Kamis, 17 Mei 2018
Pertanyaan :
Batasan Tanggung Jawab Orang Tua kepada Anak Ketika Sudah Dewasa
Apa batasan tanggungjawab orang tua ke anak, khususnya untuk laki-laki? Kemudian apabila anak tersebut sudah berumur 27 tahun dan sudah menikah serta memiliki 1 anak, apakah orang tua masih bertanggung jawab atas kelayakan hidup anak tersebut?
Jawaban :
Intisari:
 
 
Pada dasarnya, peraturan perundang-undangan tidak membedakan tanggung jawab orang tua terhadap anak laki-laki ataupun perempuan. Kewajiban dan tanggung jawab orang tua terhadap anaknya diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan, antara lain yaitu:
 
Dalam Pasal 26 ayat (1) UU 35/2014 dijelaskan bahwa orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab untuk:
  1. Mengasuh, memelihara, mendidik, dan melindungi anak;
  2. Menumbuhkembangkan anak sesuai dengan kemampuan, bakat, dan minatnya;
  3. Mencegah terjadinya perkawinan pada usia anak; serta
  4. Memberikan pendidikan karakter dan penanaman nilai budi pekerti pada anak.
 
Sementara, definisi anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Melihat dari definisi anak dan ketentuan di Pasal 26 ayat (1) UU 35/2014, dapat diketahui secara harfiah bahwa kewajiban dan tanggung jawab orang tua dilakukan sampai anak berusia 18 tahun.
 
Kemudian, UU 1/1974 mengatur lebih jelas tentang batasan kewajiban orang tua kepada anaknya, yaitu batasan kewajiban dan tanggung jawab orang tua sampai anak sudah kawin atau dapat berdiri sendiri.
 
Karena anak sudah berusia di atas 18 tahun dan sudah kawin, berdasarkan UU 1/1974 dan UU 35/2014, anak tersebut tidak termasuk sebagai kewajiban dan tanggung jawab orang tuanya lagi.
 
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.
 
 
 
Ulasan:
 
Terima kasih atas pertanyaan Anda.
 
Kewajiban dan Tanggung Jawab Orang Tua
Pada dasarnya, peraturan perundang-undangan tidak membedakan tanggung jawab orang tua terhadap anak laki-laki ataupun perempuan. Tanggung jawab orang tua terhadap anaknya diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan. Namun, sampai saat ini peraturan perundang-undangan belum secara tegas mengatur mengenai bagaimana batasan tanggung jawab orang tua terhadap anaknya, khususnya ketika anak telah dewasa.
 
Dalam Pasal 26 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (“UU 35/2014”) dijelaskan bahwa orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab untuk:
  1. Mengasuh, memelihara, mendidik, dan melindungi anak;
  2. Menumbuhkembangkan anak sesuai dengan kemampuan, bakat, dan minatnya;
  3. Mencegah terjadinya perkawinan pada usia anak; serta
  4. Memberikan pendidikan karakter dan penanaman nilai budi pekerti pada anak.
 
Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan.[1]  Batasan kewajiban dan tanggung jawab orang tua tidak secara tegas diatur dalam UU 35/2014. Namun, melihat dari definisi anak dan ketentuan di Pasal 26 ayat (1) UU 35/2014, dapat diketahui secara harfiah bahwa kewajiban dan tanggung jawab orang tua dilakukan sampai anak berusia 18 tahun.
 
Jika Orang Tua Tidak Dapat Melaksanakan Kewajiban dan Tanggung Jawabnya
Dalam hal orang tua tidak ada, atau tidak diketahui keberadaannya, atau karena suatu sebab tidak dapat melaksanakan kewajiban dan tanggung jawabnya, kewajiban dan tanggung jawabnya dapat beralih kepada Keluarga, yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.[2]
 
Adapun yang dimaksud dengan keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri atas suami istri, atau suami istri dan anaknya, atau ayah dan anaknya, atau ibu dan anaknya, atau keluarga sedarah dalam garis lurus ke atas atau ke bawah sampai dengan derajat ketiga.[3]
 
Dalam hal orang tua dan keluarga anak tidak dapat melaksanakan kewajiban dan tanggung jawab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1) UU 35/2014, seseorang atau badan hukum yang memenuhi persyaratan dapat ditunjuk sebagai wali dari anak yang bersangkutan.[4]
 
Batasan Kewajiban Orang Tua Terhadap Anak
Selain dalam UU 35/2014, kewajiban dan tanggung jawab orang tua terhadap anaknya juga diatur dalam Pasal 45 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (“UU 1/1974”):
 
    1. Kedua orang tua wajib memelihara dan mendidik anak-anak mereka sebaik-baiknya.
    2. Kewajiban orang tua yang dimaksud dalam ayat (1) pasal ini berlaku sampai anak itu kawin atau dapat berdiri sendiri, kewajiban mana berlaku terus meskipun perkawinan antara kedua orang tua putus.
 
Dalam ketentuan pasal tersebut batasan kewajiban dan tanggung jawab orang tua menjadi lebih jelas yaitu sampai anak sudah kawin atau dapat berdiri sendiri. Adapun maksud dari dapat berdiri sendiri tidak dijelaskan lebih lanjut dalam UU 1/1974. Menurut hemat kami, maksud dari frasa “dapat berdiri sendiri” tersebut berarti anak sudah dapat memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa bergantung kepada orang tua.
 
Dengan demikian, karena anak tersebut sudah melebihi usia 18 tahun dan sudah menikah, maka anak tersebut tidak termasuk sebagai kewajiban dan tanggung jawab orang tuanya lagi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1) UU 35/2014 dan Pasal 45 ayat (2) UU 1/1974. Namun, menurut hemat kami, apabila anak tersebut ternyata masih belum mampu untuk berdiri sendiri, tidak ada salahnya orang tua tetap membantu anaknya.
 
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.
 
Dasar hukum:
 
 
 
 

[1] Pasal 1 angka 1 UU 35/2014
[2] Pasal 26 ayat (2) UU 35/2014
[3] Pasal 1 angka 3 UU 35/2014
[4] Pasal 33 ayat (1) UU 35/2014


Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
MITRA : Bung Pokrol
Made Wahyu Arthaluhur, S.H. mendapatkan gelar sarjana hukum dari Universitas Indonesia pada 2018 dengan mengambil Program Kekhususan I (Hukum tentang Hubungan Antar Sesama Anggota Masyarakat)