Kamis, 24 Agustus 2017
Pertanyaan :
Aturan tentang Batasan Jumlah Gerai Waralaba Jenis Toko Modern
Adakah batasan jumlah gerai yang dimiliki oleh pengusaha waralaba? Bagaimana pengaturannya? Jika ingin membuka gerai di mall, berapakah batasan minimum luas atau jumlah gerai yang dimiliki pada satu mall?  
Jawaban :

Intisari:

 

 

Pemberi Waralaba dan Penerima Waralaba untuk jenis usaha Toko Modern dapat mendirikan outlet/gerai yang dimiliki dan dikelola sendiri (company owned outlet) paling banyak 150 outlet/gerai.

 

Jadi, jumlah maksimal yang ditetapkan untuk jumlah gerai pada usaha waralaba toko modern yaitu paling banyak 150 outlet/gerai. Dalam hal Pemberi Waralaba dan Penerima Waralaba untuk jenis usaha Toko Modern telah memiliki outlet/gerai sebanyak 150 outlet/gerai dan akan melakukan penambahan outlet/gerai lebih lanjut, maka pendirian outlet/gerai tambahan wajib diwaralabakan.

 

Kewajiban mewaralabakan pendirian outlet/gerai tambahan diberlakukan terhadap Toko Modern dengan luas gerai:

a.    kurang dari atau sama dengan 400 m2 untuk mini market;

b.    kurang dari atau sama dengan 1200 m2 untuk supermarket; dan

c.    kurang dari atau sama dengan 2000 m2 untuk departement store.

 

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.

 

 

 

Ulasan:

 

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

 

Waralaba

Untuk menjawab pertanyaan Anda, sebelumnya kami asumsikan gerai yang dimiliki pengusaha waralaba ini jenis usahanya adalah usaha toko modern.

 

Untuk itu, kami akan berpedoman pada Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 68/M-DAG/PER/10/2012 Tahun 2012 tentang Waralaba untuk Jenis Usaha Toko Modern (“Permendag 68/2012”).

 

Waralaba adalah hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang telah terbukti berhasil dan dapat dimanfaatkan dan/atau digunakan oleh pihak lain berdasarkan Perjanjian Waralaba.[1] Yang disebut dengan outlet/gerai adalah tempat melaksanakan kegiatan usaha toko modern.[2]

 

Sementara itu, toko modern adalah toko dengan sistem pelayanan mandiri, menjual berbagai jenis barang secara eceran yang dapat berbentuk minimarket, supermarket, department store, hypermarket ataupun grosir yang berbentuk perkulakan.[3]

 

Pemberi Waralaba dan Penerima Waralaba untuk jenis usaha Toko Modern di mall, dapat mengembangkan kegiatan usahanya melalui pendirian outlet/gerai yang:[4]

a.   dimiliki dan dikelola sendiri (company owned outlet); dan

b.   diwaralabakan.

 

Batasan Kepemilikan Gerai/Outlet Waralaba Pada Toko Modern

Menjawab pertanyaan Anda, Pemberi Waralaba dan Penerima Waralaba untuk jenis usaha Toko Modern dapat mendirikan outlet/gerai yang dimiliki dan dikelola sendiri (company owned outlet) paling banyak 150 outlet/gerai.[5]

 

Dalam hal Pemberi Waralaba dan Penerima Waralaba untuk jenis usaha Toko Modern telah memiliki outlet/gerai sebanyak 150 outlet/gerai dan akan melakukan penambahan outlet/gerai lebih lanjut, maka pendirian outlet/gerai tambahan wajib diwaralabakan.[6]

 

Prosentase jumlah outlet/gerai yang diwaralabakan paling sedikit 40% dari jumlah outlet/gerai yang ditambahkan. Kewajiban mewaralabakan pendirian outlet/gerai tambahan diberlakukan terhadap Toko Modern dengan luas gerai:[7]

a.    kurang dari atau sama dengan 400 m2 untuk mini market;

b.    kurang dari atau sama dengan 1200 m2 untuk supermarket; dan

c.    kurang dari atau sama dengan 2000 m2 untuk departement store.

