Selasa, 15 Januari 2013
Dibaca: 36545
Pertanyaan :
Prosedur Menjual Aset Yayasan yang Bubar
Yayasan kami tidak lagi aktif sejak pemberlakuan UU Yayasan. Jadi, yayasan tidak melakukan penyesuaian dan atau membentuk kepengurusan baru sesuai ketentuan yang berlaku. Baru-baru ini para pendiri yayasan sepakat untuk menjual aset berupa rumah dan tanah HGB a.n. Yayasan. Mohon petunjuk, karena umumnya notaris di kota kami menyatakan sulit memproses penjualannya sampai pada terbitnya AJB.
Jawaban :

Pengaturan Yayasan di Indonesia diatur dalam UU No. 16 Tahun 2001 tentang Yayasan (“UU 16/2001”) sebagaimana telah diubah dengan UU No. 28 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas UU No. 16 Tahun 2001 tentang Yayasan (“UU 28/2004”). Berdasarkan maksud pertanyaan Saudara, kami mengambil asumsi bahwa Yayasan tersebut akan segera dilakukan pembubaran. Menurut Pasal 62 UU 16/2001, suatu Yayasan menjadi bubar karena:

a.         jangka waktu yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar berakhir;

b.         tujuan Yayasan yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar telah tercapai atau tidak tercapai;

c.         putusan Pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap berdasarkan alasan:

1)         Yayasan melanggar ketertiban umum dan kesusilaan;

2)         tidak mampu membayar utangnya setelah dinyatakan pailit; atau

3)         harta kekayaan Yayasan tidak cukup untuk melunasi utangnya setelah pernyataan pailit dicabut.

 

Dalam hal yayasan bubar karena alasan yang disebut Pasal 62 huruf a dan huruf b UU 16/2001, maka Pembina Yayasan yang bubar tersebut kemudian menunjuk likuidator untuk membereskan sisa harta kekayaan yayasan (Pasal 63 ayat [1] UU 16/2001). Bila tidak ditunjuk likuidator, maka Pengurus yayasan yan