Rabu, 09 September 2015
LOAN SYNDICATION
Memahami prosedur dan tata cara kredit sindikasi
YI/ES
Dibaca: 10344 Tanggapan: 0
Pembangunan berkelanjutan di Indonesia membutuhkan dana dalam jumlah bear dan dukungan dari sektor swasta termasuk bank sehinga diperlukan suatu pembiayaan untuk proyek tersebut. Pembiayaan untuk proyek-proyek yang sangat besar dan membutuhkan dana yang sangat besar ini disebut kredit sindikasi atau syndicated loan/ loan syndication. Banyak keuntungan yang diperoleh dalam melakukan kredit sindikasi, baik untuk kreditor maupun debitor. Melihat pentingnya kredit sindikasi ini terhadap proyek-proyek besar di Indonesia, perlu adanya pemahaman mendalam mengenai proses dan tata cara kredit sindikasi, juga pemahaman mengenai pihak-pihak mana saja yang berkaitan dengan pelaksanaan kredit sindikasi.

Berdasarkan hal tersebut, hukumonline.com telah mengadakan pelatihan dengan judul "Loan Syndication" pada Selasa, 8 September 2015 bertempat di Ruang Nissi 1-2 JS Luwansa Hotel Jakarta. Pelatihan yang didukung oleh AKSET Law ini disampaikan oleh dua orang pemateri, yaitu:
1. Mohamad Kadri (Partner AKSET Law), dan
2. Alfa Dewi Setiawati (Associate AKSET Law).

Pelatihan berjalan dengan lancar. Pada saat acara, pemateri menyampaikan bahan materi dengan sangat baik dan interaktif. Banyak peserta aktif bertanya dan berdiskusi dengan pemateri pada saat pelatihan berlangsung maupun seletah acara selesai. Dalam pelatihan ini, selain proses dan tata cara kredit sindikasi, juga dibahas mengenai permasalahan-permasalahan hukum yang timbul dalam kredit sindikasi beserta solusinya.

Trainers Pofile
1.      Mohamad Kadri (Partner AKSET Law)
Kadri is a registered capital markets specialist and well-known expert on banking and in recent years has earned a strong reputation in large plantation and natural resources transactions. He coordinates, structures, and implements all types of multinational and local transactions for his clients. Kadri’s other passions are performing music and advocating for public sector integrity and accountability. He is a well-known rock singer, and he uses his position as a public figure to act as a powerful voice in the Indonesian anti-corruption movement. Kadri graduated from University of Indonesia in 1988 and attended the School of Business at Cleveland State University, Ohio. He speaks English and Indonesian.
 
2.     Alfa Dewi Setiawati (Associate Akset Law)
Alfa has developed a keen interest in banking, corporate finance and restructuring work.  In addition, as part of our natural resources practice she works extensively on mining, oil and gas and infrastructure transactions. Alfa played an integral role representing an Indonesian borrower in a USD 470 million loan syndication. She handled a transfer of participating interest in a Production Sharing Contract of a major Indonesian oil and gas company. Alfa also represented the Indonesia Deposit Insurance Corporation (Lembaga Penjamin Simpanan – LPS) in the divestment of a bank under LPS’ management. Alfa graduated from University of Indonesia, majoring in Economic and Business Law. She is an avid reader, and remains actively involved in coaching her alma mater’s moot court teams. Alfa speaks Indonesian, English, and conversational Japanese.
 


----------------------

Jika anda tertarik dengan Notulensi Pelatihan ini, silahkan menghubungi kami via email ke talks@hukumonline.com. Notulensi ini tersedia gratis bagi pelanggan hukumonline.