Begini Peranan Lawyers Wanita bagi Firma Hukum
Hari Wanita Internasional

Begini Peranan Lawyers Wanita bagi Firma Hukum

Meski tak terlepas dari budaya Asia, wanita dituntut untuk tetap bisa mengurus keluarga. Untuk itu, penting untuk tetap mengkomunikasikan masalah pengembangan karier yang bersangkutan dengan pasangan agar tidak menghambat cita-cita.

Oleh:
Ferinda K Fachri
Bacaan 4 Menit
Female Partners HBT in Association with Herbert Smith Freehills: Sakurayuki, Prawidha Murti, Stephanie, Debby Sulaiman, Viska Kharisma, Cellia Cognard (Herbert Smith Freehills Partner / HBT Senior International Counsel), dan Santi Darmawan. Foto: Istimewa
Female Partners HBT in Association with Herbert Smith Freehills: Sakurayuki, Prawidha Murti, Stephanie, Debby Sulaiman, Viska Kharisma, Cellia Cognard (Herbert Smith Freehills Partner / HBT Senior International Counsel), dan Santi Darmawan. Foto: Istimewa

Hari Wanita Internasional atau International Women’s Day (IWD) jatuh pada tanggal 8 Maret kemarin. Hari tersebut diperingati untuk aksi meningkatkan kesetaraan terhadap pemenuhan hak perempuan. Pada tahun 2023 ini, tema yang diusung ialah ‘Embrace Equity’ (Rangkullah Ekuitas/Keadilan).

“Sebetulnya kalau peranan wanita (di suatu firma hukum), saya rasa, kita tidak melihat wanita itu performance-nya di bawah pria. Namun kami melihat dari sisi culture sebagai orang Asia memang dalam hubungan kekeluargaan, wanita itu tuntutannya cukup tinggi ya,” kata Managing Partner Hiswara Bunjamin & Tandjung (HBT) in Association with Herbert Smith Freehills, Tjahjadi Bunjamin, ketika dihubungi Hukumonline, Jum'at (10/3/2023).

Mengingat, sebagai bagian dari budaya Asia, masih terdapat tuntutan bagi wanita mengasuh keluarga yang terkadang menjadi beban besar tersendiri. Pasalnya bisa saja karena adanya tuntutan tersebut lantas membuat sejumlah wanita merasa terhambat dalam mencapai potensi karier penuh yang dimilikinya. Padahal, sepanjang pengalamannya, Tjahjadi mengaku wanita mendominasi bangku perkuliahan pada zamannya dahulu di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI).

Baca Juga:

Kalangan wanita menurut advokat senior itu juga adalah pintar, sehingga disayangkan jika wanita justru terbentur dalam mengejar cita-citanya karena masih adanya paradigma yang membuatnya tidak dapat mengeluarkan kemampuan secara maksimal. Meski tetap merupakan pilihan hidup yang bersangkutan, namun jika dalam konteksnya wanita memiliki cita-cita tinggi sepatutnya mesti dicapai.

“Yang terpenting, segala sesuatu harus dibicarakan (mengenai impian dan karier), terutama dalam keluarga. Kalau yang belum menikah saran saya dibicarakan dulu jalan ke depan bagaimana, supaya bisa dengan calon suami dicarikan jalan tengahnya dari awal. Pengertiannya sudah bisa didapat sebelumnya. Yang sudah menikah bagaimana? Saya rasa tetap perlu komunikasi dengan suami,” kata dia.

Hukumonline.com

Senior Associates HBTDefina Rosa, Maydiba Thandi, Rebecca Ayuyantrie, Astri Widita, Hanny, dan Ivina Suwana.

Apalagi saat ini zaman sudah sangat berkembang, bukan hanya teknologi, tetapi juga berbagai fasilitas yang memudahkan telah bermunculan. Seperti ada tempat child care bagi anak-anak yang bisa dimanfaatkan. “Jadi bisa diatur kehidupan keluarganya masing-masing untuk maximize kemampuan dan potensi diri. Sebagai lawyer bisa berkarier dengan bagus (bagi wanita) itu bukan angan-angan. Bisa dicapai dengan upaya tersebut,” sambungnya.

Di HBT sendiri berdasarkan data yang dibagikan dengan Hukumonline, dijelaskan Tjahjadi adanya perbandingan lawyer ialah terdapat 50% lawyer wanita dan 50% lawyer pria pada level Partner. Kemudian untuk level Associate, terdapat 47% lawyer wanita dengan 53% lawyer laki-laki. Ia menuturkan HBT menjadi platform bagi setiap orang dapat berhasil, termasuk para wanita dengan tetap memperhatikan kebutuhan dan tantangan masing-masing.

“Firma hukum yang inklusif memiliki keunggulan dalam memberikan jasa terbaik kepada klien. Oleh karena itu, peran dan representasi perempuan sangat penting dalam perkembangan suatu law firm,” ungkap Senior Associate Ginting & Reksodiputro (G&R) in association with Allen & Overy, Alamanda Daud, dalam pesan tertulisnya yang diterima Hukumonline, Jum’at (10/3/2023).

Di G&R sendiri, menurut pandangannya, terdapat komposisi imbang antara lawyers wanita dan pria. Dilansir instagram resmi G&R, untuk tahun 2023, membangun kesadaran akan masalah yang dihadapi di berbagai tahapan karier wanita, menekankan peran sekutu pria, dan terus memantau penyaluran bakat demi memastikan wanita mendapat akses ke peluang pada tiap tahapan kariernya menjadi prioritas yang diperhatikan.

Hukumonline.com

Female associates Ginting & Reksodiputro (G&R) in association with Allen & Overy.  

Masih dalam nuansa IWD 2023, firma hukum Anggraeni and Partners (AP) Law Solutions seperti dikutip dari laman resminya memandang pemberdayaan perempuan bukan sebatas keharusan moral, melainkan juga komponen penting dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) 4 dan 5. Oleh karena itu sebagai bukti nyata komitmennya, mereka berpartisipasi dalam sejumlah aktivitas yang memberdayakan dan menginspirasi wanita dalam profesi hukum.

Diantaranya keikutsertaan Managing Partner AP Law Solutions, Setyawati Fitrianggraeni, dalam ASEAN Law Academy Conference, yang merupakan program pelatihan unggulan dari the Centre for International Law (CIL). Di samping itu, Managing Associate AP Law Solutions, Tanya Widjaja Kusumah, juga melakukan aksi nyata dalam rangka IWD 2023. Ia mengikuti acara TK Hang Tuah 11 Jakarta Career Days dan menjelaskan mengenai pekerjaan seorang advokat.

“Hari ini kami memegang erat visi dunia yang setara. Kami memanfaatkannya dan kami mendorong ke depan. Kami melakukannya di tengah meningkatnya misogini dan regresi terhadap hak-hak perempuan. Keberanian wanita dan anak perempuan di seluruh dunia menuntut ini dari kita semua,” tutur UN Under-Secretary-General dan Executive Director UN Women, Sima Bahous, dalam pidatonya memperingati IWD 2023, Rabu (8/3/2023) kemarin.

Ia menyampaikan bagaimana aktivis wanita telah berdiri menyerukan untuk diakhirinya pelecehan, kekerasan, diskriminasi dalam pendidikan, di tempat kerja, hukum, maupun berbagai aspek kehidupan. “Hari ini, di Hari Wanita Internasional, mari kita tegaskan tekad kita dengan menghormati kerja berani dan tak kenal lelah dari semua wanita ini,” tegasnya.

Tags:

Berita Terkait