Terbaru

Begini Komitmen Indonesia Atas Pencapaian SDGs

Bermula dari terbitnya Peraturan Presiden No.59 Tahun 2017. Indonesia telah mencanangkan sejumlah strategi dalam pencapaian SDGs, diantaranya produktivitas sektor ekonomi, perekonomian hijau, transformasi digital, relokasi atau pemindahan ibu kota.

Oleh:
CR-28
Bacaan 4 Menit
Deputi Bidang Ekonomi Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti. Foto: CR-28
Deputi Bidang Ekonomi Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti. Foto: CR-28

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan agenda yang diadopsi semua Negara Anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 2015. Terdapat 17 SDGs yang merupakan seruan untuk bertindak bagi seluruh negara tanpa terkecuali dalam kemitraan global. Tujuan-tujuan tersebut diformasikan sebagai strategi global dalam rangka mengakhiri kemiskinan dan kekurangan lainnya yang dunia hadapi.

Untuk itu, Indonesia termasuk salah satu dari negara-negara yang berkontribusi untuk mencapai goals yang telah dicanangkan sebelum tahun 2030. Sebelumnya, telah diterbitkan Peraturan Presiden No.59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan sebagai wujud peran aktif pemerintah dalam mencapai SDGs tersebut.

“SDGs telah diintegrasikan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Seluruh 17 goals dari SDGs didukung 7 agenda pembangunan Indonesia. Indonesia berkomitmen terhadap pembangunan nasional, khususnya untuk mencapai pembangunan berkelanjutan dan juga National Determined Contribution (NDC) yang telah menjadi komitmen bersama negara anggota Perjanjian Paris,” kata Deputi Bidang Ekonomi Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti dalam Launch of the 3rd Edition of EuroCham Indonesia's Contribution to SDGs - Indonesia's Partners in Sustainable Development Report, Rabu (19/1/2022).

Berkenaan dengan NDC, dalam pemaparannya dia menjelaskan Indonesia telah mentargetkan untuk mengurangi emisi karbon sebesar 29% (unconditional) dan 41% (conditional). Untuk mewujudkan ini, kemudian dibentuk Low Carbon Development Indonesia (LCDI) untuk mendukung berbagai kegiatan pembangunan dengan emisi gas rumah kaca yang rendah dan meminimalkan eksploitasi sumber daya alam. (Baca Juga: Perlu Keseriusan Menjalankan SDGs)

Dia menerangkan eksistensi inisiatif pembangunan rendah karbon atau LCDI didasarkan pada pendekatan yang ilmiah, sehingga menghasilkan kontribusi kepada RPJMN 2020-2024. Bappenas sendiri meletakkan LCDI sebagai prioritas nasional. Mengingat pengurangan emisi gas rumah kaca merupakan salah satu indikator dalam pembangunan nasional. Sedangkan, ekonomi sirkular menjadi salah satu pendekatan untuk mewujudkan LCDI termasuk transisi energi, menajemen sampah, dan membangun sektor industri hijau.

Untuk mencapai SDGs, pemerintah telah memasukan isu keberlanjutan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Tahunan Indonesia melalui Peraturan Presiden No.85 Tahun 2021 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2022 dan Peraturan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional No.2 Tahun 2021 tentang Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2022. Pada tahun ini, rencana kerja tahunan bertemakan mencapai pembangunan atau pemulihan ekonomi dan reformasi struktural.

“Pemulihan ekonomi Indonesia juga akan didorong oleh pembangunan rendah karbon bersama peningkatan atau perbaikan nilai tambah ekonomi, keamanan pangan, peningkatan distribusi infrastruktur, dan kualitas layanan digital. Untuk dapat tumbuh lebih lanjut, Indonesia perlu tumbuh sebesar 6% rata-rata setelah pandemi Covid-19 untuk bisa melepaskan diri dari jebakan middle income sebelum tahun 2045 mendatang,” ujar Amalia.

Halaman Selanjutnya:
Tags:

Berita Terkait