Kamis, 23 Mei 2013
Dibaca: 20444
Pertanyaan :
Slip Gaji, Wajibkah?
Yth., Pengamat Hukum dan PP Ketenagakerjaan Pertanyaan Saya, apakah semua Perusahaan wajib memberikan slip gaji terhadap karyawan? Terima kasih.
Jawaban :

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

 

Berdasarkan penelusuran kami, Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (“UU Ketenagakerjaan”) sendiri tidak mewajibkan perusahaan memberikan slip gaji kepada karyawannya. Selain itu, sebagaimana telah disebutkan sebelumnya dalam artikel dalam Bolehkah Slip Gaji Melalui SMS?, dalam ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 1981 tentang Perlindungan Upah (“PP 8/1981”) disebutkan bahwa pemberian gaji atau upah juga tidak harus dilakukan dengan tanda bukti tertulis, kecuali untuk perhitungan atas uang muka atas upah, kelebihan upah yang telah dibayarkan dan cicilan hutang buruh kepada pengusaha (Pasal 24 ayat [1] huruf c PP 8/1981).

 

Namun, sebagai bukti bahwa perusahaan telah membayarkan gaji/upah kepada buruh/karyawannya, seringkali dalam praktiknya dibuatlah slip gaji. Tujuan adanya slip gaji ini adalah untuk memberikan bukti secara tertulis jika suatu saat nanti timbul persepsi yang berbeda dalam hal buruh/karyawan merasa gajinya belum dibayarkan. Bukti tertulis ini dianggap kuat untuk menjelaskan bahwa hak karyawan atas upah itu telah dibayarkan oleh pengusaha.

 

Berbicara slip gaji juga berkaitan dengan hak dan kewajiban buruh dan pengusaha. Upah adalah hak yang diterima oleh buruh dan pengusaha berkewajiban memberikan upah tersebut. Perihal wajib atau tidaknya pengusaha memberikan slip gaji kepada buruh itu tergantung kesepakatan yang terdapat dalam peraturan perusahaan atau perjanjian kerja di antara pengusaha dengan buruh.

 

Penting sifatnya apabila hak dan kewajiban buruh dan pengusaha tersebut dituangkan dalam peraturan perusahaan. Peraturan perusahaan ini wajib dibuat oleh pengusaha yang sekurang-kurangnya memuat (Pasal 111 ayat [1] UU Ketenagakerjaan):

a.    hak dan kewajiban pengusaha;

b.    hak dan kewajiban pekerja/buruh;

c.    syarat kerja;

d.    tata tertib perusahaan; dan

e.    jangka waktu berlakunya peraturan perusahaan.
 

Selain itu, pengaturan mengenai hak dan kewajiban buruh dan pengusaha juga dapat dituangkan dalam perjanjian kerja bersama. Hal ini dapat kita lihat dari (Pasal 111 ayat [4] UU Ketenagakerjaan) yang berbunyi:

“Selama masa berlakunya peraturan perusahaan, apabila serikat pekerja/ serikat buruh di perusahaan menghendaki perundingan pembuatan perjanjian kerja bersama, maka pengusaha wajib melayani.”

 

Kemudian Pasal 1 angka 14 UU Ketenagakerjaan berbunyi:

“Perjanjian kerja adalah perjanjian antara pekerja/buruh dengan pengusaha atau pemberi kerja yang memuat syarat-syarat kerja, hak, dan kewajiban para pihak.

 

Jadi, berdasarkan beberapa pasal yang mengatur mengenai hak dan kewajiban buruh dan pengusaha di atas, mengenai diterbitkannya slip gaji perlu dilihat lagi dalam peraturan atau perjanjian yang mendasarinya. Apabila memang diatur sebelumnya dalam peraturan perusahaan atau telah diperjanjikan sebelumnya dalam perjanjian kerja, maka mengenai kewajiban pengusaha dalam memberikan slip gaji tersebut dikembalikan lagi kepada kesepakatan masing-masing pihak. Dengan kata lain, urgensi adanya slip gaji bagi pengusaha maupun karyawan itu dilihat lagi dari segi kesepakatan antara buruh dengan pengusaha.

 
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.
 
Dasar hukum:

1.    Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan

2.    Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 1981 tentang Perlindungan Upah

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Tri Jata Ayu Pramesti mendapatkan gelar sarjana hukum dari Universitas Indonesia pada 2011 dengan mengambil Program Kekhususan IV (Hukum tentang Kegiatan Ekonomi).