Pojok MPR-RI

Bamsoet Serukan Pertahankan MUI Sebagai Wadah Pembinaan Umat

MUI telah menjalankan roda organisasi secara profesional sesuai standar internasional. Keberadaan MUI tidak hanya diperlukan oleh kalangan pemeluk agama islam, melainkan juga diperlukan bagi bangsa dan bernegara untuk menjaga kerukunan umat beragama

Oleh:
Tim Publikasi Hukumonline
Bacaan 2 Menit
Ketua MPR Bambang Soesatyo dan Ketua Umum MUI KH Miftachul Akhyar. Foto: Istimewa.
Ketua MPR Bambang Soesatyo dan Ketua Umum MUI KH Miftachul Akhyar. Foto: Istimewa.

JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi kinerja Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang kembali berhasil mempertahankan sertifikasi ISO 9001:2015 dari Worldwide Quality Assurance (WQA), sebuah lembaga sertifikasi internasional berkedudukan di London, Inggris. Sertifikasi ISO 2001: 2015 yang didapatkan MUI sejak tahun 2018, merupakan bentuk pengakuan internasional kepada MUI yang telah menerapkan manajemen mutu sesuai standar internasional, baik dari segi pengelolaan keuangan maupun manajemen organisasi. Bamsoet juga menyerukan agar Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang berdiri pada tanggal 7 Rajab 1395 Hijriah, bertepatan dengan tanggal 26 Juli 1975 di Jakarta, tetap dipertahankan sebagai Wadah Musyawarah para Ulama, Zu’ama, dan Cendekiawan Muslim di Indonesia untuk membimbing, membina dan mengayomi kaum muslimin di seluruh Indonesia.

"Adanya berbagai kritikan agar MUI dibubarkan, kini menjadi tidak relevan. Karena buktinya MUI telah menjalankan roda organisasi secara profesional sesuai standar internasional. Keberadaan MUI tidak hanya diperlukan oleh kalangan pemeluk agama islam, melainkan juga diperlukan bagi bangsa dan bernegara untuk menjaga kerukunan umat beragama," ujar Bamsoet usai menghadiri penyerahan Sertifikat ISO 9001:2015 kepada MUI, di Jakarta, Selasa (7/12/21).

Turut hadir antara lain Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid, Ketua Umum MUI KH Miftachul Akhyar, Komisaris Worldwide Quality Assurance Asia Pacific Iskandar Zulkarnain, CEO Worldwide Quality Assurance Daniel Raymond, Ketua BAZNAS Noor Achmad, Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Budaya, dan Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Didik Suhardi serta para Duta Besar dan perwakilan negara sahabat.

Hukumonline.com

MUI mempertahankan sertifikasi ISO 9001:2015 dari Worldwide Quality Assurance. Foto: Istimewa.


Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III Bidang Hukum & Keamanan DPR RI ini juga sepakat dengan pandangan Ketua Umum MUI KH Miftachul Akhyar bahwa MUI harus mendorong terwujudnya dakwah tanpa mengejek. Mengingat tugas ulama adalah untuk merangkul, bukan memukul, menyayangi bukan menyaingi, mendidik bukan membidik, membina bukan menghina, encari solusi bukan mencari simpati serta membela bukan mencela.

"Sertifikat ISO 9001:2015 bisa meningkatkan kepercayaan umat, bahkan dunia internasional terhadap MUI. Sekaligus menjadi pendorong bagi MUI untuk terus meningkatkan kinerjanya dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat," jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menerangkan, dalam penerapan ISO 9001-2015, MUI telah melaksanakan audit internal dan audit eksternal. Keduanya merupakan wujud check and balance yang diperlukan dalam organisasi modern. Selain sebagai tuntutan dari stakeholder agar organisasi dapat lebih baik, audit internal dan audit eksternal juga diperlukan untuk memenuhi peraturan undang-undang.

"Sebagai organisasi yang sebagian operasionalnya dibiayai dengan dana APBN dan dana publik, MUI telah mematuhi UU No. 14 tahun 2004 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Penting untuk diingat, Sertifikat ISO 9001:2015 tidak boleh membuat MUI terlena. Berbagai perbaikan tetap harus dilakukan, khususnya dalam mendorong perwakilan MUI di berbagai daerah agar juga menerapkan Standar ISO 9001:2015," kata Bamsoet.

Berita Populer

Berita Terbaru

Lihat Semua