Rabu, 04 Januari 2017
Dibaca: 1749
Pertanyaan :
Syarat-syarat Mempekerjakan Pemain Sepak Bola di Bawah Umur
Apakah terhadap pemain sepakbola di bawah umur tunduk kepada Keputusan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Nomor: KEP. 115/MEN/VII/2004? Selanjutnya apabila pihak klub tidak memenuhi kewajiban seperti yang tertera dalam Pasal 5 keputusan menteri tersebut, apakah akibatnya? Terima kasih.
Jawaban :

Intisari:

 

 

Pada dasarnya, pengusaha dilarang mempekerjakan anak. Namun, ketentuan tersebut tidak bersifat mutlak. Ketentuan tersebut dikecualikan dalam beberapa kondisi salah satunya yaitu anak dapat melakukan pekerjaan untuk mengembangkan bakat dan minatnya.

 

Pengusaha yang mempekerjakan anak untuk melakukan pekerjaan untuk mengembangkan bakat dan minat memiliki beberapa kewajiban yang harus dipenuhi, baik yang diatur dalam UU Ketenagakerjaan maupun Permenakertrans 155/2004.

 

Akan tetapi, Permenakertrans 155/2004 tidak mengatur sanksi bagi pengusaha yang tidak memenuhi kewajiban-kewajibannya.

 

Berbeda dengan Permenakertrans 155/2004, UU Ketenagakerjaan mengatur bahwa jika kewajiban dalam UU Ketenagakerjaan dilanggar, pengusaha dapat dikenakan sanksi pidana kurungan paling singkat 1 (satu) bulan dan paling lama 12 (dua belas) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp10 juta dan paling banyak Rp100 juta.

 

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.

 

 

 

Ulasan:

 

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

 

Pekerjaan yang Dapat Dilakukan oleh Anak

Pada dasarnya, pengusaha dilarang mempekerjakan anak.[1] Namun, ketentuan tersebut tidak bersifat mutlak. Sebagaimana pernah dijelaskan dalam artikel Jenis-jenis Pekerjaan yang Dilarang Dilakukan Anak, ketentuan tersebut dikecualikan dalam beberapa kondisi yaitu:

 

1.    Bagi anak yang berumur antara 13 tahun sampai dengan 15 tahun untuk melakukan pekerjaan ringan sepanjang tidak mengganggu perkembangan dan kesehatan fisik, mental dan sosial.[2] Untuk mempekerjakan anak untuk pekerjaan ringan ini harus ada:[3]

a.    izin tertulis dari orang tua atau wali;

b.    perjanjian kerja antara pengusaha dengan orang tua atau wali;

c.    waktu kerja maksimum 3 (tiga) jam;

d.    dilakukan pada siang hari dan tidak mengganggu waktu sekolah;

e.    keselamatan dan kesehatan kerja;

f.     adanya hubungan kerja yang jelas; dan

g.    menerima upah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 

2.    Bagi anak yang berumur sedikitnya 14 tahun, dapat melakukan pekerjaan di tempat kerja yang merupakan bagian dari kurikulum pendidikan atau pelatihan yang disahkan oleh pejabat yang berwenang.[4] Pekerjaan yang sesuai dengan kurikulum pendidikan sebagaimana dimaksud dalam pasal ini dalam praktiknya sering disebut Praktik Kerja Lapangan (PKL).

 

3.    Anak dapat melakukan pekerjaan untuk mengembangkan bakat dan minatnya, dengan syarat:[5]

a.    di bawah pengawasan langsung dari orang tua atau wali;

b.    waktu kerja paling lama 3 (tiga) jam sehari; dan

c.    kondisi dan lingkungan kerja tidak mengganggu perkembangan fisik, mental, sosial, dan waktu sekolah.

 

Untuk menjawab pertanyaan Anda, terhadap pemain sepak bola di bawah umur, tentu berlaku ketentuan dalam UU Ketenagakerjaan terkait mempekerjakan pekerja anak.

 

Kemudian, mengenai apakah tunduk juga pada Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor KEP.115/MEN/VII/2004 Tahun 2004 tentang Perlindungan Bagi Anak Yang Melakukan Pekerjaan Untuk Mengembangkan Bakat dan Minat (“Permenakertrans 155/2004”) sebagaimana Anda sebutkan? Harus dilihat terlebih dahulu apakah pekerjaan sebagai pemain sepak bola termasuk sebagai pekerjaan untuk mengembangkan minat dan bakat anak.

