Cahyaning Nuratih Widowati, Jaksa Wanita di Pucuk Pimpinan Legal Pertamina
Utama

Cahyaning Nuratih Widowati, Jaksa Wanita di Pucuk Pimpinan Legal Pertamina

Cahyaning mengaku tugas yang dilaksanakan lebih kurang mirip dengan yang dikerjakan ketika bertugas sebagai Jaksa DATUN. Tetapi, kompleksitas regulasi sektor migas menjadi salah satu tantangan tersendiri yang mendorongnya untuk terus belajar giat di sela-sela kesibukkannya.

Ferinda K Fachri
Bacaan 5 Menit
Cahyaning Nuratih Widowati, Jaksa Wanita di Pucuk Pimpinan Legal Pertamina
Hukumonline

Perjalanan seorang Cahyaning Nuratih Widowati di dunia hukum bermula saat dirinya menjadi bagian dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kejaksaan pada tahun 1993 silam. Setelah meniti karier panjang sebagai Jaksa, ia berhasil menduduki posisi sebagai Kepala Sub Divisi Arbitrase Direktorat Perdata pada Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasubdit Arbitrase pada Jamdatun) Kejaksaan Agung RI.

“Itu fokusnya menangani perkara perdata. Kita seperti pengacara, tapi klien kita adalah negara, instansi pemerintah, BUMN, BUMD. Kemudian pada tahun 2022 saya mendapat perintah dari Jaksa Agung untuk bertugas di BUMN Pertamina. Tentunya untuk pekerjaan kurang lebih sama seperti ketika saya bertugas di Kejaksaan,” ujar Chief Legal Counsel PT Pertamina (Persero) Cahyaning Nuratih Widowati ketika dijumpai Hukumonline di kantornya, Senin (27/5/2024).

Hukumonline.com

Chief Legal Counsel PT Pertamina (Persero) Cahyaning Nuratih Widowati saat berbincang dengan Hukumonline.

Baca Juga:

Per 1 September 2022, alumni Fakultas Hukum Universitas Trisakti dan Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini mulai bekerja di Pertamina dengan status “Jaksa Ditugaskan Pada Pertamina”. Artinya, setelah masa penugasan Cahyaning di Pertamina selesai, dirinya akan kembali bekerja di Kejaksaan Agung RI. 

Sejak hampir 2 tahun lalu menduduki kursi pimpinan legal di Pertamina dikatakannya tak terlepas dari adanya kebutuhan dari BUMN terkait untuk bantuan Sumber Daya Manusia (SDM) dari Kejaksaan. Makanya, sampai sekarang, ia mengaku masih tetap berstatus sebagai PNS Kejaksaan.

“Perbedaan tentu ada ketika menjadi Jaksa dan bertugas (sebagai In-House Counsel). Kalau Jaksa, kita melihat dari sisi luar korporasi, ibaratnya dari luar rumah. Akan berbeda dengan ketika kita masuk (menjadi bagian perusahaan sebagai In-House Counsel). Kalau di sini, saya sebagai Chief Legal Counsel itu punya 4 fungsi di bawah saya,” terangnya.

Tags:

Berita Terkait