A to Z Meneruskan Bisnis Law Firm Ternama di Indonesia
Law Firm Story

A to Z Meneruskan Bisnis Law Firm Ternama di Indonesia

Terdapat berbagai tantangan yang dialami kantor hukum yang didirikan oleh advokat senior terkemuka Indonesia. Meski begitu, setiap generasi penerus memiliki caranya masing-masing dalam meneruskan bisnis firma hukum ternama di Indonesia.

Oleh:
Ferinda K Fachri
Bacaan 7 Menit

Hukumonline.com

Kemudian pada tahun 2011, almarhum Fred B.G. Tumbuan kembali meminta Jennifer untuk bergabung di kantornya. Kala itu, Jennifer memang sempat mendirikan firma hukumnya sendiri dengan nama Pamungkas & Tumbuan. Hal itu lantas menimbulkan tanda tanya dari ayahnya.

“Karena katanya lucu, kok anaknya punya law firm sendiri? Akhirnya diminta bergabung lagi dengan beliau di 2011 sampai sekarang. Sebagai anak kan tidak mudah kerja dengan orang tua, pasti lebih sulit. Makanya, saya mencari pengalaman di luar. Waktu saya diminta kembali, saya ada pertimbangan.” akunya.

Ia mengaku memiliki sejumlah pertimbangan saat menerima tawaran untuk kembali diajak bergabung di kantor hukum sang ayah. Salah satunya, usia almarhum Fred B.G. Tumbuan yang waktu itu telah berusia 70 tahun lebih. “Beliau bilang, saya sudah berumur 70, ini kapan lagi kamu mau bersama dengan saya untuk belajar? Masa saya mengajari orang lain, tapi anak sendiri tidak mau belajar dengan saya,” ungkapnya mengingat kembali perkataan mendiang Fred Tumbuan.

Setelah almarhum tutup usia, Jennifer mengakui beban yang dipikulnya semakin berat. Sempat terjadi mulanya orang-orang mengira akan menjadi akhir dari kantor hukum T&P setelah sosok advokat senior Fred B.G. Tumbuan berpulang. Sebab, berbagai pihak memasang ekspetasi tinggi terhadap kantor T&P sebagai peninggalan Fred sekaligus terhadap Jennifer sebagai penerus.

“Orang melihat beliau sebagai standar. ‘Ini kan anaknya’, jadi sudah ada standar yang di-setup masyarakat terhadap saya. Ekspetasinya lebih terhadap saya, padahal jam terbangnya beda. Belum lagi cukup banyak pihak yang mengira ketika almarhum berpulang, T&P bakal bubar. Tapi berkat kerja keras dari saya maupun tim Partner dan Associate lain, kita buktikan kalau kita siap.”

Tanpa almarhum Fred, T&P telah siap karena selama ini dilatih untuk dapat mandiri. Terbukti, ketika pandemi Covid-19 melanda, T&P justru semakin sibuk dan dapat survive hingga semakin maju dan terus eksis sampai dengan saat ini. “Bahkan meraih beberapa penghargaan dari Hukumonline, dan beberapa penghargaan lainnya ke kita,” imbuhnya.

Dalam kesempatan terpisah, Chairman Law Firm Gani Djemat & Partners, Dr. Humphrey Djemat, membagikan kisah kantor hukumnya. Didirikan oleh mendiang Gani Djemat sejak 1972, Gani Djemat & Partners telah berusia 50 tahun lebih berkiprah dalam dunia lawyering. Dirintis dengan giat oleh sang ayah, perlahan Law Firm Gani Djemat & Partners semakin besar dan dikenal luas.

Halaman Selanjutnya:
Tags:

Berita Terkait