 

Pekerjaan untuk Mengembangkan Bakat dan Minat

Menurut Pasal 2 ayat (1) Permenakertrans 155/2004, anak dapat melakukan pekerjaan untuk mengembangkan bakat dan minatnya. Bakat adalah kemampuan khusus yang dimiliki seorang anak yang dibawa sejak lahir.[6] Minat adalah ketertarikan seseorang anak pada sesuatu bidang.[7]

 

Untuk dapat dikatakan pekerjaan yang dilakukan untuk mengembangkan bakat dan minat anak, maka tentu saja anak tersebut memiliki ketertarikan terhadap bidang olah raga sepak bola dan memang menunjukan kemampuan khusus dalam olah raga tersebut.

 

Pekerjaan yang dikatakan untuk mengembangkan bakat dan minat tersebut harus memenuhi kriteria:[8]

a.    pekerjaan tersebut biasa dikerjakan anak sejak usia dini;

b.    pekerjaan tersebut diminati anak;

c.    pekerjaan tersebut berdasarkan kemampuan anak;

d.    pekerjaan tersebut menumbuhkan kreativitas dan sesuai dengan dunia anak.

 

Jika pekerjaan sebagai pemain sepak bola memenuhi kriteria di atas, maka pekerjaan tersebut dapat dikatakan sebagai pekerjaan untuk mengembangkan minat dan bakat anak. Oleh karena itu, selain tunduk pada UU Ketenagakerjaan, tunduk pula pada Permenakertrans 155/2004.

 

Perlu diingat bahwa pelibatan anak dalam pekerjaan untuk mengembangkan bakat dan minat harus memperhatikan kepentingan terbaik untuk anak.[9] Kepentingan terbaik tersebut dilakukan dengan cara antara lain:[10]

a.    anak didengar dan dihormati pendapatnya;

b.    anak diperlakukan tanpa menghambat tumbuh kembang fisik, mental, intelektual dan sosial secara optimal;

c.    anak tetap memperoleh pendidikan;

d.    anak diperlakukan sama dan tanpa paksaan.

 

Kewajiban Pengusaha Yang Mempekerjakan Anak di Bawah Umur

Berdasarkan UU Ketenagakerjaan, pengusaha yang mempekerjakan anak sebuah pekerjaan untuk mengembangkan bakat dan minatnya wajib memenuhi syarat:[11]

a.    di bawah pengawasan langsung dari orang tua atau wali;

b.    waktu kerja paling lama 3 (tiga) jam sehari; dan

c.    kondisi dan lingkungan kerja tidak mengganggu perkembangan fisik, mental, sosial, dan waktu sekolah.

 

Pengawasan langsung oleh orang tua/wali tersebut dilakukan dengan:[12]

a.    mendampingi setiap. kali anaknya melakukan pekerjaan;

b.    mencegah perlakuan eksploitatif terhadap anaknya;

c.    menjaga keselamatan, kesehatan dan moral anaknya selama melakukan pekerjaan

 

Selain itu, sebagaimana yang Anda sebutkan mengenai Pasal 5 Permenakertrans 155/2004, pengusaha yang mempekerjakan anak yang berumur kurang dari 15 tahun untuk mengembangkan bakat dan minat juga memiliki kewajiban:[13]

a.    membuat perjanjian kerja secara tertulis dengan orang tua/wali yang mewakili anak dan memuat kondisi dan syarat kerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku;

b.    mempekerjakan di luar waktu sekolah;

c.    memenuhi ketentuan waktu kerja paling lama 3 (tiga) jam sehari dan 12 jam seminggu;

d.    melibatkan orang tua/wali di lokasi tempat kerja untuk melakukan pengawasan langsung;

e.    menyediakan tempat dan lingkungan kerja yang bebas dari peredaran dan penggunaan narkotika, perjudian, minuman keras, prostitusi dan hal-hal sejenis yang memberikan pengaruh buruk terhadap perkembangan fisik, mental dan sosial anak;

f.     menyediakan fasilitas tempat istirahat selama waktu tunggu (waktu tunggu paling lama 1 (satu) jam[14]; jika waktu tunggu melebihi 1 (satu) jam, maka kelebihan waktu tersebut termasuk di dalam waktu kerja[15]);

g.    melaksanakan syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja.

