Kamis, 16 April 2015
 
Pertanyaan :
Apakah Homoseksual Bisa Dipidana?
Di luar negeri, contohnya Amerika Serikat, homoseksual legal. Apakah di Indonesia homoseksual legal? Terima kasih banyak.
Jawaban :

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

 
Intisari:
 
 

Di Indonesia legalitas homoseksual itu sendiri tidak ada. Di samping itu, perkawinan homoseksual juga tidak diakui oleh hukum Indonesia. Ada wacana larangan perbuatan homoseksual untuk dimasukan dalam RUU KUHP. Selama ini yang dilarang KUHP hanya homoseksual yang dilakukan terhadap anak-anak di bawah umur. Pasal 292 KUHP tidak secara tegas melarang homoseksual yang dilakukan antar orang dewasa.

 

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.

 
 
 
 
Ulasan:
 

Sebelum menjawab pertanyaan Anda, kami akan mendefinisikan terlebih dahulu istilah homoseksual yang Anda sebut. Berdasarkan laman kamuskesehatan.com:

 

“Homoseksual adalah seseorang yang lebih menyukai hubungan emosional dan seksual dengan anggota jenis kelamin yang sama.”

 

Adapun arti homoseksual menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yang kami akses dari laman Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI adalah keadaan tertarik terhadap orang dari jenis kelamin yang sama.

 

Anda benar bahwa di Amerika Serikat kaum homoseksual memang diakui. Bahkan, Mahkamah Agung Amerika Serikat pernah menolak banding larangan perkawinan sesama jenis di lima negara bagian. Amerika Serikat melegalkan perkawinan sesama jenis di 30 negara bagian dan juga di ibukota Washington DC. Demikian antara lain yang diberitakan dalam artikel Pernikahan gay legal di 30 negara bagian AS yang kami akses dari laman British Broadcasting Corporation.

 

Berita ini juga diinformasikan dalam laman resmi The Guardian:

 

After the unexpected decision by the US supreme court not to hear a series of appeals, same-sex marriage is now legal in 32 US states.

                                                                                 

Di Indonesia sendiri, perkawinan homoseksual tidak diakui oleh hukum Indonesia. Berdasarkan Pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (“UU Perkawinan”), perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri.

 

Pasal 1 UU Perkawinan:

“Perkawinan ialah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha esa.”

 

Ini berarti, negara hanya mengenal perkawinan antara wanita dan pria. Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam artikel Hukum Perkawinan Sesama Jenis di Indonesia.

 

Di samping itu, legalitas kaum homoseksual memang tidak ada. Sebagai informasi untuk Anda, ada wacana larangan perbuatan homoseksual untuk dimasukan dalam RUU KUHP. Seperti yang diberitakan dalam artikel Larangan Homoseksual Perlu Masuk dalam RUU KUHP, selama ini yang dilarang KUHP hanya homoseksual yang dilakukan terhadap anak-anak di bawah umur. Pasal 292 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) tidak secara tegas melarang homoseksual yang dilakukan antar orang dewasa. Karena itu, ke depan, perlu penegasan terhadap larangan homoseksual, dan zina.

 

Meski tidak ada legalitas soal status homoseksual di Indonesia, ada aturan pidana terkait hubungan sesama jenis yang terdapat dalam Pasal 292 KUHP yang berbunyi:

 

Orang yang cukup umur, yang melakukan perbuatan cabul dengan orang lain sama kelamin, yang diketahui atau sepatutnya harus diduga, bahwa belum cukup umur, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun”

 
 

R. Soesilo dalam bukunya “Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal” menjelaskan bahwa:

1.    Dewasa = telah berumur 21 tahun atau belum berumur 21 tahun, akan tetapi sudah pernah kawin.

2.    Jenis kelamin sama = laki-laki dengan laki-laki atau perempuan dengan perempuan.

3.    Tentang perbuatan cabul = segala perbuatan yang melanggar kesusilaan (kesopanan) atau perbuatan yang keji, semuanya itu dalam lingkungan nafsu berahi kelamin, misalnya: cium-ciuman, meraba-raba anggota kemaluan, meraba-raba buah dada, dan sebagainya. Dalam arti perbuatan cabul termasuk pula onanie.

4.    Dua orang semua belum dewasa atau dua orang semua sudah dewasa bersama-sama melakukan perbuatan cabul, tidak dihukum menurut pasal ini oleh karena yang diancam hukuman itu perbuatan cabul dari orang dewasa terhadap orang belum dewasa.

5.    Supaya dapat dihukum menurut pasal ini, maka orang dewasa itu harus mengetahui atau setidak-tidaknya patut dapat menyangka bahwa temannya berbuat cabul itu belum dewasa.

 

Dari Pasal 292 KUHP di atas dapat kita ketahui bahwa jerat pidana bagi pelaku homoseksualitas memang ada, yakni apabila dilakukan oleh orang dewasa dengan anak di bawah umur yang berjenis kelamin sama. Namun, memiliki sifat penyuka atau ketertarikan dengan sesama jenis tidak dipidana, tetapi apabila diikuti dengan perbuatan cabul seperti yang kami jelaskan di atas, maka pelakunya dapat dipidana.

 

Sebagai contoh kasus dapat kita lihat dalam Pengadilan Negeri Sibolga Nomor 522/ PID.B / 2012 / PN.SBG. Berdasarkan fakta-fakta yang terungkap di persidangan, terbukti bahwa terdakwa telah melakukan perbuatan sodomi terhadap saksi korban, yang masih berusia anak-anak. Atas perbuatannya ini, hakim menghukum terdakwa dengan Pasal 292 KUHP dan menjatuhkan pidana penjara selama dua tahun kepadanya.

 
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.
 
Dasar Hukum:

1.    Kitab Undang-Undang Hukum Pidana;

2.    Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan

 
Putusan:

Pengadilan Negeri Sibolga Nomor 522/ PID.B / 2012 / PN.SBG.

 
Referensi:

1.    R. Soesilo. 1991. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal. Politeia.

2.    http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141006_as_perkawinangay, diakses pada 15 April 2015 pukul 11.45 WIB.

3.    http://www.theguardian.com/us-news/2014/oct/27/gay-marriage-legal-us-states, diakses pada 15 April 2015 pukul 11.45 WIB.

4.    http://kamuskesehatan.com/?s=homoseksual, diakses pada 15 April 2015 pukul 11.55 WIB.

5.    http://bahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/index.php, diakses pada 15 April 2015 pukul 12.00 WIB

 

    

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Justika.com adalah terknologi terbaru hukumonline yang bekerja sebagai pusat informasi yang mempertemukan antara pencari bantuan hukum dan para profesional hukum dibidangnya masing-masing.

Temukan profesional hukum sesuai dengan permasalahan anda didalam jaringan justika.com
MITRA : Bung Pokrol
Tri Jata Ayu Pramesti mendapatkan gelar sarjana hukum dari Universitas Indonesia pada 2011 dengan mengambil Program Kekhususan IV (Hukum tentang Kegiatan Ekonomi).