hukumonline
RUBRIK KLINIK
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline, silakan login, atau Daftar ID anda.

Selasa, 26 Juni 2012
Pertanyaan:
Aturan Penanaman Modal Asing pada Industri Fashion
Dear hukumonline, Saya ingin bertanya, jika ada suatu perusahaan luar negeri yang bergerak di bidang fashion (merek ternama) ingin melakukan penanaman modal dan membuka toko penjualan di Indonesia (Jakarta), bagaimanakah caranya? Apakah mengenai bidang fashion tersebut diatur dalam DNI, misalnya apakah termasuk dalam jenis perdagangan besar atau direct selling? Terima kasih.  
devisanti
Jawaban:
http://static.hukumonline.com/frontend/default/images/gravatar-140.png

Sebelum menjawab pertanyaan Saudara mengenai Industri Fashion, dapat kami sampaikan bahwa pada dasarnya tidak terdapat definisi yang jelas mengenai arti dari kata “fashion”. Fashion sendiri berasal dari Bahasa Inggris yang menurut Oxford Dictionary Online diartikan sebagai:

 
“a popular or the latest style of clothing, hair, decoration, or behavior.”
 
Terjemahan bebasnya:
Populer atau gaya mode terbaru/kiniakan pakaian, rambut, riasan, atau perilaku.”
 

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa fashion merupakan suatu cara berpakaian/berbusana beserta asesorisnya yang dapat menentukan penampilan seseorang. Namun, hal tersebut di atas tidak juga menjelaskan mengenai klasifikasi atas Industri Fashion itu sendiri.

 

Sehubungan dengan pertanyaan saudara tersebut, berdasarkan Pasal 1 ayat (2) Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor: 131/M-IND/PER/10/2009 tentang Peta Panduan (Road Map) Pengembangan Klaster Industri Fashion (“Permendag 131”), menjelaskan mengenai Industri Fashion. Dalam Permendag 131 terdapat 10 klasifikasi jenis usaha yang termasuk dalam kategori Industri Fashion, yaitu:

 

(a)     Industri Bordir/Sulaman (KBLI 17293);

(b)     Industri Pakaian Jadi Rajutan (KBLI 17302);

(c)     Industri Pakaian Jadi dari Tekstil dan Perlengkapannya (KBLI 18101);

(d)     Industri Pakaian Jadi (Konveksi) dan Perlengkapannya dari Kulit (KBLI 18102);

(e)     Industri Bulu Tiruan (KBLI 18201);

(f)     Industri Pakaian Jadi/Barang Jadi dari Kulit Berbulu dan atau Aksesoris (KBLI 18202);

(g)     Industri Pencelupan Bulu (18203);

(h)     Industri Barang dari Kulit dan Kulit Buatan untuk Keperluan Pribadi (KBLI 19121);

(i)      Industri Barang dari Kulit dan Kulit Buatan untuk Keperluan Teknik/ Industri (KBLI 19122);

(j)      Industri Alas Kaki untuk Keperluan Sehari-hari (KBLI 19201).

 

Merujuk hal di atas, mengenai Industri Fashion sangat luas cakupannya. Atas hal ini, maka kami berasumsi bahwa Industri Fashion yang Saudara maksudkan untuk didirikan adalah Industri Pakaian Jadi dari Tekstil dan Perlengkapannya, sebagaimana Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI 2005”) dengan Nomor Kode Klasifikasi/Kategori bidang usaha 18101.

 

Namun, Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) tersebut di atas telah diubah dengan Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 57 Tahun 2009 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI 2009”) dan berkenaan terdapatnya perubahan tersebut maka bidang usaha tersebut di atas masuk ke dalam Klasifikasi/Kategori bidang usaha dengan Nomor Kode 47511 dan Nomor 4771.

 

Penanaman Modal Asing (“PMA”) Untuk Industri Fashion
 

Berdasarkan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal