Ahli TPPU dan Cara Kerjanya dalam Mengungkap Perkara Money Laundering
Ahli TPPU dan Cara Kerjanya dalam Mengungkap Perkara Money Laundering
Terbaru

Ahli TPPU dan Cara Kerjanya dalam Mengungkap Perkara Money Laundering

Untuk menjadi seorang Profesional Money Laundering (PML) seseorang harus memiliki pendidikan, pengalaman, serta portfolio dalam menangani kasus-kasus pencucian uang.

Oleh:
Willa Wahyuni
Bacaan 3 Menit
Ardhian Dwiyoenanto selaku ahli TPPU dari PPATK. Foto: WIL
Ardhian Dwiyoenanto selaku ahli TPPU dari PPATK. Foto: WIL

Ahli adalah seseorang yang pendapatnya berdasarkan pendidikan, pelatihan, sertifikasi, keterampilan atau pengalaman yang diterima oleh hakim. Hakim dapat mempertimbangkan opini ahli tentang bukti atau fakta yang ada di dalam sidang.

Pendapat seorang ahli juga dibutuhkan jika terjadi dalam kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) atau money laundering. Tindakan pencucian uang bertujuan adalah menyembunyikan uang yang diperoleh dari para mafia dengan strategi menggabungkan uang hasil kejahatan dengan uang yang diperoleh secara sah.

Ardhian Dwiyoenanto selaku ahli TPPU dari PPATK mengemukakan cara kerja ahli TPPU dalam proses penegakan hukum dari hulu ke hilir.

Baca Juga:

“Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) banyak memberikan warna dalam penegakan atau pemberatan tindak pencucian uang. Dari hulunya ada hasil analisis dan hasil pemeriksaan yang kemudian diberikan kepada penyidik,” ujarnya dalam sesi bincang-bincang yang dilakukan secara daring pada, Sabtu (29/10) lalu.

Hasil analisis dan hasil pemeriksaan yang telah ada menjadi bahan dasar untuk diolah. Ketika hasil tersebut diolah maka saksi ahli TPPU harus menjadi orang yang bisa “merasakan” apakah hasil tersebut pas atau tidak untuk disampaikan kepada jaksa.

“Kita bisa merasakan, apakah hasil ini akan disukai oleh penyidik dan hakim. PPATK sendiri akan melakukan gelar perkara dan sebagai ajang untuk menguliti dari persoalan itu. Kita bisa mendalami apa yang ada di dalam sebuah transaksi. Apakah transaksi ini diduga menghasilkan sebuah aset, aktivitas, atau uang yang tersembunyikan, untuk itu diperlukan ‘rasa’ yang pas,” terangnya.

Halaman Selanjutnya:
Tags:

Berita Terkait