Hilang Dana Nasabah BTN, OJK Imbau Masyarakat Waspada Investasi Bodong
Terbaru

Hilang Dana Nasabah BTN, OJK Imbau Masyarakat Waspada Investasi Bodong

Agar tidak mudah tergiur janji untung fantastis. Sebab semakin besar keuntungan yang dijanjikan, maka berbanding lurus dengan besarnya potensi penipuan.

Mochamad Januar Rizki
Bacaan 3 Menit
 Anggota Dewan Komisioner dan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi. Foto: Tangkapan layar youtube
Anggota Dewan Komisioner dan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi. Foto: Tangkapan layar youtube

Permasalahan hilangnya dana nasabah Bank Tabungan Negara (BTN) sempat menjadi sorotan publik baru-baru ini. Hilangnya dana para nasabah sebanyak Rp 7,5 miliar tersebut merupakan hasil kejahatan penipuan yang dilakukan oknum eks pegawai BTN. Yakni dengan  melakukan pembukaan rekening di luar prosedur sekaligus menawarkan bunga deposito tidak wajar 10 persen.

Menanggapi permasalahan ini, Anggota Dewan Komisioner dan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi mengimbau kepada seluruh masyarakat tidak mudah tertipu dan tergiur dengan tawaran investasi yang menawarkan keuntungan tidak wajar.

Saat ini, OJK tengah meneliti kasus tersebut dan telah memanggil 17 konsumen terkait untuk dimintai keterangan mengenai hilangnya dana nasabah. Friderica menyampaikan bank wajib bertanggung jawab jika terbukti terdapat kesalahan di pihak bank dan OJK dapat mengenakan sanksi.

”Namun jika kesalahan ada kelalaian ada pada pihak konsumen, maka dana yang diklaim hilang tidak dilakukan penggantian oleh pihak bank,” ujarnya, Kamis (15/5/2024).

Baca juga:

Dia mengimbau masyarakat waspada terhadap investasi bodong dengan cara tidak mudah tergiur janji untung fantastis. Sebab semakin besar keuntungan yang dijanjikan, maka berbanding lurus dengan besarnya potensi penipuan. Menurutnya, agar simpanan atau tabungan dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), pastikan bunga tidak melebihi tingkat bunga penjaminan LPS.

Kemudian, masyarakat juga harus memeriksa legalitas penawaran investasi. Masyarakat dapat menghubungi atau datangi lembaga jasa keuangan tersebut apakah benar memiliki produk investasi yang ditawarkan. Cek ke Kontak OJK 157 untuk legalitas lembaga jasa keuangan yang berizin OJK.

Halaman Selanjutnya:
Tags:

Berita Terkait