Berita

Atasi Dampak Corona, Stimulus Ekonomi Jilid 3 Siap Dirilis

Salah satunya adalah relaksasi perbankan terkait NPL.

Oleh:
Fitri Novia Heriani
Bacaan 2 Menit
Menkeu Sri Mulyani Indrawati. Foto: RES
Menkeu Sri Mulyani Indrawati. Foto: RES

Dampak wabah virus Corona atau Covid-19 benar-benar memukul ekonomi dunia. Menurut data Coronavirus COVID-19 Global Cases by Johns Hopkins CSSE per 20 Maret 2020, wabah virus Corona sudah menjangkiti 163 negara atau regions. Dari total seluruh negara tersebut, 245.484 orang positif terpapar virus Corona, 10.032 dinyatakan meninggal, dan sebanyak 86.035 berhasil disembuhkan.

 

Akibat serangan virus ini pula, sejumlah negara di dunia memutuskan untuk melakukan lockdown. Kebijakan ini tentunya memberikan efek yang cukup berbahaya bagi ekonomi dunia. Alur ekspor impor terhambat, industri pariwisata turun drastis, dan beberapa industri lainnya juga turut berdampak akibat serangan Covid-19.

 

Indonesia adalah salah satu dari 163 negara yang dinyatakan positif terpapar Corona. Dalam streaming konferensi pers bersama yang diadakan oleh Kementerian Koordinator Perekonomian (Kemenko) pada hari ini, Jumat (20/3), Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa dampak Corona virus ini membuat pemerintah melakukan perubahan asumsi ekonomi dalam APBN 2020.

 

Sejauh ini, lanjutnya, pemerintah sudah memasukkan scenario penurunan ICP secara drastis dalam beberapa pekan terakhir. Jika masalah Corona semakin berat dengan durasi yang mencapai 3-6 bulan, terjadi lockdown, dan perdagangan internasional drop hingga memburuknya industry penerbangan, Sri Mulyani memprediksi skenario ekonomi akan jatuh lebih dalam, bahkan terbuka kemungkinan pertumbuhan ekonomi hanya menyentuh 2,5 persen bahkan 0 persen.

 

Guna mengantisipasi anjloknya pertumbuhan ekonomi Indonesia sebagai dampak dari virus Corona, maka Sri Mulyani menegaskan pemerintah sudah melakukan berbagai pembicaraan bersama dengan Kemenko, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjaga stabilitas ekonomi negara.

 

“Kami di KKSK bersama dengan Gubernur BI, OJK, dan LPS terus memantau stabilitas sistem keuangan. Pergerakan di pasar saham maupun SBN itu terus berjalan bersama-sama dengan apa yang terjadi dengan di level global, maka kami melakukan berbagai tindakan stabilitas keuangan agar tetap terjaga meskipun tantangannya besar saat ini,” kata Sri Mulyani.

 

Menko Airlangga Hartato mengatakan bahwa wabah COVID-19 telah mengakibatkan ketidakpastian dan pelemahan perekonomian global. Hal ini tercermin dari potensi penurunan pertumbuhan ekonomi, penurunan kapitalisasi pasar saham global, pelemahan aktivitas manufaktur, dan penurunan harga minyak. Maka sebagai langkah antisipasi, pemerintah akan segera mengeluarkan stimulus ekonomi jilid tiga.

Tags:

Berita Terkait