Kamis, 07 Desember 2017
Pertanyaan :
Jenis-Jenis Visa dan Kegunaannya
Saya bingung membedakan visa. Ada yang namanya visa on arrival, dan namanya visa kunjungan, ada lagi visa tinggal terbatas, kemudian visa sekali perjalanan, beberapa kali perjalanan. Mohon jelaskan kegunaan masing-masing visa yang saya sebutkan. Terima kasih.
Jawaban :

Intisari:

 

 

Secara umum visa terdiri dari 4 (empat) jenis yaitu visa diplomatik, visa dinas, visa kunjungan, dan visa tinggal terbatas. Visa kunjungan diberikan kepada Orang Asing yang akan melakukan perjalanan ke Wilayah Indonesia dalam rangka kunjungan tugas pemerintahan, pendidikan, sosial budaya, pariwisata, bisnis, keluarga, jurnalistik, atau singgah untuk meneruskan perjalanan ke negara lain. Sedangkan Visa tinggal terbatas diberikan kepada Orang Asing yang melakukan perjalanan ke Indonesia untuk bertempat tinggal dalam jangka waktu yang terbatas atau dalam rangka bergabung untuk bekerja di atas kapal yang beroperasi di Indonesia.

 

Jadi, perbedaan antara visa kunjungan dengan visa tinggal terbatas terletak pada tujuan kedatangan orang asing ke Indonesia.

 

Kemudian visa kunjungan itu sendiri terdiri dari 3 (tiga) jenis yaitu visa kunjungan 1 (satu) kali perjalanan yang diberikan kepada Orang Asing untuk tinggal di Wilayah Indonesia paling lama 60 hari; visa kunjungan beberapa kali perjalanan yang diberikan kepada Orang Asing dengan masa berlaku visa selama 5 (lima) tahun untuk tinggal di Indonesia paling lama 60 hari; dan visa kunjungan saat kedatangan (visa on arrival) yang diberikan kepada Orang Asing untuk tinggal di Indonesia paling lama 30 hari.

 

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.

 

 

 

Ulasan:

 

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

 

Untuk menjawab pertanyaan Anda kami berasumsi bahwa jenis visa yang Anda tanyakan adalah Visa Republik Indonesia.

 

Jenis-Jenis Visa

Visa Republik Indonesia (“Visa”), menurut Pasal 1 angka 18 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian (“UU 6/2011”), adalah keterangan tertulis yang diberikan oleh pejabat yang berwenang di Perwakilan Republik Indonesia atau di tempat lain yang ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia yang memuat persetujuan bagi Orang Asing untuk melakukan perjalanan ke Wilayah Indonesia dan menjadi dasar untuk pemberian Izin Tinggal.

 

Setiap Orang Asing yang masuk Wilayah Indonesia wajib memiliki Visa yang sah dan masih berlaku, kecuali ditentukan lain berdasarkan UU 6/2011 dan perjanjian internasional.[1]

 

Secara umum Visa terdiri atas:[2]

a.    Visa diplomatik

Visa diplomatik diberikan kepada Orang Asing pemegang Paspor diplomatik dan paspor lain untuk masuk Wilayah Indonesia guna melaksanakan tugas yang bersifat diplomatik.[3]

 

b.    Visa dinas

Visa dinas diberikan kepada Orang Asing pemegang Paspor dinas dan Paspor lain yang akan melakukan perjalanan ke Wilayah Indonesia dalam rangka melaksanakan tugas resmi yang tidak bersifat diplomatik dari pemerintah asing yang bersangkutan atau organisasi internasional.[4]

 

c.    Visa kunjungan

Visa kunjungan diberikan kepada Orang Asing yang akan melakukan perjalanan ke Wilayah Indonesia dalam rangka kunjungan tugas pemerintahan, pendidikan, sosial budaya, pariwisata, bisnis, keluarga, jurnalistik, atau singgah untuk meneruskan perjalanan ke negara lain.[5]

