Rabu, 14 Desember 2016
Dibaca: 6504
Pertanyaan :
Izin Usaha untuk Mendirikan Clothing Line
Saya mau punya clothing line sendiri, saya perlu izin apa saja untuk melakukan usaha ini dan apa saja yang harus saya perhatikan?
Jawaban :

 

 

Logo Easybiz

Easybiz adalah anak perusahaan hukumonline.com yang menawarkan solusi kemudahan, kenyamanan dan legalitas dalam berbisnis di Indonesia. Kami memberikan layanan pendirian badan usaha dan perizinan untuk UKM dan startup di Indonesia. Mulai dari proses pendirian PT, domisili, hingga pengurusan izin-izin yang diperlukan untuk memulai usaha.

www.easybiz.id

 

 

 

Intisari:

 

 

Apabila Anda memproduksi pakaian sendiri, maka yang dibutuhkan adalah izin produksi bernama Tanda Daftar Industri (”TDI). TDI merupakan izin untuk melakukan kegiatan industri yang diberikan kepada industri kecil (termasuk industri sandang).

 

Namun, apabila Anda memproduksi sekaligus menjual, harus memiliki TDI dan Surat Izin Usaha Perdagangan (“SIUP”). Sehingga apabila usaha clothing line akan berbentuk Perusahaan, di Akta Pendirian harus tercantum bidang usaha industri dan perdagangan.

 

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.

 

 

 

Ulasan:

 

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

 

Clothing Line

Sebagai informasi, clothing line adalah suatu bisnis jualan pakaian oleh kaum remaja dengan brand-brand karya mereka sendiri yang dipasarkan lewat distro-distro (distribution store) atau melalui media sosial (online). Demikian informasi yang kami dapatkan dari artikel Mau Jalankan Bisnis Clothing Line? Lakukan 6 Hal Ini Sebelumnya yang kami akses dari laman www.maxmanroe.com, sebuah laman yang mengulas topik seputar blogging, internet marketing, social media, teknologi, entrepreneurship, inspirasi dan motivasi, dan beberapa topik lain. Clothing line ini bisnis membuat dan/atau memproduksi sebuah desain fashion untuk dijual, cakupannya mulai dari desain sendiri, memproduksi sendiri, sampai dijual ke masyarakat luas.

 

Perizinan Usaha Clothing Line

Ada beberapa izin yang relevan untuk bisnis clothing line, di antaranya izin industri dan izin perdagangan. Izin untuk perdagangan pun terbagi menjadi 2 (dua), yaitu perdagangan barang dan jasa.

 

Hal-hal yang harus diperhatikan terkait perizinannya:

1.    Apabila Anda memproduksi sendiri, maka yang dibutuhkan adalah izin produksi (disebut dengan Tanda Daftar Industri/TDI)

 

TDI merupakan izin untuk melakukan kegiatan industri yang diberikan kepada industri kecil (termasuk industri sandang)[1] dengan investasi perusahaan sebesar Rp. 5.000.000 – Rp. 200.000.000,[2] tidak termasuk tanah dan bangunan.[3]

 

Untuk bisa mendapatkan TDI, persyaratannya adalah sebagai berikut:[4]

1.    Surat permohonan yang di dalamnya terdapat pernyataan kebenaran dan keabsahan dokumen & data di atas kertas bermaterai Rp 6.000.

2.    Identitas Pemohon WNI: Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), atau WNA: KITAS / Visa, Paspor.

3.    Jika yang mengajukan izin adalah Badan Hukum:

a.    Akta pendirian (Kantor Pusat dan Kantor Cabang, jika ada) dan SK Pengesahan yang dikeluarkan oleh:

-    Kemenkunham, jika PT dan Yayasan;

-    Kementerian/Dinas Koperasi, jika Koperasi;

-    Pengadilan Negeri, jika CV.

b.    Akta Perubahan SK dan SK Perubahan yang dikeluarkan oleh Kemenkumham, jika Akta Pendirian mengalami perubahan.

c.    NPWP Badan Hukum.

4.    Jika dikuasakan:

a.    Surat kuasa di atas kertas bermaterai Rp 6.000;

b.    KTP orang yang diberi kuasa.

5.    Izin Gangguan (ITU UUG/HO), jika berada di luar Kawasan Industri Berikat [Fotokopi].

6.    Izin Mendirikan Bangunan (IMB) [Fotokopi].

7.    Dokumen Lingkungan [Fotokopi].

8.    Surat keterangan telah selesai membangun pabrik dan sarana produksi.

9.    Surat pernyataan sesuai dengan model SP-1.

10. Daftar Isian Permohonan TDI sesuai form model PDF IK.

11. Jika tanah atau bangunan disewa:

a.    Perjanjian sewa-menyewa tanah/bangunan;

b.    Surat pernyataan di atas kertas bermaterai Rp 6.000 dari pemilik tanah/bangunan yang menyatakan tidak keberatan tanah/bangunan digunakan;

c.    KTP pemilik tanah atau bangunan [Fotokopi].

