Rabu, 17 Oktober 2012
Dibaca: 51380
Pertanyaan :
Pejabat-pejabat yang Wajib Menyampaikan Laporan Harta Kekayaan
Menindaklanjuti pertanyaan saya yang kemarin (Penyelenggara Negara), mengapa suatu perusahaan yang bukan merupakan BUMN melainkan hanya sebagai anak perusahaan BUMN diwajibkan menyampaikan LHKPN?
Jawaban :

Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (“LHKPN”) pada prinsipnya merupakan laporan yang wajib disampaikan oleh penyelenggara Negara mengenai harta kekayaan yang dimilikinya saat pertama kali menjabat, mutasi, promosi dan pensiun. Kewajiban lain yang menyertai LHKPN adalah mengumumkan harta kekayaan dan bersedia dilakukan pemeriksaan terhadap kekayaannya.

 

LHKPN tersebut disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (“KPK”) berdasarkan Pasal 10 s.d. 19 UU No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme jo. Pasal 71 ayat (2) UU No. 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

 

Berdasarkan penulusuran kami dalam laman resmi KPK, LHKPN diwajibkan antara lain kepada:

1.    Pejabat Negara pada Lembaga Tertinggi Negara;

2.    Pejabat Negara pada Lembaga Tinggi Negara;

3.    Menteri;
4.    Gubernur;
5.    Hakim;

6.    Pejabat negara yang lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku; dan

7.    Pejabat lain yang memiliki fungsi strategis dalam kaitannya dengan penyelenggaraan negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang meliputi:

a. Direksi, Komisaris dan pejabat struktural lainnya sesuai pada Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah;

b. Pimpinan Bank Indonesia;

c. Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri;

d. Pejabat Eselon I dann pejabat lain yang disamakan di lingkungan sipil, militer dan Kepolisian Negara Republik Indonesia;

e. Jaksa;
f.   Penyidik;

g. Panitera Pengadilan; dan

h. Pemimpin dan Bendaharawan Proyek

Selain orang-orang yang telah disebutkan sebelumnya, berdasarkan Inpres No. 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi yang ditindaklanjuti dengan Surat Edaran Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: SE/03/M.PAN/01/2005 tentang Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara pelaporan LHKPN juga diwajibkan bagi:

1.            Pejabat Eselon II dan pejabat lain yang disamakan di lingkungan instansi pemerintah dan atau lembaga negara;

2.            Semua Kepala Kantor di lingkungan Departemen Keuangan;

3.            Pemeriksa Bea dan Cukai;

4.            Pemeriksa Pajak;

5.            Auditor;

6.            Pejabat yang mengeluarkan perijinan;

7.            Pejabat/Kepala Unit Pelayanan Masyarakat; dan

8.            Pejabat pembuat regulasi

 

Mengutip artikel Status Hukum Anak Perusahaan BUMN, anak perusahaan BUMN bukanlah BUMN, maka berdasarkan penjelasan sebelumnya, direksi maupun dewan komisaris anak perusahaan BUMN tidak ada kewajiban untuk menyampaikan LHKPN kepada KPK. Apabila Saudara mendapatkan informasi bahwa direksi atau komisaris anak perusahaan BUMN wajib menyerahkan LHKPN, kami menyarankan agar Saudara menanyakan langsung ke KPK sebagai lembaga pelaksana terkait hal ini.

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

Dasar hukum:

1.    Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme

2.    Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

3.    Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi

4.    Surat Edaran Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: SE/03/M.PAN/01/2005 tentang Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Justika.com adalah terknologi terbaru hukumonline yang bekerja sebagai pusat informasi yang mempertemukan antara pencari bantuan hukum dan para profesional hukum dibidangnya masing-masing.

Temukan profesional hukum sesuai dengan permasalahan anda didalam jaringan justika.com
PENJAWAB : Ilman Hadi, S.H.
MITRA : Bung Pokrol
Saat ini sudah tidak bekerja di Hukumonline. Namun dulu pernah bergabung di Divisi Klinik.