Senin, 10 Juli 2017
Dibaca: 6755
Pertanyaan :
Aturan yang Mewajibkan Penumpang Melepas Jam Tangan Saat Masuki X-Ray Bandara
Apa dasar hukumnya bagi penumpang pesawat terbang untuk melepaskan jam tangan pada saat check in dan sebelum boarding?  
Jawaban :

Intisari:

 

 

Setiap penumpang, personel pesawat udara dan orang perseorangan yang memasuki daerah keamanan terbatas serta barang bawaan harus dilakukan pemeriksaan keamanan.

 

Pemeriksaan keamanan dilakukan oleh personel keamanan bandar udara. Personel keamanan bandar udara yang bertugas sebagai pengatur arus masuk penumpang, personel pesawat udara dan orang perseorangan serta barang bawaan, antara lain mengatur, memeriksa dan mengarahkan serta memastikan mantel, jaket, topi, ikat pinggang, ponsel, jam tangan, kunci dan barang-barang yang mengandung unsur logam diperiksa melalui mesin x-ray.

 

Penumpang yang menolak untuk diperiksa bisa dikeluarkan dari ruang tunggu oleh petugas.

 

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.

 

 

 

Ulasan:

 

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

 

Pertanyaan Anda ini berkaitan dengan sejumlah ketentuan pelayanan sebelum penerbangan.

 

Standar Pelayanan Sebelum Penerbangan (Pre – Flight)

Menurut Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 185 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri (“Permenhub 185/2015”) standar pelayanan sebelum penerbangan (pre-flight) terdiri dari:[1]

a.    informasi penerbangan;

b.    pemesanan tiket (reservation);

c.    penerbitan tiket (ticketing);

d.   pelaporan tiket sebelum keberangkatan (check-in);

e.    proses boarding (boarding); dan

f.     penanganan keterlambatan penerbangan, pembatalan penerbangan dan denied boarding passenger

 

Check in merupakan salah satu standar pelayanan sebelum penerbangan. Standar pelayanan pelaporan tiket sebelum keberangkatan (check-in) meliputi:[2]

a.    petugas check-in;

b.    ketersediaan pelayanan check-in;

c.    batas waktu buka check-in counter;

d.    batas waktu tutup check-in counter,

e.    kesesuaian tanda pengenal;

f.     pas masuk pesawat (boarding pass);

g.    ketentuan bagasi tercatat;

h.    ketentuan bagasi kabin; dan

i.      batas waktu lamanya proses pelayanan check-in

 

Mengenai pemeriksaan pada saat check in dan sebelum boarding yang Anda sebutkan, sebelumnya perlu diketahui bahwa untuk kepentingan keamanan penerbangan, unit penyelenggara Bandar udara dan badan usaha Bandar udara harus mengidentifikasi daerah-daerah yang digunakan untuk kegiatan operasional penerbangan yang ditetapkan sebagai:[3]

1.    Daerah Keamanan terbatas

Yaitu daerah-daerah tertentu di dalam bandar udara maupun di luar bandar udara yang diidentifikasi sebagai daerah berisiko tinggi untuk digunakan kepentingan penerbangan, penyelenggara bandar udara, dan kepentingan lain dimana daerah tersebut dilakukan pengawasan dan untuk masuk dilakukan pemeriksaan keamanan.[4]  

 

Daerah Keamanan Terbatas harus dilindungi secara fisik untuk mencegah masuknya orang, kendaraan, barang bawaan, kargo dan pos serta hewan yang dapat membahayakan keamanan dan keselamatan penerbangan.[5]

2.    Daerah Steril

3.    Daerah Terbatas dan/ atau

4.    Daerah public

 

Izin Memasuki Daerah Keamanan Terbatas

Menurut Pasal 2 ayat (1) Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/2765/XII/2010 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pemeriksaan Keamanan Penumpang, Personel Pesawat Udara dan Barang Bawaan yang Diangkut dengan Pesawat Udara dan Orang Perseorangan (“Peraturan Direktur Perhubungan SKEP 2765/2010”), setiap penumpang, personel pesawat udara dan orang perseorangan yang memasuki daerah keamanan terbatas harus mempunyai izin masuk yang berlaku.

