Kamis, 26 Juli 2018
Membedah Aspek Hukum dalam Kontrak Usaha Patungan (Joint Venture Agreement)
Membahas mengenai hal - hal esensial dari segi hukum terkait pembuatan kontrak usaha patungan di dalam proses Joint-Venture antara dua perusahaan
VFB/FD
 

Dokumen yang menjadi dasar pelaksanaan Joint Venture ialah Joint Venture Agreement atau Perjanjian Usaha Patungan (“JVA”). pengetahuan yang memadai atas aspek hukum dari JVA menjadi penting untuk diketahui bagi para pemilik modal yang hendak membentuk Joint Venture, mengingat penyusunan JVA tidak hanya perlu dilihat dari aspek komersialnya saja, melainkan juga perlu dicermati konsekuensi hukum atas setiap ketentuan di dalamnya. Sehingga, para pemilik modal diharapkan dapat memitigasi risiko konflik yang mungkin terjadi di kemudian hari ditambah pertimbangan daripada proyeksi dari usaha patungan yang dilakukan harus baik yang mana dapat tercermin daripada JVA yang dibuat dalam rangka memberikan keuntungan bagi masing - masing pihak dan menghindarkan diri daripada kerugian atau sengketa yang dapat terjadi kepada pelaku usaha yang teribat di dalamnya. Berdasarkan pemaparan diatas, Hukumonline.com akan mengadakan Workshop dengan judul :

 
Workshop Hukumonline 2018

“Membedah Aspek Hukum dalam Kontrak Usaha Patungan
(Joint Venture Agreement)”

 
 
Waktu & Tempat Kegiatan
 
Hari, Tanggal: Rabu, 15 Agustus 2018
Waktu: 08.30 – 16.00 WIB
Venue: Fraser Place, Setiabudi, Jakarta
 
Fasilitas & Investasi
 
Fasilitas:
Workshop Kit, Materi Workshop, Notulensi, Lunch, 2x Coffee Break, dan Sertifikat

Investasi:
Pelanggan: Rp 2.530.000,-
Umum: Rp 3.080.000,-
Early bird pembayaran s/d 8 Agustus 2018 : Rp 2.860.000,-
Dapatkan group discount untuk pendaftaran 3 orang atau lebih dari 1 perusahaan!
 
Narasumber
 

Dewi Savitri Reni
Partner
SSEK – Indonesian Legal Consultants
 
Dewi Savitri Reni menerima beasiswa Fulbright untuk belajar hukum di University of California, Berkeley, di mana ia memperoleh gelar LL.M. pada tahun 2008. Pada tahun 2015, Vitri adalah dosen tamu di UC Berkeley, membahas reformasi hukum Indonesia. Bidang praktiknya meliputi restrukturisasi utang dan kepailitan, hukum minyak dan gas, hukum pelayaran, merger dan akuisisi, dan litigasi perdata.

Tengku Almira Adlinisa
Associate
SSEK – Indonesian Legal Consultants
 
Tengku Almira Adlinisa meraih gelar Master of Laws (LL.M.) dari Georgetown University di Washington, DC pada tahun 2017. Di SSEK, Tengku telah terlibat dalam masalah-masalah perusahaan umum, restrukturisasi dan akuisisi perusahaan, masalah asuransi dan transaksi M&A. Dia juga menyarankan klien tentang investasi, pasar modal, energi dan pertambangan.
 
 
 
Materi Pelatihan
(Disampaikan Dalam Bahasa Indonesia)
 

Silabus Materi:
 

Sesi 1
“Aspek Penting yang Patut Diperhatikan di dalam Penyusunan Perjanjian Usaha Patungan (Joint-Venture Agreement)

•    Pengertian dan fungsi JVA (Joint-Venture Agreement)
•    Hal-hal penting yang harus terkandung di dalam suatu perjanjian usaha patungan  
•    Metode dan Teknik dalam perancangan kontrak persetujuan usaha patungan
•    Membedah struktur dan bagian - bagian di dalam JVA
•    Klausula penting dalam pembuatan JVA: 
    o    Business Plan; 
    o    Komitmen Pendanaan; 
    o    Kebijakan Dividen;
    o    Perwakilan Para Pihak;
    o    Reserved Matters;
    o    Hak Tag Along / Drag Along; 
    o    Deadlock
•    Ketentuan lainnya terkait JVA
Sesi 2
 

Pembahasan Dilihat Dari Perspektif Hukum dan Penyelesaian Sengketa Terkait Perjanjian Usaha Patungan”

•    Penyebab timbulnya sengketa di dalam pelaksanaan JVA
•    Penafsiran klausula di dalam JVA
•    Pembahasan terkait konsepsi cidera janji
•    Force majeure di dalam suatu sengketa perjanjian usaha patungan
•    Ketentuan daripada pengakhiran perjanjian usaha patungan 
•    Penyelesaian sengketa perjanjian usaha patungan
•    Case Studies

 
Contact Person:
Fisca Dahlia
(021) 2270 8910 atau
email: talks@hukumonline.com