Rechtschool

Andhika Sudarman: Berkuliah, Berprestasi dan Berpidato Wisuda di Kampus Hukum Terbaik Dunia

Selain network berharga dengan mahasiswanya, pengajar di Harvard Law School benar-benar menjunjung tinggi kualitas dengan latar belakang yang tidak biasa.

Oleh:
Hamalatul Qur’ani
Bacaan 2 Menit

Adapun dalam proses belajarnya, HLS menekankan pada diskusi, dan baik dosen maupun mahasiswa harus siap “diserang” habis-habisan di dalam kelas. “Orang sini tidak ada segan-segannya dalam berdiskusi,” tukasnya.

Pernah dua kali menjadi juror di simulasi sidang (mock trial) penerapan sistem hukum Amerika Serikat merupakan salah satu pengalaman unik apa yang dirasakan Andhika selama berkuliah di HLS. Selain itu, Ia bahkan sempat memenangkan kompetisi hackaton yang diadakan oleh Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Hackaton menjadi menarik, karena produk rekan prosesnya meliputi coding dan modeling, yang merupakan pengalaman baru bagi Andhika. Beruntungnya, Andhika ditemani teammate  yang handal dengan latar belakang Operation Research, Fransisca Susan (PhD MIT) dan Master of Finance, Nadia Amalia (MIT).

“Ketika mengerjakan modeling-nya, perbedaan kita memungkinkan kita untuk berpikir kritis, kreatif, dan mempertimbangkan segala kemungkinan. We could think of all the ways to dice and slice the problems. We had to stay up until 5AM and start at 8AM, but again, hard work pays off,” katanya.

Pengalaman unik lainnya termasuk menjadi pembicara dalam American Democratic Debate, acara Harvard Law School yang mensimulasikan debat calon presiden saat itu.

“Cita-cita saya dari dulu adalah membuat perubahan fundamental berjangka panjang di sistem pemerintahan. Saya pun menerima tawaran untuk mewakili Joe Biden atas dasar kesadaran bahwa mengikuti debat semacam ini sebagai orang asing, apalagi di depan ruangan yang dipenuhi mahasiswa Harvard Law School, adalah pengalaman sangat berharga yang mungkin tidak akan pernah datang lagi. Saya akan bisa belajar begitu banyak dari pengalaman ini. Saya mempersiapkannya dengan sangat serius, dan saya bersyukur mendapatkan masukan dari teman saya Dimas Muhamad (S2 Harvard) yang lebih mengerti konstelasi politik di Amerika,” ujarnya.

Menariknya, jauh sebelum Andhika berkuliah di HLS, tepatnya saat masih mengenyam pendidikan S1 di FHUI, Andhika bahkan pernah menyabet gelar Honorable Mention di ajang bergengsi, Harvard MUN. Bukan perkara mudah, lebih dari 50 kampus terbaik dunia berlomba-lomba mengirimkan delegasi terbaik mereka untuk bertanding. Kepada hukumonline, Ia pernah menyebut butuh waktu dua tahun lebih mempersiapkan diri untuk bertanding di ajang bergengsi ini.

Saat ditanya soal kunci keberhasilannya di ajang tersebut, Andhika menyebut karena Ia menyampaikan materi terkait sesuatu yang memang sesuai dengan minat dan ketertarikannya, yakni soal water management & security, sehingga Ia bisa tampil maksimal. Akan berbeda hasilnya jika kita melakukan sesuatu yang kita ‘suka’ dan kita ‘mampu’ dibandingkan dengan melakukan sesuatu yang disuka tapi tak mampu atau mampu tapi tak suka atau bahkan tidak mampu dan tidak suka.

“Minimal cari yang sangat kita sukai atau yang sangat kita bisa, karena sekalipun kita hardwork untuk suatu hal, talenta tetap tak bisa dibohongi. You’ll never become number one kalau kamu cuma ngandelin hard work,” tukas Andhika.

Tags:

Berita Terkait