 

d.    Visa tinggal terbatas

Visa tinggal terbatas diberikan kepada Orang Asing:[6]

1)    sebagai rohaniawan, tenaga ahli, pekerja, peneliti, pelajar, investor, lanjut usia, dan keluarganya, serta Orang Asing yang kawin secara sah dengan warga negara Indonesia, yang akan melakukan perjalanan ke Wilayah Indonesia untuk bertempat tinggal dalam jangka waktu yang terbatas; atau

2)    dalam rangka bergabung untuk bekerja di atas kapal, alat apung, atau instalasi yang beroperasi di wilayah perairan nusantara, laut teritorial, landas kontinen, dan/atau Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia.

 

Jadi secara umum visa itu ada 4 jenis, yaitu visa diplomatik, visa dinas, visa kunjungan, dan visa tinggal terbatas.

 

Visa Kunjungan

Pengaturan lebih rinci mengenai visa kunjungan merujuk pada Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 24 Tahun 2016 tentang Prosedur Teknis Permohonan dan Pemberian Visa Kunjungan dan Visa Tinggal Terbatas (“Permenkumham 24/2016”) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 51 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 24 Tahun 2016 tentang Prosedur Teknis Permohonan dan Pemberian Visa Kunjungan dan Visa Tinggal Terbatas (“Permenkumham 51/2016”).

 

Visa kunjungan terdiri atas:[7]

a.    Visa kunjungan 1 (satu) kali perjalanan;

b.    Visa kunjungan beberapa kali perjalanan; dan

c.    Visa kunjungan saat kedatangan (visa on arrival).

 

Visa kunjungan 1 (satu) kali perjalanan diberikan kepada Orang Asing untuk tinggal di Wilayah Indonesia paling lama 60 hari. Visa kunjungan diberikan kepada Orang Asing dalam rangka:[8]

a.    wisata;

b.    keluarga;

c.    sosial;

d.    seni dan budaya;

e.    tugas pemerintahan;

f.     olahraga yang tidak bersifat komersial;

g.    studi banding, kursus singkat dan pelatihan singkat;

h.    memberikan bimbingan, penyuluhan dan pelatihan dalam penerapan dan inovasi teknologi industri untuk meningkatkan mutu dan desain produk industri serta kerja sama pemasaran luar negeri bagi Indonesia;

i.      melakukan pekerjaan darurat dan mendesak;

j.     jurnalistik yang telah mendapat izin dari instansi yang berwenang;

k.    pembuatan film yang tidak bersifat komersial dan telah mendapat izin dari instansi yang berwenang;

l.      melakukan pembicaraan bisnis;

m.  melakukan pembelian barang;

n.    memberikan ceramah atau mengikuti seminar;

o.    mengikuti pameran internasional;

p.    mengikuti rapat yang diadakan dengan kantor pusat atau perwakilan di Indonesia;

q.    melakukan audit, kendali mutu produksi atau inspeksi pada cabang perusahaan di Indonesia;

r.     calon tenaga kerja asing dalam uji coba kemampuan dalam bekerja;

s.    meneruskan perjalanan ke negara lain; dan

t.     bergabung dengan alat angkut yang berada di Wilayah Indonesia.

 

Visa kunjungan beberapa kali perjalanan diberikan kepada Orang Asing dengan masa berlaku Visa selama 5 (lima) tahun untuk tinggal di Wilayah Indonesia paling lama 60 hari. Visa kunjungan ini diberikan kepada Orang Asing dalam rangka:[9]

a.    keluarga;

b.    sosial;

c.    seni dan budaya;

d.    tugas pemerintahan;

e.    melakukan pembicaraan bisnis;

f.     melakukan pembelian barang;

g.    mengikuti seminar;

h.    mengikuti pameran internasional;

i.      mengikuti rapat yang diadakan dengan kantor pusat atau perwakilan di Indonesia; dan

j.     meneruskan perjalanan ke negara lain.

