A to Z Meneruskan Bisnis Law Firm Ternama di Indonesia
Law Firm Story

A to Z Meneruskan Bisnis Law Firm Ternama di Indonesia

Terdapat berbagai tantangan yang dialami kantor hukum yang didirikan oleh advokat senior terkemuka Indonesia. Meski begitu, setiap generasi penerus memiliki caranya masing-masing dalam meneruskan bisnis firma hukum ternama di Indonesia.

Oleh:
Ferinda K Fachri
Bacaan 7 Menit

Setelah kepergiannya, Pia sempat mengalami tantangan terbesar lantaran sejumlah pihak memandang rendah dirinya sebagai penerus seorang Adnan Buyung Nasution adalah wanita. Diskriminasi gender amat dirasakan dan masih membekas di benaknya sejak almarhum berpulang pada tahun 2015 silam.

“Ya, kalau bicara zaman almarhum, kita banyak tangani perkara litigasi under spotlight kasus-kasus pidana. Sejak almarhum pergi, kita mulai menambah bidang. Karena saya sebenarnya punya license untuk pasar modal, tapi selama ada almarhum tidak pernah dipakai. Karena kasusnya sudah terlalu banyak ya jadi ga kepegang, sekarang akhirnya saya buka.”

Nama besar ABNP yang telah dirintis almarhum ayahnya, Pia memandang sebagai suatu keuntungan. Mengingat banyak orang yang telah mengetahui integritas yang dipegang teguh kantornya. Meskipun cakupan layanan ABNP diperluas, tetap ajaran mengenai integritas yang telah ditanamkan senantiasa diterapkan sesuai ketentuan berlaku.

“Saya berharap ABNP bisa exist terus, walaupun nanti M Sadly Hasibuan, Indra Nathan Kusnadi dan saya (para partners, red) sudah tidak ada lagi. Tidak hanya sebagai kantor hukum yang berwibawa dan terjaga integritasnya, tapi juga sebagai wadah pendidikan lanjutan bagi para sarjana hukum yang baru lulus dari kampus masing-masing sesuai cita-cita almarhum ABN,” harapnya.

Managing Partner Tumbuan & Partners (T&P) Jennifer B. Tumbuan ketika dihubungi Hukumonline pada Selasa (22/8/2023) lalu, ikut membagikan kisah firma hukumnya. Didirikan sejak 1981, sama seperti firma hukum yang lahir di era tersebut, T&P beberapa kali berganti nama.

Mulanya dikenal sebagai “Tumbuan & Co.”, lalu pada 1986 berubah menjadi “Tumbuan & Associates”. Setelah perubahan yang terjadi, pada tahun 2011 akhirnya atas dasar makin banyaknya partner di kantor hukum itu, Namanya berubah yang terakhir sebagai “Tumbuan & Partners”.

“Karena saya setiap hari melihat ayah saya kerja di kantor, jadi dari kecil bayangan jadi lawyer itu ada. Saya sendiri baru bergabung di T&P tahun 1998 sampai dengan 2004. Karena saya perlu cari pengalaman lain, jadi sejak 2004 sampai 2011 saya pindah ke law firm lain. Terus saya pernah kerja di private equity,” ujar Jennifer.

Halaman Selanjutnya:
Tags:

Berita Terkait