 

Bagaimana jika pengusaha tidak memenuhi ketentuan Permenakertrans 155/2004? Permenakertrans 155/2004 tidak mengatur mengenai sanksinya. Namun, kita dapat merujuk pada UU Ketenagakerjaan.

 

Sanksi Mempekerjakan Anak di Bawah Umur Menurut UU Ketenagakerjaan

Dalam UU Ketenagakerjaan, bila terjadi pelanggaran terhadap ketentuan mempekerjakan anak, maka ada sanksi yang dapat dikenakan terhadap pengusaha. Sanksinya antara lain sebagai berikut:

 

1.    Jika pengusaha mempekerjakan anak, padahal pekerjaan yang dilakukannya tidak termasuk sebagai pengecualian sebagaimana telah dijelaskan di atas, maka dapat dikenakan sanksi pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling sedikit Rp100 juta dan paling banyak Rp400 juta.[16]

 

2.    Sedangkan jika pengusaha mempekerjakan anak untuk melakukan pekerjaan guna mengembangkan minat dan bakat anak (termasuk pekerjaan yang dikecualikan dari ketentuan larangan mempekerjakan anak), tetapi pengusaha tidak memenuhi syarat-syaratnya, maka pengusaha bisa dikenakan sanksi pidana kurungan paling singkat 1 (satu) bulan dan paling lama 12 bulan dan/atau denda paling sedikit Rp10 juta dan paling banyak Rp100 juta.[17]

 

Sanksi Mempekerjakan Anak di Bawah Umur Menurut UU Perlindungan Anak

Selain diatur dalam UU Ketenagakerjaan, larangan mempekerjakan anak juga diatur dalam Pasal 76I Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (“UU 35/2014”) yang menyatakan bahwa setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan eksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual terhadap Anak.

 

Adapun sanksi atas pelanggaran pasal di atas yaitu dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau denda paling banyak Rp200 juta.[18]

 

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam artikel Bagaimana Penyelesaiannya Jika Dituduh Mempekerjakan Anak?.

 

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

 

Dasar hukum:

1.    Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan;

2.    Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak;

3.    Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor KEP.115/MEN/VII/2004 Tahun 2004 tentang Perlindungan Bagi Anak Yang Melakukan Pekerjaan Untuk Mengembangkan Bakat dan Minat.

 



[2] Pasal 69 ayat (1) UU Ketenagakerjaan

[3] Pasal 69 ayat (2) UU Ketenagakerjaan

[4] Pasal 70 ayat (1) dan ayat (2) UU Ketenagakerjaan

[5] Pasal 71 UU Ketenagakerjaan

[6] Pasal 1 angka 4 Permenakertrans 155/2004

[7] Pasal 1 angka 5 Permenakertrans 155/2004

[8] Pasal 2 ayat (3) Permenakertrans 155/2004

[9] Pasal 3 ayat (1) Permenakertrans 155/2004

[10] Pasal 3 ayat (2) Permenakertrans 155/2004

[11] Pasal 71 ayat (2) UU Ketenagakerjaan

[12] Pasal 4 ayat (2) Permenakertrans 155/2004

[13] Pasal 5 ayat (1) Permenakertrans 155/2004

[14] Pasal 5 ayat (2) Permenakertrans 155/2004

[15] Pasal 5 ayat (3) Permenakertrans 155/2004

[16] Pasal 185 ayat (1) UU Ketenagakerjaan

[17] Pasal 187 ayat (1) UU Ketenagakerjaan

[18] Pasal 88 UU 35/2014

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Justika.com adalah terknologi terbaru hukumonline yang bekerja sebagai pusat informasi yang mempertemukan antara pencari bantuan hukum dan para profesional hukum dibidangnya masing-masing.

Temukan profesional hukum sesuai dengan permasalahan anda didalam jaringan justika.com
PENJAWAB : Sovia Hasanah, S.H.
MITRA : Bung Pokrol
Sovia Hasanah mendapatkan gelar Sarjana Hukum dari Universitas Andalas pada 2016 dengan mengambil Program Kekhususan IX (Hukum Agraria dan Sumber Daya Alam).