Buruh Tuntut Kenaikan Upah Minimum 22 Persen
Berita

Buruh Tuntut Kenaikan Upah Minimum 22 Persen

Formula penghitungan upah minimum versi pemerintah yang diduga akan dimasukan dalam RPP Pengupahan dinilai merugikan buruh.

Oleh:
ADY
Bacaan 2 Menit

Iqbal berpendapat, jika formula kenaikan upah versi pemerintah itu digunakan maka buruh akan kehilangan daya beli. Sebab, kenaikan upah tidak mampu menjangkau harga-harga barang kebutuhan yang melambung akibat inflasi. Dengan lemahnya daya beli buruh maka tingkat konsumsi akan turun. Padahal, konsumsi itu penting untuk mendorong peningkatan ekonomi dalam negeri yang saat ini lesu.

“Jika formula itu tetap digunakan dalam menghitung kenaikan upah minimum maka buruh akan melakukan persiapan untuk menggelar mogok kerja nasional pada November 2015,” tukas Iqbal.

Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN), Iwan Kusmawan mengatakan, jika formula untuk menghitung kenaikan upah minimum itu digunakan dan dimasukan dalam RPP Pengupahan maka pemerintah menunjukan sikap yang tidak mendukung kesejahteraan buruh. Ia juga mengingatkan pemerintah daerah agar menerima pertimbangan dewan pengupahan di daerahnya dalam menetapkan kenaikan upah minimum 2016.

Ia melihat, ada gubernur yang saat ini sudah berargumen tidak akan menerima rekomendasi dewan pengupahan dalam menetapkan kenaikan upah minimum. “Kalau pemerintah tidak berkomitmen meningkatkan kesejahteraan pekerja lewat kenaikan upah maka kami nilai pemerintah zalim,” pungkas Iwan.

Tags:

Berita Terkait