 

2.    Apabila Anda hanya menjual, maka izin yang dibutuhkan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)

 

SIUP terbagi menjadi beberapa klasifikasi:[5]

1.    SIUP Mikro, untuk perusahaan dengan modal disetor/kekayaan bersih sampai dengan maksimal Rp. 50 juta;

2.    SIUP Kecil, untuk perusahaan dengan modal disetor/kekayaan bersih lebih dari Rp. 50 juta sampai dengan maksimal Rp. 500 juta (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha);[6]

3.    SIUP Menengah, untuk modal disetor/kekayaan bersih lebih dari Rp. 500 juta sampai dengan maksimal Rp. 10 miliar  (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha);[7]

4.    SIUP Besar untuk perusahaan dengan modal disetor/kekayaan bersih lebih dari Rp. 10 miliar (tidak termasuk tanah dan bangunan serta tempat usaha).[8]

 

Penting untuk diketahui bahwa di dalam SIUP Anda harus mencantumkan kegiatan usaha sesuai dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). Anda dapat memilih bidang usaha dari dua kategori yaitu perdagangan barang dan perdagangan jasa. Maksimal ada 3 (tiga) bidang usaha yang bisa dicantumkan di dalam SIUP. Untuk bisnis Clothing Line, dapat menggunakan bidang usaha perdagangan barang maka kode bidang usaha yang digunakan adalah yang berkaitan dengan perdagangan besar tekstil, pakaian, dan alas kaki. Sedangkan untuk desain pada barang-barangnya, di SIUP Anda dapat mencantumkan bidang usaha perdagangan jasa perancangan khusus (dekorasi non konstruksi). Untuk wilayah Jakarta, saat ini proses untuk mendapatkan SIUP dapat dilakukan secara online.

 

3.    Apabila memproduksi dan menjual membutuhkan izin produksi dan SIUP

Apabila memproduksi sekaligus menjual, harus memiliki kedua izin tersebut baik TDI maupun SIUP, sehingga apabila usaha clothing line akan berbentuk perusahaan, di Akta Pendirian harus tercantum bidang usaha industri dan perdagangan.

 

4.    Badan usaha yang sesuai

Meski untuk memperoleh izin produksi atau SIUP tidak ada keharusan harus membuat perusahaan, misalnya dengan mendirikan Perseroan Terbatas (PT) atau Persekutuan Komanditer (CV), namun berdasarkan pengalaman Easybiz, memiliki perusahaan akan membuat bisnis Anda lebih profesional dan memberi nilai tambah. Bila demikian, Anda dapat mempelajari prosedur pembuatan PT atau prosedur pembuatan CV terbaru. Anda juga dapat mempelajari perbedaan proses pembuatan PT dan persyaratannya antara Jakarta dan wilayah lainnya. Yang pasti, bila Anda telah mendirikan perusahaan berikut dengan izin usaha dan legalitasnya, maka Anda dapat membuka rekening atas nama perusahaan.

 

5.    Perlindungan merek dagang (brand)

Sebaiknya merek dagang, logo, desain, dan semua hak kekayaan intelektual yang berkaitan dengan bisnis clothing line ini juga didaftarkan mereknya ke Ditjen HKI untuk mendapatkan perlindungan hukum.

 

Berdasarkan pemaparan di atas, Anda dapat memilih bentuk badan usaha dan jenis izin yang paling sesuai dengan bisnis clothing line yang akan Anda jalankan.

 

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

 

Dasar hukum:

1.    Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 07/MIND/PER/5/2005 tentang Penetapan Jenis-Jenis Industri Dalam Pembinaan Masing-Masing Direktorat Jenderal di Lingkungan Departemen Perindustrian;

2.    Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 41/M-IND/PER/6/2008 Tahun 2008 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Usaha Industri, Izin Perluasan dan Tanda Daftar Industri sebagaimana telah diubah oleh Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 81/M-IND/PER/10/2014 Tahun 2014 tentang Perubahan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 41/M-IND/PER/6/2008 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Usaha Industri, Izin Perluasan dan Tanda Daftar Industri;

3.    Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 36/M-DAG/PER/9/2007 Tahun 2007 tentang Penerbitan Surat Izin Usaha Perdagangan sebagaimana telah diubah oleh Peraturan Menteri Perdagangan No. 46/M-DAG/PER/9/2009 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 36/M-DAG/PER/9/2007 tentang Penerbitan Surat Izin Usaha Perdagangan dan terakhir diubah oleh Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 39/M-DAG/PER/12/2011 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 36/M-DAG/PER/9/2007 tentang Penerbitan Surat Izin Usaha Perdagangan.

 

Referensi:

1.    https://www.maxmanroe.com/mau-jalankan-bisnis-clothing-line-lakukan-6-hal-ini-sebelumnya.html, diakses pada 14 Desember 2016 pukul 11.33 WIB.

2.    http://pelayanan.jakarta.go.id/site/detailperizinan/501, diakses pada 14 Desember 2016 pukul 12.58 WIB.

 

 



[2] Pasal 8 ayat (2) Permenperin 41/2008

[6] Pasal 3 ayat (1) Permendag 46/2009

[7] Pasal 3 ayat (2) Permendag 46/2009

[8]Pasal 3 ayat (3) Permendag 46/2009

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Justika.com adalah terknologi terbaru hukumonline yang bekerja sebagai pusat informasi yang mempertemukan antara pencari bantuan hukum dan para profesional hukum dibidangnya masing-masing.

Temukan profesional hukum sesuai dengan permasalahan anda didalam jaringan justika.com
PENJAWAB : Easybiz
MITRA : Easybiz
Bisnis menjadi mudah