 

Sedangkan Visa kunjungan saat kedatangan (visa on arrival) diberikan kepada Orang Asing untuk tinggal di Wilayah Indonesia paling lama 30 hari. Visa kunjungan saat kedatangan ini diberikan kepada Orang Asing dalam rangka:[10]

a.    wisata;

b.    keluarga;

c.    sosial;

d.    seni dan budaya;

e.    tugas pemerintahan;

f.     olahraga yang tidak bersifat komersial;

g.    studi banding, kursus singkat dan pelatihan singkat;

h.    melakukan pekerjaan darurat dan mendesak;

i.      melakukan pembicaraan bisnis;

j.     melakukan pembelian barang;

k.    memberikan ceramah atau mengikuti seminar;

l.      mengikuti pameran internasional;

m.  mengikuti rapat yang diadakan dengan kantor pusat atau perwakilan di Indonesia;

n.    meneruskan perjalanan ke negara lain; dan

o.    bergabung dengan alat angkut yang berada di Wilayah Indonesia.

 

Visa Tinggal Terbatas

Visa tinggal terbatas diberikan untuk melakukan kegiatan:[11]

1.    dalam rangka bekerja, meliputi:[12]

a.    sebagai tenaga ahli;

b.    bergabung untuk bekerja di atas kapal, alat apung, atau instalasi yang beroperasi di wilayah perairan nusantara, laut teritorial, atau landas kontinen, serta Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia;

c.    melaksanakan tugas sebagai rohaniawan;

d.    melakukan kegiatan yang berkaitan dengan profesi dengan menerima bayaran;

e.    melakukan kegiatan dalam rangka pembuatan film yang bersifat komersial dan telah mendapat izin dari instansi yang berwenang;

f.     melakukan pengawasan kualitas barang atau produksi;

g.    melakukan inspeksi atau audit pada cabang perusahaan di Indonesia;

h.    melayani purnajual;

i.      memasang dan mereparasi mesin;

j.     melakukan pekerjaan nonpermanen dalam rangka konstruksi;

k.    mengadakan pertunjukan kesenian, musik, dan olah raga;

l.      mengadakan kegiatan olahraga profesional;

m.  melakukan kegiatan pengobatan; dan

n.    calon tenaga kerja asing yang akan bekerja dalam rangka uji coba keahlian.

2.    tidak dalam rangka bekerja, meliputi:[13]

a.    melakukan penanaman modal asing;

b.    mengikuti pelatihan dan penelitian ilmiah;

c.    mengikuti pendidikan;

d.    penyatuan keluarga;

e.    repatriasi; dan

f.     wisatawan lanjut usia mancanegara.

 

Visa tinggal terbatas ini diberikan untuk jangka waktu paling lama:[14]

a.    2 (dua) tahun;

b.    1 (satu) tahun;

c.    6 (enam) bulan;

d.    90 hari; atau

e.    30 hari.

 

Visa tinggal terbatas selama 2 tahun dapat diberikan kepada Orang Asing dalam hal:[15]

a.    penanam modal;

b.    pelajar/mahasiswa yang mengikuti pendidikan; dan

c.    tenaga ahli pada organisasi internasional di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa.

 

Visa tinggal terbatas selama 1 tahun, 6 tahun, 90 tahun, dan 30 tahun dapat diberikan kepada Orang Asing dalam hal:[16]

a.    melakukan kegiatan yang berkaitan dengan profesi dengan menerima bayaran;

b.    melakukan kegiatan dalam rangka pembuatan film yang bersifat komersial dan telah mendapat izin dari instansi yang berwenang;

c.    melakukan pengawasan kualitas barang atau produksi;

d.    melakukan inspeksi atau audit pada cabang perusahaan di Indonesia;

e.    melayani purna jual;

f.     memasang dan mereparasi mesin;

g.    melakukan pekerjaan nonpermanen dalam rangka konstruksi;

h.    mengadakan pertunjukan kesenian, musik dan olahraga;

i.      mengadakan kegiatan olahraga profesional;

j.     melakukan kegiatan pengobatan;

k.    calon tenaga kerja asing yang akan bekerja dalam rangka uji coba keahlian;

l.      Orang Asing yang kawin secara sah dengan warga negara Indonesia;

m.  anak dari Orang Asing yang kawin secara sah dengan warga negara Indonesia;

n.    repatriasi;

o.    eks warga negara Indonesia;

p.    wisatawan lanjut usia mancanegara; atau

q.    tenaga ahli, penanam modal, pelatihan dan penelitian, rohaniawan dan pelajar/mahasiswa yang mengikuti pendidikan

