Pojok MPR-RI

Bakal Dihidupkan Pelajaran PMP,  Zulkifli Hasan: Metodenya Jangan Doktrinasi

Bergantinya rezim pemerintahan diharapkan tidak kemudian hilang mata pelajaran PMP ke anak didik di sekolah.

Oleh:
RED
Bacaan 2 Menit
Foto: Humas MPR
Foto: Humas MPR

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)  berencana menghidupkan kembali mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP). Alasannya mata pelajaran tersebut amatlah penting dalam menguatkan pemahaman Pancasila pada anak-anak didik.

 

Ketua MPR RI Zulkifli hasan menilai rencana Kemendikbud tersebut sangat baik. Sebab, mata pelajaran PMP mampu menguatkan karakter anak-anak didik Indonesia. Sayangnya memasuki era reformasi, mata pelajaran PMP pun raib dari  mulaii tingkat pendidikan dasar di sekolah.

 

"Pelajaran tentang memahami Pancasila dan moral tersebut hilang dari kurikulum pendidikan Indonesia. Karena hilang, tidak disebut-sebut lagi maka anak bangsa tidak lagi perduli terhadap pancasila sebagai ideologi bangsa yang penuh nilai-nilai yang baik,” ujarnya di tengah audiensi dengan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), di Ruang Kerja Ketua MPR, Gedung Nusantara III, Kompelks Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (27/11).

 

Menurutnya, tidak lagi disentuhnya Pancasila sebagai ideologi negara selama 20 tahun reformasi bergulir, dampaknya sangat berbahaya terutama kepada anak-anak muda bangsa. Sebab  mereka tidak lagi  mengenal Pancasila sebagai ideologi. Walhasil, mereka anak-anak muda akan mencari ideologi-ideologi lain sesuai pemahamannya masing-masing. "Itu sangat berbahaya,” ujarnya.

 

Zulkifli berpandangan, kembalinya mata pelajaran PMP akan membuat mata dan hati serta jiwa anak-anak muda Indonesia kembali memahami bahwa Pancasila sebagai ideologi. Sebab ternyata Pancasila sarat akan nilai-nilai luhur yang mampu menjaga seluruh bangsa bersatu dalam wadah NKRI menuju cita-cita bersama. Kemudian pula menuju kesejahteraan bersama dan tidak perlu berpaling kepada ideologi lainnya.

 

“Tapi saya sarankan jika benar terwujud PMP menjadi mata pelajaran kembali, maka metodenya harus disesuaikan dengan anak-anak muda jaman sekarang atau era kekinian. Tidak bisa lagi seperti dulu dengan doktrinasi harus begini dan begitu, anak muda sekarang tidak bisa lagi metodenya seperti itu. Dan Pendidikan Moral Pancasila harus diajarkan secara baik terus menerus bahkan dimulai dari level pendidikan dasar hingga perguruan tinggi,” imbuhnya.

 

Dalam kesempatan tersebut,  pria biasa disapa Zul itu  menegaskan  agar pendidikan soal wawasan kebangsaan harus sepanjang jaman. Menurutnya bergantinya pemerintahan tidak kemudian hilang dari dunia pendidikan dan tidak lagi diajarkan ke anak didik.  Komitmen dan konsistensi sangat penting sekali dalam hal tersebut.

Tags:

Berita Terkait