 

Izin masuk sebagaimana dimaksud berupa:[6]

a.    tiket penumpang atau pas masuk pesawat udara (boarding pass) sesuai dengan identitas diri yang sah;

b.    pas bandar udara;

c.    identitas penerbang dan personel kabin (Crew ID Card); atau

d.    tanda pengenal inspektor penerbangan Direktorat Jenderal

 

Pemeriksaan Penumpang

Setiap penumpang, personel pesawat udara dan orang perseorangan yang memasuki daerah keamanan terbatas serta barang bawaan harus dilakukan pemeriksaan keamanan.[7]

 

Pemeriksaan keamanan dilakukan oleh personel keamanan bandar udara.[8]

 

Personel keamanan bandar udara harus memastikan penumpang, personel pesawat udara dan barang bawaan dan orang perseorangan yang memasuki daerah keamanan terbatas dan/atau ruang tunggu tidak membawa barang dilarang (prohibited items) yang dapat digunakan untuk melakukan tindakan melawan hukum dalam penerbangan.[9] Pemeriksaan keamanan tersebut dilakukan di tempat pemeriksaan keamanan (Security Check Point/SCP).[10]

 

Tempat pemeriksaan keamanan (Security Check Point/SCP) dibagi 2 (dua) area yaitu :[11]

a.    tempat pemeriksaan keamanan pertama (Security Check Point/SCP-1) di daerah keamanan terbatas;

b.    tempat pemeriksaan keamanan kedua (Security Check Point/SCP-2) di daerah pintu masuk menuju ruang tunggu.

 

Tempat pemeriksaan keamanan pertama (Security Check Point/SCP-1) terletak pada pintu masuk menuju daerah sekitar tempat pelaporan keberangkatan (counter check-in).[12] Sedangkan tempat pemeriksaan keamanan kedua (Security Check Point/SCP-2) terletak pada pintu masuk menuju ruang tunggu.[13]

 

Jalur pemeriksaan keamanan pertama dan kedua yang menggunakan peralatan keamanan penerbangan harus mempunyai peralatan keamanan paling sedikit meliputi:[14]

a.    a mesin x-ray bagasi kabin;

b.    gawang detektor logam (Walk Through Metal Detector / WTMD ); dan

c.    detektor logam genggam (Hand Held Metal Detector / HHMD).

 

Wajibkah Penumpang Melepas Jam Tangan Saat Pemeriksaan Oleh Personel Keamanan?

Personel keamanan bandar udara yang bertugas sebagai pengatur arus masuk penumpang, personel pesawat udara dan orang perseorangan serta barang bawaan, melakukan kegiatan:[15]

a.    memeriksa izin masuk ke daerah keamanan terbatas dan ruang tunggu;

b.    mengatur, memeriksa dan mengarahkan serta memastikan, antara lain:

1.   bagasi atau barang bawaan yang ditempatkan pada conveyor belt mesin x-ray pada posisi yang tepat untuk pemeriksaan dan memastikan jarak antara dua bagasi atau barang bawaan;

2.    mantel, jaket, topi, ikat pinggang, ponsel, jam tangan, kunci dan barang-barang yang mengandung unsur logam diperiksa melalui mesin x-ray;

3.    laptop dan barang elektronik lainnya dengan ukuran yang sama dikeluarkan dari tas/bagasi dan diperiksa melalui mesin x-ray;

4.    semua cairan, aerosol dan gel diperiksa melalui mesin x-ray; dan

5.  setiap penumpang, personel pesawat udara, orang perseorangan dan barang bawaan masuk melalui jalur pemeriksaan pada Tempat Pemeriksaan Keamanan (Security Check Point/SCP);

c.    mengatur antrian penumpang, personel pesawat udara dan orang perseorangan yang akan dilakukan pemeriksaan keamanan.

 

Personel keamanan bandar udara wajib menolak penumpang, personel pesawat udara dan orang perseorangan serta barang bawaan yang memasuki ruang tunggu apabila tidak memiliki izin masuk dan/atau menolak untuk diperiksa.[16]

 

Penumpang, personel pesawat udara dan orang perseorangan serta barang bawaan yang tidak memiliki izin masuk dan/atau menolak untuk diperiksa yang telah berada di ruang tunggu, personel keamanan bandar udara harus mengeluarkannya dan memeriksa ulang seluruh penumpang serta memastikan keamanan ruang tunggu.[17]

 

Menurut  Head of Corporate Secretary and Legal PT Angkasa Pura II Agus Haryadi  yang kami kutip dari artikel Calon Penumpang Pesawat Kini Wajib Lepas Ikat Pinggang dan Jam Tangan di Bandara pada laman berita Kompas.com selain menjalani pemeriksaan melalui metal detector, kini penumpang pesawat yang masuk ke bandara harus melepas ikat pinggang dan jam tangan. Kebijakan baru ini diterapkan setelah sebelumnya ada modus menyembunyikan senjata tajam di ikat pinggang maupun jam tangan.

