Berita

Dakwaan Suap Rp32 Miliar Ex Mensos Juliari dan Uang Belasan Miliar di dalam Koper

Suap diberikan dari sejumlah penyedia barang Bansos Covid-19.

Oleh:
Aji Prasetyo
Bacaan 6 Menit

Matheus Joko kemudian menerima kertas catatan jumlah kuota paket sembako serta nama perusahaan calon penyedia dari Kukuh Ary Wibowo, kemudian catatan itu dilaporkan Matheus kepada Adi Wahyono dan Adi memerintahkan Matheus untuk merekap dan memasukkan catatan tersebut ke dalam draf usulan penyedia. Draf usulan lalu diberikan ke Pepen Nazarudin untuk diperiksa dan diminta persetujuan Juliari.

Pada Juli 2020 saat tahap 6 bansos sembako selesai, Matheus dan Adi menemui Juliari di ruang kerjanya untuk melaporkan penerimaan "fee", seperti perintah Juliari. “Atas laporan tersebut, terdakwa meminta Adi Wahyono dan Matheus Joko untuk memaksimalkan pengumpulan uang fee dari penyedia bansos sembako untuk tahap selanjutnya,” tutur penuntut.

Juliari pada September 2020 memerintahkan untuk mengganti PPK bansos sembako dari Matheus menjadi Adi Wahyono, tapi tugas teknis PPK masih tetap dilakukan Matheus. Keduanya lalu mengumpulkan uang fee dari beberapa penyedia barang pengadaan bansos sembako, pertama, dari Harry Van Sidabukke terkait penunjukan PT Pertani (Persero) dan PT Mandala Hamonangan Sude (MHS) untuk pengadaan bansos tahap 1, 3, 5, 6, 7, 8, 9 dan 10 yang seluruhnya mencapai 1.519.256 paket.

Pemberian suap

Pemberian suap diberikan secara bertahap, yaitu pada pertengahan Mei 2020 untuk paket 1 sebesar Rp100 juta, pada akhir Mei 2020 untuk paket 3 sebesar Rp100 juta, pada awal Juni 2020 untuk paket 5 sebesar Rp100 juta, pada pertengahan Juni 2020 untuk paket 6 sebesar Rp100 juta, pada untuk paket sebesar Rp100 juta, pada Juli 2020 untuk paket 7 sebesar Rp100 juta, pada Agustus 2020 untuk paket 8 sebesar Rp150 juta, pada September 2020 untuk paket 9 sebesar Rp200 juta dan pada Oktober 2020 untuk paket 10 sebesar Rp200 juta.

“Pada September 2020, saksi Matheus Joko dan saksi Adi Wahyono juga menerima masing-masing sebesar Rp50 juta dari Harry sebagai uang "fee" operasional,” ujar penuntut.

Kedua, dari Ardian Iskandar Maddnatja terkait penunjukan PT Tigapilar Agro Utama sebesar Rp1,95 miliar untuk pengadaan bansos tahap 9, 10 dan 12 sejumlah total 95 ribu paket. Pemberian suap diberikan secara bertahap, yaitu pada 15 Oktober 2020 untuk paket 9 sebesar Rp800 juta, pada November 2020 untuk paket 10 sebesar Rp350 juta, dan untuk paket 12 sebesar Rp800 juta.

Ketiga, pemberian fee seluruhnya sejumlah Rp29,252 miliar dari beberapa penyedia barang periode Mei-Desember 2020 dengan rincian sebagai berikut:

Halaman Selanjutnya:
Tags:

Berita Terkait