Gelar Wisuda Ke-18, Rektor President University Ingatkan Pentingnya Teknologi Agar Kreatif dan Inovatif
Terbaru

Gelar Wisuda Ke-18, Rektor President University Ingatkan Pentingnya Teknologi Agar Kreatif dan Inovatif

Teknologi memberikan inspirasi untuk menjadi lebih kreatif dan inovatif. Serta berpikir dengan cara yang tidak biasa.

Ady Thea DA
Bacaan 3 Menit
Rektor President University, Prof Chairy dalam acara wisuda President University ke-18 yang mengusung tema Higher Education and Automation Convergence:Challenges and Opportunities, Minggu (30/07/2023) lalu. Foto: Istimewa
Rektor President University, Prof Chairy dalam acara wisuda President University ke-18 yang mengusung tema Higher Education and Automation Convergence:Challenges and Opportunities, Minggu (30/07/2023) lalu. Foto: Istimewa

Pesat perkembangan teknologi berdampak terhadap memunculkan beragam tren terbaru. Teknologi Artificial Inteligence (AI) yang tersemat pada platform ChatGPT atau lainnya menjadi salah satu bukti betapa pesat dan cepatnya perubahan era digital. Karenanya perlu disikapi dengan menyesuaikan cara berpikir.

Demikian disampaikan Rektor President University, Prof Chairy dalam acara wisuda President University ke-18 yang mengusung tema ‘Higher Education and Automation Convergence:Challenges and Opportunities’, Minggu (30/07/2023) lalu. “Semua perkembangan tersebut membuat kita optimis dalam menatap masa depan,” ujarnya.

Dia mengatakan, teknologi telah memberikan inspirasi untuk menjadi lebih kreatif dan inovatif.  Serta mendorong untuk berpikir dengan cara yang tidak biasa. Termasuk membekali para lulusan President University dengan perilaku dan kemampuan yang dibutuhkan untuk mengarungi masa depan. Oleh karena itu setiap lulusan diharapkan berani menghadapi berbagai situasi tersebut.

Di tempat yang sama, Ketua Yayasan Pendidikan Universitas Presiden (YPUP) Prof Budi Susilo Soepandji, menyebut ada tantangan lain. Misalnya, pandemi Covid-19 memaksa semua orang untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru atau new normal. Perkembangan teknologi dan pandemi Covid-19 itu mengingatkan semua orang harus bisa bertahan dan siap beradaptasi dalam situasi apapun.

“Agar mampu bertahan, kita membutuhkan inovasi yang berkesinambungan,” ujarnya.

Baca juga:

Prof Chairy melanjutkan, periode 2023 President University bakal menggelar 2 kali wisuda. Yakni 30 Juli lalu dan pertengahan Desember mendatang. Pada Desember 2023, jumlah lulusan yang di wisuda mencapai 1.000. Sementara totalnya di tahun 2023 jumlah wisudawan Presiden University bakal lebih dari 1.600 lulusan. Menurutnya, jumlah lulusan tahun ini meningkat 40 persen dibanding tahun sebelumnya sebanyak 1.181 lulusan.

Hukumonline.com

Kepala LLDIKTI Wilayah 4 Jawa Barat dan Banten Dr. M. Samsuri berpesan kepada semua lulusan agar menjadi sarjana yang mengikuti perkembangan teknologi. Pasalnya dengan hal tersebut menjadi modal berharga untuk meraih kesuksesan. Kendati demikian, sukses tak hanya ditentukan oleh gelar atau ijazah, tetapi pada apa yang kita lakukan setelahnya.

“Ukuran sukses adalah jika kehadiran kita bisa memberikan manfaat bagi sesama. Untuk menjadi pribadi yang sukses, segenap lulusan harus mau bekerja keras,” imbuhnya.

Sementara, International Chancellor President University, Prof. Kim Ki-chan menyebut entrepreneurship adalah semangat yang memberi harapan bagi dunia, meski dalam kondisi yang paling sulit sekalipun. Dia berpendapat, entrepreneur selalu melihat peluang dalam kondisi yang sulit.

“Sementara, orang-orang yang pesimistis selalu melihat kesulitan dalam setiap peluang,”  ujarnya.

Prof. Kim menekankan, senjata terbaik seorang entrepreneur adalah mimpi yang memberikan harapan untuk masa depan. Menurutnya, untuk mewujudkan mimpi bakal menemui banyak tantangan. Tapi, tak perlu khawatir dengan berbagai tantangan, karena ada strategi untuk menghadapinya. Yakni dengan cara menciptakan sekutu dan pengikut.

“Bagaimana caranya kita merekrut sekutu dan pengikut?. Dengan berbagi mimpi dan empati. Ketika kita berhasil membangun empati mereka, rekan kerja juga akan berubah menjadi sekutu dan pengikut,” pungkasnya.

Mewisuda 666 lulusan

Dalam perhelatan kali ini, University Presiden mewisuda sebanyak 666 lulusan. Upacara wisuda digelar dalam dua sesi yakni pagi dan siang. Sejumlah tokoh yang hadir dalam upacara wisuda sesi pertama. Seperti Chairman Jababeka dan pendiri Presiden University, DR. Setyono Djuandi Darmono, Kepala LLDIKTI Wilayah 4 Jawa Barat dan Banten Dr. M. Samsuri, S.Pd, MT, IPU. 

Kemudian, Ketua Yayasan Pendidikan Universitas Presiden (YPUP) Prof Budi Susilo Soepandji, DEA, dan pengurus yayasan lainnya. Selanjutnya International Chancellor President University, Prof. Kim Ki-chan, Ketua Pengawas YPUP, Dr.Chandra Setiawan, MM, Ph.D., dan Duta Besar Indonesia untuk Qatar (2003-2007), Abdul Wahid Maktub.

Pada sesi kedua, para tokoh yang hadir antara lain Staf Ahli Bidang Inovasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), sekaligus Sekretaris YPUP, Prof Jony Oktavian Haryanto. Ada pula Dirjen Pendidikan Tinggi (2010-2014), Kemendikbud, Prof Djoko Santoso dan Duta Besar Indonesia untuk Vietnam (2016-2020), Ibnu Hadi.  Nah, Prof. Djoko Santoso, Ibnu Hadi dan Abdul Wahid Maktub saat ini  menjabat  sebagai penasihat Rektor President University.

Tags:

Berita Terkait