 

Masih dari sumber yang sama, dengan diterapkannya kebijakan baru tersebut, petugas Avsec berhak melakukan pemeriksaan badan menyeluruh terhadap para penumpang pesawat. Untuk efisiensi waktu pemeriksaan, Agus juga mengingatkan agar penumpang pesawat sudah terlebih dahulu memilah barang-barang saat menjalani pos-pos pemeriksaan di bandara. Adapun barang-barang yang perlu dikeluarkan yaitu yang berunsur logam, seperti telepon seluler, kamera saku, koin, dan barang-barang sejenis lainnya.

 

Selain itu, menurut informasi dalam artikel Jam dan Ikat Pinggang Wajib Dilepas Saat Masuki X-Ray Terminal Bandara yang kami akses dari laman Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Suprasetyo mengatakan, mengapa sabuk atau ikat pinggang harus diperiksa demi keamanan, karena bisa saja penumpang yang berniat jahat menyimpan senjata atau pisau yang tipis di dalam kulit ikat pinggangnya. Jam tangan yang canggih juga bisa menjadi senjata seperti menyiapkan jarum-jarum beracun yang mengoperasikannya melalui tombol-tombol yang ada pada jam tangan.

 

Jadi pada saat personel keamanan melakukan pemeriksaan keamanan terhadap penumpang serta barang bawaan, barang penumpang yang mengandung logam harus diperiksa melalui mesin x-ray. Memang tidak disebutkan bahwa wajib melepaskannya, tetapi jika petugas meminta untuk melepaskan supaya bisa diperiksa melalui mesin x-ray, maka penumpang seharusnya melepaskan sesuai dengan perintah. Karena apabila penumpang menolak untuk diperiksa, maka petugas harus mengeluarkannya dan memeriksa ulang seluruh penumpang serta memastikan keamanan ruang tunggu.

 

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

 

Dasar hukum:

1.  Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 127 Tahun 2015 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 90 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor Pm 127 Tahun 2015 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional;

2.    Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 185 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri;

3.    Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/2765/XII/2010 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pemeriksaan Keamanan Penumpang, Personel Pesawat Udara dan Barang Bawaan yang Diangkut dengan Pesawat Udara dan Orang Perseorangan.

 

Referensi:

http://megapolitan.kompas.com/read/2015/11/03/16280331/Penumpang.di.Bandara.Kini.Wajib.Lepas.Ikat.Pinggang.dan.Jam.Tangan, diakses pada 7 Juli 2017 pukul 15.15 WIB

 

http://www.dephub.go.id/berita/baca/jam-dan-ikat-pinggang-wajib-dilepas-saat-masuki-x-ray-terminal-bandara/?cat=QmVyaXRhfHNlY3Rpb24tNjU=, diakses pada 10 Juli 2017 pukul 13.50 WIB



[1] Pasal 4 ayat (1) Permenhub 185/2015

[2] Pasal 14 Permenhub 185/2015

[4] Bab II Angka 27 Permenhub 127/2015

[6] Pasal 3 Peraturan Direktur Perhubungan SKEP 2765/2010

[7]  Pasal 2 ayat (2) Peraturan Direktur Perhubungan SKEP 2765/2010

[8] Pasal 5 ayat (1) Peraturan Direktur Perhubungan SKEP 2765/2010

[9] Pasal 5 ayat (2) Peraturan Direktur Perhubungan SKEP 2765/2010

[10] Pasal 5 ayat (3) Peraturan Direktur Perhubungan SKEP 2765/2010

[11] Pasal 7 Peraturan Direktur Perhubungan SKEP 2765/2010

[12] Pasal 8 ayat (1) Peraturan Direktur Perhubungan SKEP 2765/2010

[13] Pasal 10 ayat (1) Peraturan Direktur Perhubungan SKEP 2765/2010

[14] Pasal 8 ayat (3) jo. Pasal 10 ayat (3) Peraturan Direktur Perhubungan SKEP 2765/2010

[15] Pasal 23 Peraturan Direktur Perhubungan SKEP 2765/2010

[16] Pasal 15 ayat (1) Peraturan Direktur Perhubungan SKEP 2765/2010

[17] Pasal 15 ayat (2) Peraturan Direktur Perhubungan SKEP 2765/2010

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Justika.com adalah terknologi terbaru hukumonline yang bekerja sebagai pusat informasi yang mempertemukan antara pencari bantuan hukum dan para profesional hukum dibidangnya masing-masing.

Temukan profesional hukum sesuai dengan permasalahan anda didalam jaringan justika.com
PENJAWAB : Sovia Hasanah, S.H.
MITRA : Bung Pokrol
Sovia Hasanah mendapatkan gelar Sarjana Hukum dari Universitas Andalas pada 2016 dengan mengambil Program Kekhususan IX (Hukum Agraria dan Sumber Daya Alam).