Berita

Eks Direktur Garuda Didakwa Terima Suap Jutaan Dolar dan Pencucian Uang

Uang suap diberikan terkait pengadaan dan perawatan pesawat.

Oleh:
Aji Prasetyo
Bacaan 6 Menit
Mantan Direktur Teknik dan Pengelola Armada PT Garuda Indonesia (Persero) Hadinoto Soedigno ditahan KPK usai diperiksa penyidik, Jumat (4/12) lalu. Foto: RES
Mantan Direktur Teknik dan Pengelola Armada PT Garuda Indonesia (Persero) Hadinoto Soedigno ditahan KPK usai diperiksa penyidik, Jumat (4/12) lalu. Foto: RES

Mantan Direktur Teknik PT Garda Indonesia, Hadinoto Soedigno, bersama-sama dengan Emirsyah Satar selaku Direktur Utama PT Garuda Indonesia periode 2005-2014 dan Captain Agus Wahjudo didakwa bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi melakukan atau turut serta melakukan sesuatu yang bertentangan dengan jabatannya dengan menerima uang sejumlah AS$2,302 juta, EUR477.540, Sin$3,771 fasilitas makan malam Rp34,8 juta dan fasilitas pesawat pribadi sebesar AS$4.200.

Uang tersebut diberikan oleh Airbus S.A.S, Roll-Royce Plc, dan Avions de Transport Régional (ATR) melalui intermediary Connaught International Pte Ltd (Connaught International) dan PT Ardhyaparamita Ayuprakarsa milik Soetikno Soedarjo serta dari Bombardier Canada melalui Hollingsworld Management International Ltd Hongkong (HMI) dan Summerville Pasific Inc.

Tujuannya agar yang bersangkutan melakukan intervensi dalam pengadaan di PT. Garuda Indonesia yaitu pengadaan pesawat Airbus A.330 series, Pesawat Airbus A.320, Pesawat ATR 72 serie 600 dan Canadian Regional Jet (CRJ) 1000 NG serta pembelian dan perawatan mesin (engine) Rolls-Royce Trent 700 series.

“Yang bertentangan dengan kewajibannya yaitu bertentangan dengan kewajiban Terdakwa selaku Penyelenggara Negara untuk tidak melakukan perbuatan korupsi, kolusi, dan nepotisme,” kata penuntut umum KPK dalam surat dakwaannya.

Penuntut umum pun merinci penerimaan tersebut, pertama dari Rolls-Royce melalui PT Ardyaparamita Ayuprakarsa dan Connaught International terkait TCP mesin RR Trent 700 series untuk 6 unit pesawat Airbus A330-300 PT Garuda Indonesia yang dibeli tahun 1989 dan 4 unit pesawat yang disewa dari AerCAP dan International Lease Finance Corporation (ILFC).

Pemberian ini bermula pada pada tahun 2005, Garuda Indonesia memiliki 6 unit pesawat Airbus A330 yang dibeli pada bulan November 1989 dimana pesawat Airbus A330-300 tersebut menggunakan mesin produksi Rolls-Royce tipe Trent 700 series dengan jumlah 15 unit mesin.

Sejak dicanangkannya program Quantum Leap oleh Emirsyah, pihak Rolls-Royce melakukan pendekatan kepada melalui Soetikno dengan menawarkan paket perawatan mesin Rolls-Royce Trent 700 series melalui program TCP yaitu suatu program perawatan mesin yang seluruhnya dilakukan oleh Rolls-Royce tanpa melibatkan pihak ketiga. Sedangkan PT Garuda saat itu menggunakan Time and Material Based (TMB) karena kesulitan keuangan.

Halaman Selanjutnya:
Tags:

Berita Terkait