A to Z Meneruskan Bisnis Law Firm Ternama di Indonesia
Law Firm Story

A to Z Meneruskan Bisnis Law Firm Ternama di Indonesia

Terdapat berbagai tantangan yang dialami kantor hukum yang didirikan oleh advokat senior terkemuka Indonesia. Meski begitu, setiap generasi penerus memiliki caranya masing-masing dalam meneruskan bisnis firma hukum ternama di Indonesia.

Oleh:
Ferinda K Fachri
Bacaan 7 Menit

Untuk itu, sebagai trademark dari nama Markus Sajogo & Associates yang di dalamnya terdapat reputasi, integritas, dan kepercayaan yang sudah melekat berpuluh-puluh tahun sejak awal didirikan. Namun, bukan hanya sebatas trademark, tetapi E.L. Sajogo memaknainya sebagai legacy trademark.

Quality legal representation. Bagaimana kita menjaga integritas kita untuk terus meninggalkan jejak yang baik. Kuncinya saya mempertahankan integritas, legal representation tidak mencidrai klien, tidak main mata, mementingkan fee. Kami adalah law firm yang sangat client oriented.”

Terpisah, Managing Partner Adnan Buyung Nasution & Partners (ABNP) Pia Akbar Nasution bercerita awal mula berdirinya Adnan Buyung Nasution & Associates pada tahun 1969 kepada Hukumonline, Rabu (16/8/2023) lalu. Dalam perkembangannya, terjadi pergantian nama dan deretan partners.

Pia masih ingat bagaimana dulu almarhum Adnan Buyung Nasution sempat tersandung kasus contempt of court hingga berdampak pada ditutupnya kantor hukumnya. Setelah vakum beberapa tahun, usai menyelesaikan studi doktornya, mendiang Adnan Buyung Nasution kembali mendirikan kantor hukum.

Pada tahun 1994, kantor hukum itu sempat dinamai NSM (Nasution Soedibyo dan Maqdir). Perubahan terjadi sampai pada akhirnya nama kantor hukum advokat senior itu menjadi Adnan Buyung Nasution & Partners atau biasa disingkat ABNP.

“Saya sendiri baru join tahun 1997 setelah sebelumnya di kantor lain. Jadi dari situ mulai bersama-sama, mengikuti dari awal. Saya mulai menjadi Junior Lawyer sampai jadi Partner. Almarhum wafat tahun 2015 dan memang sebelum wafatnya almarhum menitipkan kantor ini kepada saya. Otomatis saya meneruskan,” kenang Pia Akbar Nasution.  

Hukumonline.com

Meski sempat berkarier di kantor hukum lain karena keinginan pribadinya, Pia tidak pernah terbesit pikiran untuk mendirikan kantor sendiri. Pasalnya, sejak bergabung dengan ABNP, terlepas dari berbagai perbedaan pendapat yang terjadi tetap almarhum dapat menghargai pandangannya bukan sebagai anak, tetapi sebagai partner.

Tags:

Berita Terkait