Jumat, 05 Januari 2018
Pertanyaan :
Apakah Uang Servis Termasuk Komponen Upah Minimum?
Apakah upah minimum itu termasuk gaji pokok + uang servis untuk tenaga kerja di bidang pariwisata?
Jawaban :

Artikel di bawah ini adalah pemutakhiran dari artikel dengan judul Apakah Uang Service Termasuk Komponen Upah Minimum? yang dibuat oleh Letezia Tobing, S.H., M.Kn. dan pertama kali dipublikasikan pada Kamis, 28 Mei 2015.

 

Intisari:

 

 

Upah Minimum adalah upah bulanan terendah yang terdiri atas upah pokok termasuk tunjangan tetap yang ditetapkan oleh gubernur sebagai jaring pengaman. Uang Servis merupakan pendapatan non upah. Dari definisi upah minimum dan uang servis di atas, ini berarti uang servis tidak termasuk sebagai komponen upah minimum.

 

Penjelasan lebih lanjut, silakan baca ulasan di bawah ini.

 

 

 

Ulasan:

 

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

 

Upah Minimum adalah upah bulanan terendah yang terdiri atas upah pokok termasuk tunjangan tetap yang ditetapkan oleh gubernur sebagai jaring pengaman. Demikian yang disebut dalam Pasal 1 angka 1 Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 7 Tahun 2013 tentang Upah Minimum.

 

Yang dimaksud dengan upah pokok dan tunjangan tetap maupun tunjangan tidak tetap dapat dilihat dalam Penjelasan Pasal 5 ayat (2) dan (3) Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, yaitu sebagai berikut:

·   Yang dimaksud dengan "Upah pokok" adalah imbalan dasar yang dibayarkan kepada Pekerja/Buruh menurut tingkat atau jenis pekerjaan yang besarnya ditetapkan berdasarkan kesepakatan.

·    Yang dimaksud dengan "tunjangan tetap" adalah pembayaran kepada Pekerja/Buruh yang dilakukan secara teratur dan tidak dikaitkan dengan kehadiran Pekerja/Buruh atau pencapaian prestasi kerja tertentu.

·    Yang dimaksud dengan "tunjangan tidak tetap" adalah suatu pembayaran yang secara langsung atau tidak langsung berkaitan dengan Pekerja/Buruh, yang diberikan secara tidak tetap untuk Pekerja/Buruh dan keluarganya serta dibayarkan menurut satuan waktu yang tidak sama dengan waktu pembayaran Upah pokok, seperti tunjangan transport dan/atau tunjangan makan yang didasarkan pada kehadiran.

 

Anda tidak menyebutkan secara spesifik mengenai jenis pekerjaan “tenaga kerja di bidang pariwisata”. Kami berasumsi yang Anda maksudkan adalah tenaga kerja di hotel yang merupakan bagian dari pariwisata juga.

 

Mengenai uang servis bagi pekerja di hotel, dapat dilihat dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 7 Tahun 2016 tentang Uang Servis Pada Usaha Hotel dan Usaha Restoran di Hotel (“Permenaker 7/2016”). Uang Servis adalah tambahan dari tarif yang sudah ditetapkan sebelumnya dalam rangka jasa pelayanan pada usaha hotel dan usaha restoran di hotel.[1]

 

Usaha Hotel adalah usaha penyediaan akomodasi berupa kamar-kamar di dalam suatu bangunan, yang dapat dilengkapi dengan jasa pelayanan makan dan minum, kegiatan hiburan dan/atau fasilitas lainnya secara harian dengan tujuan memperoleh keuntungan.[2] Sedangkan Usaha Restoran di Hotel adalah usaha penyediaan jasa makanan dan minuman dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan untuk proses pembuatan, penyimpanan dan penyajian di hotel dengan tujuan memperoleh keuntungan dan/atau laba.[3]

 

Uang Servis merupakan pendapatan non upah.[4] Uang Servis diberikan kepada Pekerja/Buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan Pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu.[5] Pekerja/Buruh dari perusahaan penerima sebagian pelaksanaan pekerjaan yang bekerja pada Pengusaha yang menjalankan Usaha Hotel dan Usaha Restoran di Hotel (pekerja outsourcing), berhak atas Uang Servis.[6]

 

Pengumpulan dan pengelolaan Uang Servis sebelum dibagi, dilakukan oleh Pengusaha.[7]

 

Uang Servis ini digunakan untuk:[8]

a.    penggantian atas terjadinya risiko kehilangan atau kerusakan;

b.    pendayagunaan peningkatan kualitas sumber daya manusia; dan

c.    dibagikan kepada Pekerja/buruh.

 

Penggunaan Uang Servis ditentukan dengan rincian sebagai berikut:[9]

a.    3% (tiga persen) untuk penggantian atas terjadinya risiko kehilangan atau kerusakan;

b.    2% (dua persen) untuk pendayagunaan peningkatan kualitas sumber daya manusia; dan

c.    95% untuk dibagikan kepada Pekerja/Buruh.

 

Dari definisi upah minimum dan uang servis di atas, ini berarti uang servis tidak termasuk sebagai komponen upah minimum.

 

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

 

Dasar hukum:

1.    Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan;

2.    Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 7 Tahun 2013 tentang Upah Minimum;

3.    Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 7 Tahun 2016 tentang Uang Servis Pada Usaha Hotel dan Usaha Restoran di Hotel.

 

 

 



[1] Pasal 1 angka 1 Permenaker 7/2016

[2] Pasal 1 angka 2 Permenaker 7/2016

[3] Pasal 1 angka 3 Permenaker 7/2016

[4] Pasal 2 ayat (1) Permenaker 7/2016

[5] Pasal 3 ayat (1) Permenaker 7/2016

[6] Pasal 3 ayat (2) Permenaker 7/2016

[7] Pasal 6 Permenaker 7/2016

[8] Pasal 9 ayat (1) Permenaker 7/2016

[9] Pasal 9 ayat (2) Permenaker 7/2016



Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
MITRA : Bung Pokrol
Letezia Tobing mendapatkan gelar sarjana hukum dari Universitas Indonesia pada 2011 dengan mengambil Program Kekhususan IV (Hukum tentang Kegiatan Ekonomi), dan gelar Magister Kenotariatan dari Universitas Indonesia pada 2015.