Terbaru

Hasil TWK Rahasia, Novel: Ini Assessment Apa Operasi Intelijen?

Novel meminta para pejabat negara untuk berbicara jujur tentang hasil TWK.

Oleh:
Aji Prasetyo
Bacaan 3 Menit
Penyidik Senior KPK Novel Baswedan dalam Instagram Live Hukumonline Kamis, (24/6). Foto: RES
Penyidik Senior KPK Novel Baswedan dalam Instagram Live Hukumonline Kamis, (24/6). Foto: RES

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan angkat bicara mengenai berbagai polemik dalam assessment Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang terjadi beberapa waktu belakangan. Novel menceritakan pandangan dan sikapnya selaku salah satu dari 75 pegawai yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dalam pengalihan status pegawai itu.

Salah satunya berkaitan dengan hasil tes TWK yang hingga kini tidak diberikan oleh pihak terkait. KPK sendiri melalui Pelaksana tugas Juru Bicara Ali Fikri mengaku sedang berusaha mendapatkan salinan hasil TWK tersebut. Ali mengatakan saat ini PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Data) KPK tengah melakukan koordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Hal itu dilakukan untuk memenuhi salinan dokumen karena bukan sepenuhnya penguasaan KPK. "Untuk itu, saat ini PPID KPK tengah melakukan koordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) terkait pemenuhan informasi tersebut, karena salinan dokumen yang diminta bukan sepenuhnya dalam penguasaan KPK," kata Ali beberapa waktu lalu.

Sementara Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN), Bima Haria Wibisana, sepertinya kesulitan untuk meminta hasil asesmen TWK pribadi dari pegawai KPK. Sebab, dokumen mereka minta itu dipegang oleh dua lembaga yaitu Badan Psikologi Angkatan Darat (AD) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan sudah ditetapkan sebagai kerahasiaan negara. (Baca: Pegawai KPK Minta Penegasan MK Soal Tafsir Kata Dapat dan Tidak Merugikan Pegawai)

“Dinas Psikologi AD mengatakan, berdasarkan ketetapan Panglima TNI itu rahasia. Saya tanya BNPT kalau profiling bisa diminta enggak, ini profiling didapatkan dari suatu aktivitas intelijen sehingga menjadi rahasia negara,” kata Bima dalam konferensi pers di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta, Selasa (22/6) yang ditayangkan di YouTube Humas Komnas HAM RI.

Menyikapi hal ini Novel sendiri mengaku heran atas pernyataan dua institusi tersebut. Untuk KPK misalnya, menurut Novel kalau memang KPK sedang mencoba meminta salinan kepada BKN ataupun pihak lain maka ia mempertanyakan adanya sejumlah pemberitaan yang juga diikuti dengan seremonial penyerahan hasil TWK kepada KPK beberapa waktu lalu.

Yang pertama kalau dikatakan kpk gak punya hasil kita lihat tanggal 27 bulan April ada pemberitaan dengan cukup masif dan dilakukan seremonial penyerahan hasil TWK sebanyak dus kotak-kotak itu terus kalau belum diterima yang diserahkan apa? Apa kotak kosong? Saya khawatir pejabat-pejabat itu banyak bohong ya. Kita lihat di google di beberapa pemberitaan ada, foto-foto pun ada, kalau dikatakan belum ada saya pun ragu ya,” ujar Novel dalam Instagram Live Hukumonline Kamis, (24/6).

Berita Terkait

Berita Populer

Berita Terbaru

Lihat Semua