 

Pengecualian dari ketentuan batasan tersebut dalam hal:[8]

a.   Pemberi Waralaba dan Penerima Waralaba yang telah memiliki 150 outlet/gerai belum memperoleh keuntungan yang dibuktikan dengan laporan keuangan yang diaudit oleh Akuntan Publik yang ditetapkan oleh Menteri; atau

b.  Berdasarkan hasil penilaian Tim Penilai, Pemberi Waralaba yang akan menambahkan outlet/gerai di daerah, tidak mendapatkan pelaku usaha setempat yang dapat menjadi Penerima Waralaba.

 

Menteri Perdagangan mendelegasikan kewenangan penetapan sebagai Akuntan Publik kepada Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri. Direktur Jenderal menerbitkan penetapan sebagai Akuntan Publik untuk dan atas nama Menteri Perdagangan. Biaya yang diperlukan untuk mengaudit laporan keuangan dibebankan kepada Pemberi Waralaba dan Penerima Waralaba.[9]

 

Sanksi Jika Melebihi Ketentuan Jumlah Maksimal Gerai

Pemberi Waralaba dan Penerima Waralaba untuk jenis usaha Toko Modern yang melanggar ketentuan jumlah maksimal gerai dapat dikenakan sanksi administratif secara bertahap berupa:[10]

a.  peringatan tertulis paling banyak 3 (tiga) kali berturut-turut dengan tenggang waktu 2 (dua) minggu sejak tanggal surat peringatan oleh pejabat penerbit Surat Tanda Pendaftaran Waralaba;

b.    pemberhentian sementara Surat Tanda Pendaftaran Waralaba paling lama 2 (dua) bulan apabila tidak memenuhi ketentuan dalam peringatan tertulis; dan

c.    pencabutan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba, apabila tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada huruf b.

 

Jadi menjawab pertanyaan Anda, memang ada jumlah maksimal yang ditetapkan untuk jumlah gerai pada usaha waralaba toko modern yaitu paling banyak 150 outlet/gerai untuk outlet/gerai yang dimiliki dan dikelola sendiri (company owned outlet).

 

Batasan Luas Sebuah Outlet Toko Modern Pada Mall

Mengenai batasan minimum luas dan jumlah outlet toko modern pada sebuah mall secara eksplisit tidak diatur. Tetapi pada Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern (“Perpres 112/2007”) serta Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 70/M-DAG/PER/12/2013 Tahun 2013 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern (“Permendag 70/2013”) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 56/M-DAG/PER/9/2014 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 70/M-Dag/Per/12/2013 dentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern, ada pengaturan mengenai batasan luas lantai penjualan toko modern yaitu:[11]

a.    Minimarket, kurang dari 400 m2

b.    Supermarket, 400 m2 sampai dengan 5.000 m2 ;

c.    Hypermarket, diatas 5.000 m2 ;

d.    Department Store, diatas 400 m2;

e.    Perkulakan, diatas 5.000 m2 .

 

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

 

Dasar hukum:

1.    Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern;

2.    Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 68/M-DAG/PER/10/2012 Tahun 2012 tentang Waralaba Untuk Jenis Usaha Toko Modern;

3.  Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 70/M-DAG/PER/12/2013 Tahun 2013 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 56/M-DAG/PER/9/2014 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 70/M-Dag/Per/12/2013 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.



[1] Pasal 1 angka 1 Permendag 68/2012

[2] Pasal 1 angka 5 Permendag 68/2012

[3] Pasal 1 angka 4 Permendag 68/2012

[4] Pasal 2 Permendag 68/2012

[5] Pasal 3 Permendag 68/2012

[6] Pasal 4 ayat (1) Permendag 68/2012

[7] Pasal 4 ayat (2) dan (3) Permendag 68/2012

[8] Pasal 5 ayat (1) Permendag 68/2012

[9] Pasal 5 ayat (2), (3), dan (4) Permendag 68/2012

[10] Pasal 11 Permendag 68/2012

[11] Pasal 3 ayat (2) Perpres 112/2007 dan Pasal 6 Permendag 70/2013



Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
PENJAWAB : Sovia Hasanah, S.H.
MITRA : Bung Pokrol
Sovia Hasanah mendapatkan gelar Sarjana Hukum dari Universitas Andalas pada 2016 dengan mengambil Program Kekhususan IX (Hukum Agraria dan Sumber Daya Alam).