Jumat, 08 September 2017
Dibaca: 4789
Pertanyaan :
Bolehkah Melamar Menjadi PNS Lagi Jika Pernah Berhenti dengan Hormat Atas Permintaan Sendiri?
Dapatkah saya mendaftar kembali menjadi PNS apabila saya sudah berhenti menjadi PNS dengan status "berhenti dengan hormat atas permintaan sendiri"?
Jawaban :

Intisari:

 

 

Pada dasarnya setiap warga negara Indonesia mempunyai kesempatan yang sama untuk melamar menjadi PNS. Yang perlu diperhatikan untuk melamar menjadi PNS adalah harus memenuhi persyaratan.

 

Salah satu persyaratan untuk melamar menjadi PNS adalah tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS, yakni karena melakukan pelanggaran disiplin PNS tingkat berat.

 

Sehingga, Anda yang berhenti menjadi PNS dengan status berhenti dengan hormat atas permintaan sendiri bukanlah termasuk yang dilarang.

 

Itu artinya, Anda boleh saja melamar kembali menjadi PNS sepanjang memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

 

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.

 

 

 

Ulasan:

 

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

 

Pemberhentian PNS dengan Hormat

Pegawai Negeri Sipil (“PNS”) dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (“UU ASN”). Dalam Pasal 87 UU ASN diatur:

 

(1)  PNS diberhentikan dengan hormat karena:

a.    meninggal dunia;

b.    atas permintaan sendiri;

c.    mencapai batas usia pensiun;

d.    perampingan organisasi atau kebijakan pemerintah yang mengakibatkan pensiun dini; atau

e.    tidak cakap jasmani dan/atau rohani sehingga tidak dapat menjalankan tugas dan kewajiban

(2)  PNS dapat diberhentikan dengan hormat atau tidak diberhentikan karena dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan hukuman pidana penjara paling singkat 2 (dua) tahun dan pidana yang dilakukan tidak berencana.

(3)  PNS diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri karena melakukan pelanggaran disiplin PNS tingkat berat.

(4)  PNS diberhentikan tidak dengan hormat karena:

a.    melakukan penyelewengan terhadap Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

b.  dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan jabatan atau tindak pidana kejahatan yang ada hubungannya dengan jabatan dan/atau pidana umum;

c.    menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik; atau

d.  dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan pidana penjara paling singkat 2 (dua) tahun dan pidana yang dilakukan dengan berencana.

 

Jadi, memang benar bahwa PNS yang berhenti atas permintaan sendiri termasuk kategori pemberhentian PNS dengan hormat. Sedangkan, jika ia berhenti karena melakukan pelanggaran disiplin PNS tingkat berat, maka termasuk kategori pemberhentian PNS dengan hormat tidak atas permintaan sendiri.[1]

 

Dalam konteks pertanyaan Anda, Anda berhenti menjadi PNS dengan status berhenti dengan hormat atas permintaan sendiri.

 

Proses Pendaftaran PNS

Jika ingin melakukan pendaftaran PNS, maka yang harus diperhatikan adalah persyaratan lamaran yang tercantum pada Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (“PP 11/2017”).

 

Setiap warga negara Indonesia mempunyai kesempatan yang sama untuk melamar menjadi PNS dengan memenuhi persyaratan sebagai berikut:[2]

a.   usia paling rendah 18 tahun dan paling tinggi 35 tahun pada saat melamar (batas usia dapat dikecualikan bagi Jabatan tertentu, yaitu paling tinggi 40 tahun[3]);

b.  tidak pernah dipidana dengan pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan pidana penjara 2 (dua) tahun atau lebih;

c.  tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS, prajurit Tentara Nasional Indonesia, anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta;

d.    tidak berkedudukan sebagai calon PNS, PNS, prajurit Tentara Nasional Indonesia, atau anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia;

e.    tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik atau terlibat politik praktis;

f.     memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan Jabatan;

g.    sehat jasmani dan rohani sesuai dengan persyaratan Jabatan yang dilamar;

h.    bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia atau negara lain yang ditentukan oleh Instansi Pemerintah; dan

i.      persyaratan lain sesuai kebutuhan Jabatan yang ditetapkan oleh PPK.

 

Setiap pelamar wajib memenuhi dan menyampaikan semua persyaratan pelamaran yang tercantum dalam pengumuman. Setiap pelamar berhak untuk memperoleh informasi tentang seleksi pengadaan PNS dari Instansi Pemerintah yang akan dilamar.[4]

 

Penyampaian semua persyaratan pelamaran diterima paling lama 10 hari kerja sebelum pelaksanaan seleksi.[5]

 

Jadi, salah satu persyaratan yang harus dipenuhi untuk melamar menjadi PNS adalah tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri itu karena melakukan pelanggaran disiplin PNS tingkat berat.

 

Sehingga, Anda yang berhenti menjadi PNS dengan status berhenti dengan hormat atas permintaan sendiri bukanlah termasuk syarat yang dilarang.

 

Pengadaan PNS

Seleksi pengadaan PNS tahap:[6]

a. seleksi administrasi;

b. seleksi kompetensi dasar; dan

c. seleksi kompetensi bidang.

 

Seleksi administrasi dilakukan untuk mencocokkan antara persyaratan administrasi dengan dokumen pelamaran yang disampaikan oleh pelamar.[7] Panitia seleksi instansi pengadaan PNS melaksanakan seleksi administrasi terhadap seluruh dokumen pelamaran yang diterima. Panitia seleksi instansi pengadaan PNS wajib mengumumkan hasil seleksi administrasi secara terbuka. Dalam hal dokumen pelamaran tidak memenuhi persyaratan administrasi, pelamar dinyatakan tidak lulus seleksi administrasi.[8]

 

Jadi menjawab pertanyaan Anda, pada dasarnya setiap warga negara Indonesia mempunyai kesempatan yang sama untuk melamar menjadi PNS. Yang perlu diperhatikan untuk melamar menjadi PNS adalah harus memenuhi persyaratan. Salah satu persyaratan untuk melamar menjadi PNS adalah tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS, yakni karena melakukan pelanggaran disiplin PNS tingkat berat.

 

Sehingga, Anda yang berhenti menjadi PNS dengan status berhenti dengan hormat atas permintaan sendiri bukanlah termasuk yang dilarang. Itu artinya, Anda boleh saja melamar kembali menjadi PNS sepanjang memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

 

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

 

Dasar hukum:

1.   Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara;

2.    Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil.

 

 



[1] Pasal 253 ayat (1) PP 11/2017

[2] Pasal 23 ayat (1) PP 11/2017

[3] Pasal 23 ayat (2) PP 11/2017

[4] Pasal 24 PP 11/2017

[5] Pasal 25 PP 11/2017

[6] Pasal 26 ayat (1) PP 11/2017

[7] Pasal 26 ayat (2) PP 11/2017

[8] Pasal 27 ayat (3) PP 11/2017

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Justika.com adalah terknologi terbaru hukumonline yang bekerja sebagai pusat informasi yang mempertemukan antara pencari bantuan hukum dan para profesional hukum dibidangnya masing-masing.

Temukan profesional hukum sesuai dengan permasalahan anda didalam jaringan justika.com
PENJAWAB : Sovia Hasanah, S.H.
MITRA : Bung Pokrol
Sovia Hasanah mendapatkan gelar Sarjana Hukum dari Universitas Andalas pada 2016 dengan mengambil Program Kekhususan IX (Hukum Agraria dan Sumber Daya Alam).