Aksi Tampar Sesama Lawyer di Conneticut Berakhir Dijatuhi Hukuman
Terbaru

Aksi Tampar Sesama Lawyer di Conneticut Berakhir Dijatuhi Hukuman

Pada video berdurasi 20 detik yang terjadi pada 7 September 2022 di trotoar depan Gedung pengadilan, tampak terekam bagaimana Robert Serafinowicz melontarkan sumpah serapah terhadap Edward Gavin sebelum menamparnya alih-alih menerima uluran tangan damai.

Oleh:
Ferinda K Fachri
Bacaan 2 Menit
Aksi tampar sesama lawyer di luar gedung pengadilan Derby, Connecticut, Amerika Serikat, terekam kamera. Foto: tangkapan layar ABA Journal
Aksi tampar sesama lawyer di luar gedung pengadilan Derby, Connecticut, Amerika Serikat, terekam kamera. Foto: tangkapan layar ABA Journal

Fenomena pertikaian seperti perbedaan pendapat antar lawyer mungkin suatu hal yang biasa dijumpai, tetapi lain halnya bila berujung dengan penyerangan atau penganiayaan. Dilansir Connecticut Post, setelah sebelumnya telah didakwa melakukan penyerangan dan dijatuhi hukuman penjara percobaan belum lama ini, seorang lawyer menampar lawyer lain di luar gedung pengadilan Derby, Connecticut, Amerika Serikat.

Terekam dalam video dengan durasi 20 detik insiden pada 7 September 2022 itu menampilkan Robert Serafinowicz yang bersumpah serapah kepada Edward Gavin di trotoar depan gedung pengadilan. Edward sempat mengulurkan tangan untuk berdamai, namun Robert justru menampar Gavin.

Baca Juga:

Peristiwa ini berujung ke pengadilan dan Robert telah dijatuhi hukuman berupa percobaan 364 hari dan dua tahun masa percobaan setelah tidak mengajukan keberatan atas tuduhan penyerangan tingkat tiga yang dilakukan. Robert juga diharuskan tetap melanjutkan perawatan kesehatan mental dan menahan diri untuk tidak mengancam, menyerang, atau melecehkan Edward.

Robert sempat mengajukan permohonan untuk mempercepat rehabilitasi yang diberikan, tetapi beberapa bulan sebelumnya hakim menunda keputusan atas permohonan itu karena perlu meninjau lebih dalam rekam jejak perawatan kesehatan mental hingga akhirnya menolak permohonan tersebut pada Oktober.

Pada tahun 2022 lalu, Robert mengaku kepada ABA Journal tentang perselisihan yang terjadi dengan Edward Gavin telah berlangsung sejak 10 tahun lamanya dan berkaitan dengan pembelaan Edward terhadap hakim yang dikritik Robert. Karena komentarnya yang meremehkan hakim, Robert mendapat skors 120 hari bermula di tahun 2015.

Robert mengatakan selama ini Edward terus mengungkit peristiwa tersebut selama bertahun-tahun. Maka dari itulah, Robert meminta Edward Gavin meminta maaf sebelum akhirnya tersulut emosi dan malah menamparnya. Robert juga mendapat skors 120 hari dan ditahan 10 hari pada 2017 dalam kasus etik terpisah.

Ia mengatakan tidak akan mengajukan keberatan terhadap keputusan kasus penyerangan (berupa tamparan) terhadap Edward. Sebab, dia ingin melupakan peristiwa yang pernah terjadi. Di samping hukuman yang digulirkan, ia juga harus menerima perawatan kesehatan mental untuk manajemen amarah serta menghindari ancaman, penyerangan, maupun pelecehan terhadap Edward.

Dikabarkan Above The Law, Robert juga menghadapi kasus pidana terpisah atas dugaan penguntitan dan pelecehan terhadap seorang psikolog forensik. Sekitar 10 tahun yang lalu ia pernah mempekerjakan psikolog forensik tersebut, tetapi hubungan keduanya memburuk dan Robert mulai memanggil psikolog bersangkutan sebagai “orang gila”.

“Saya tidak mengatakan ini untuk menjadi sombong, tolong. Saya selalu menang. Karena saya tahu apa yang harus dicoba. Saya tahu cara mengevaluasi kasus ini. Dan saya tidak akan mencobanya jika saya rasa saya tidak memiliki peluang untuk memenangkannya. Rekor saya bisa ditandingkan dengan rekor siapapun,” ujar Robert kepada ABA Journal.

Tags:

Berita Terkait