan nama pribadinya saja. Apabila pemberian karangan bunga tersebut mencantumkan nama dan jabatan seorang notaris, maka notaris tersebut dianggap telah melanggar kode etik notaris. 

 

Sekian jawaban dari kami, semoga membantu.

 

Dasar hukum:

1.      Undang-Undang No. 30 Tahun 2004 Tentang Jabatan Notaris.

2.      Keputusan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia No.M-01.H.T.03.01 Tahun 2003 tentang Kenotarisan 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
MITRA : Bung Pokrol
Adi Condro Bawono, yang akrab disapa Adi ini menyelesaikan studi strata satu di Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan pada 2007. Kemudian Adi melanjutkan studinya di Universitas Padjadjaran. Adi menyelesaikan studi strata dua pada 2012.   Semasa kuliah Adi mengambil program kekhususan Hukum Bisnis. Adi bergabung dengan hukumonline pada September 2011 sebagai Journalist Hukumonline English. Kemudian menjadi Penjawab Klinik Hukum (Content Administrator) di Hukumonline. Sekarang, ia adalah Datacenter Administrator di Hukumonline.