 

Jadi menjawab pertanyaan Anda, bahwa secara umum visa terdiri dari 4 (empat) jenis yaitu visa diplomatik, visa dinas, visa kunjungan, dan visa tinggal terbatas. Visa kunjungan diberikan kepada Orang Asing yang akan melakukan perjalanan ke Wilayah Indonesia dalam rangka kunjungan tugas pemerintahan, pendidikan, sosial budaya, pariwisata, bisnis, keluarga, jurnalistik, atau singgah untuk meneruskan perjalanan ke negara lain. Sedangkan Visa tinggal terbatas diberikan kepada Orang Asing yang melakukan perjalanan ke Indonesia untuk bertempat tinggal dalam jangka waktu yang terbatas atau dalam rangka bergabung untuk bekerja di atas kapal yang beroperasi di Indonesia, dan lain-lain.

 

Visa kunjungan ini terdiri dari 3 (tiga) jenis, yaitu visa kunjungan 1 (satu) kali perjalanan yang diberikan kepada Orang Asing untuk tinggal di Wilayah Indonesia paling lama 60 hari; visa kunjungan beberapa kali perjalanan yang diberikan kepada Orang Asing dengan masa berlaku visa selama 5 (lima) tahun untuk tinggal di Indonesia paling lama 60 hari; dan visa kunjungan saat kedatangan (visa on arrival) yang diberikan kepada Orang Asing untuk tinggal di Indonesia paling lama 30 hari.

 

Perbedaan antara visa kunjungan dengan visa tinggal terbatas terletak pada tujuan kedatangan orang asing ke Indonesia.

 

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

 

Dasar hukum;

1.    Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian;

2.    Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 24 Tahun 2016 tentang Prosedur Teknis Permohonan dan Pemberian Visa Kunjungan dan Visa Tinggal Terbatas sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 51 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 24 Tahun 2016 tentang Prosedur Teknis Permohonan dan Pemberian Visa Kunjungan dan Visa Tinggal Terbatas.

 



[1] Pasal 8 ayat (2) UU 6/2011

[2] Pasal 34 UU 6/2011

[3] Pasal 35 UU 6/2011

[4] Pasal 36 UU 6/2011

[5] Pasal 38 UU 6/2011

[6] Pasal 39 UU 6/2011

[7] Pasal 5 Permenkumham 24/2016

[8] Pasal 6 Permenkumham 24/2016

[9] Pasal 7 Permenkumham 24/2016

[10] Pasal 8 Permenkumham 24/2016

[11] Pasal 22 ayat (1) Permenkumham 51/2016

[12] Pasal 22 ayat (2) Permenkumham 51/2016

[13] Pasal 22 ayat (3) Permenkumham 51/2016

[14] Pasla 23 ayat (1) Permenkumham 51/2016

[15] Pasal 23 ayat (2) Permenkumham 51/2016

[16] Pasal 23 ayat (3) Permenkumham 51/2016

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Justika.com adalah terknologi terbaru hukumonline yang bekerja sebagai pusat informasi yang mempertemukan antara pencari bantuan hukum dan para profesional hukum dibidangnya masing-masing.

Temukan profesional hukum sesuai dengan permasalahan anda didalam jaringan justika.com
PENJAWAB : Sovia Hasanah, S.H.
MITRA : Bung Pokrol
Sovia Hasanah mendapatkan gelar Sarjana Hukum dari Universitas Andalas pada 2016 dengan mengambil Program Kekhususan IX (Hukum Agraria dan Sumber Daya Alam).